• Latest
Negeriku Kaya Raya, Tapi Banyak Pencuri

Negeriku Kaya Raya, Tapi Banyak Pencuri

Juni 21, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Negeriku Kaya Raya, Tapi Banyak Pencuri

Ririe Aikoby Ririe Aiko
Juni 21, 2025
Reading Time: 3 mins read
Negeriku Kaya Raya, Tapi Banyak Pencuri
590
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Ririe Aiko

Negeriku, tanah yang katanya surga,
Bahkan konon tongkat kayu, batu pun bisa tumbuh menjadi tanaman. (1)
Kekayaan alam melimpah, dari ujung Sabang hingga Merauke:
emas di perut tanah Papua, sawit di Sumatera, nikel di Sulawesi,
dan laut yang tak pernah pelit memberi ikan.

Sayang, di negeri semakmur ini,
yang tumbuh subur bukan hanya hasil bumi,
tapi juga keserakahan manusia.

Kita tercengang bukan karena prestasi anak bangsa,
bukan pula karena revolusi pendidikan,
melainkan karena tumpukan uang Rp11,8 triliun
yang dipamerkan seperti pameran seni rupa. (2)
Tentu, ini bukan seni biasa.
Ini seni mencuri.
Seni menyulap penderitaan rakyat
menjadi angka-angka di rekening pribadi.

Manusia-manusia hina itu,
barangkali bukan tak tahu arti dosa—
mereka hanya terlalu sibuk
menghitung nol di belakang saldo,
hingga lupa bahwa
neraka tidak menerima suap.

Mereka mencuri dari keringat rakyat—
dari orang tua yang sakit,
menggigil tanpa pengobatan layak,
dari anak-anak yang putus sekolah
karena harus ikut mencari nafkah,
dan dari para pejuang jalanan
yang digerogoti pajak
dengan penghasilan yang nyaris tak cukup
untuk hidup.

Baca Juga

a0874485-5883-4836-9faa-17bcddc8a681

Kepiting Dalam Baskom

Maret 29, 2026
Di Antara Takbir dan Keranda

Di Antara Takbir dan Keranda

Maret 23, 2026
Siapa  yang Tega Membunuh 180 Anak-Anak Sekolah

Siapa yang Tega Membunuh 180 Anak-Anak Sekolah

Maret 14, 2026

Di balik tembok rumah mewah
mereka tidur nyaman
dengan langit-langit tinggi dan lampu gantung mahal
yang bahkan tak bisa disebutkan mereknya oleh rakyat biasa.
Sementara di sisi lain negeri,
ada keluarga yang tidur bergantian
karena rumah kontrakan mereka
tak cukup menampung seluruh badan.

Lucunya,
saat ditangkap mereka berkata:
“Saya hanya menjalankan perintah,”
atau “Saya tidak tahu itu salah.”
Seakan-akan mereka cuma korban,
bukan pelaku.
Seakan-akan Tuhan akan bersimpati
karena mereka tak sempat membaca Undang-Undang
saat mengisi koper berisi uang haram.

Andai saja,
Ya, andai saja setiap dosa itu terlihat,
mungkin semua manusia di negeri ini akan
takut berbuat dosa.

Andai saja,
Ya, anda saja, setiap tangan yang hendak mengambil uang rakyat,
selalu teringat ayat, hadist, atau sekadar bisikan nurani—
mungkin negeri ini tak perlu lagi membayar mahal
untuk baliho-baliho anti korupsi,
yang ironisnya dicetak oleh
pejabat yang masih melipat anggaran cetak.

Negeriku tidak miskin.
Rakyatku pun tidak malas.
Tapi beberapa pejabatnya terlalu rakus.
Mereka bukan sedang memperjuangkan masa depan bangsa,
melainkan memperpanjang masa depan rekening mereka.
Lalu mereka menyuruh rakyat bersabar,
berhemat, dan bersyukur.
Ya, bersyukur karena belum semua dicuri.

Kami seharusnya marah.
Tapi terlalu sering disakiti,
membuat kami jadi kebal.
Bahkan ketika uang Rp11,8 triliun
ditumpuk seperti tumpukan dosa,
kami cuma berdecak kagum.
Bukan karena keberanian hukum,
tapi karena terkejut:
Ternyata uang sebanyak itu
pernah ada di satu ruangan,
bukan di APBD.

Apakah semua ini akan berubah?
Entah.
Tapi selama kami diam,
manusia-manusia hina itu
akan terus hidup nyaman.
Sementara rakyat,
lagi dan lagi hanya bisa berangan.

—000—

ADVERTISEMENT

CATATAN:

(1)Baris pembuka puisi ini terinspirasi dari lirik lagu legendaris “Kolam Susu” karya Koes Plus:
“Orang bilang tanah kita tanah surga / tongkat, kayu dan batu jadi tanaman.” Lagu ini menyimbolkan kekayaan alam Indonesia yang luar biasa. Namun, ironinya, kemakmuran itu justru dirampas oleh perilaku korupsi elite bangsa.
(2) Kasus korupsi ekspor CPO oleh lima anak perusahaan Wilmar Group menyebabkan kerugian negara hingga Rp11,8 triliun, menjadikannya salah satu penyitaan terbesar dalam sejarah Kejaksaan Agung. (Detik.com, 2025)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Memaknai Kekhususan Hari Jum’at

Abu Ujong Rimba; Ulama Ahli Fatwa dan Pemurni Ajaran Tasauf

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com