POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Duta Literasi

Bunda Literasi di Era Artificial Intelligence

Gunawan Trihantoro by Gunawan Trihantoro
Mei 24, 2025
in Duta Literasi, Literasi, pegiat literasi
0
Bunda Literasi di Era Artificial Intelligence - 2025 05 24 16 02 20 | Duta Literasi | Potret Online

Oleh Gunawan Trihantoro
Ketua Satupena Kabupaten Blora dan Sekretaris Kreator Era AI Jawa Tengah

Di tengah riuhnya era Artificial Intelligence (AI), hadirnya sosok Bunda Literasi menjadi harapan baru dalam menghidupkan budaya baca dan tulis yang nyaris terlindas gelombang digitalisasi.

Baca Juga
  • Bunda Literasi di Era Artificial Intelligence - 1000892725_11zon | Duta Literasi | Potret Online
    Buku
    Buku KOPITALISME Ramaikan Jogja Book Fair 2025
    06 Sep 2025
  • 02
    ISI Padangpanjang
    ISI PADANGPANJANG SEGERA LAKSANAKAN PKKMB
    30 Jul 2024

Ketika teknologi semakin mendominasi ruang hidup manusia, literasi tak lagi sekadar soal membaca buku, tapi juga kemampuan menyaring informasi, memahami konteks, dan mengolahnya menjadi pengetahuan yang bijak guna.

Dengan dilantiknya Hj. Ainia Shalichah, SH, M.Pd.AUD, M.Pd.BI. sebagai Bunda Literasi Kabupaten Blora, kita menyaksikan tonggak penting dalam sejarah gerakan literasi lokal. Ini bukan hanya seremoni, tapi simbol dari kesungguhan untuk menyalakan cahaya di tengah zaman yang sarat distraksi.

Baca Juga
  • 01
    Artikel
    7 Perempuan Dari Sekolah Perempuan Perdamaian Belajar Menulis Cerita Best Practice
    08 Mei 2017
  • Bunda Literasi di Era Artificial Intelligence - 40795016 8767 4884 9467 5b6f19bc664b | Duta Literasi | Potret Online
    Artikel
    Pembelian Impulsif: Godaan Era Digital
    20 Jan 2025

Kita patut bangga atas momen bersejarah ini. Sebab dari tangan Bunda Literasi, semangat membaca akan menjalar ke pelosok desa, menyentuh anak-anak, kaum ibu, hingga lansia yang haus akan ilmu dan cerita.

Di era AI, masyarakat tak cukup hanya pandai menggunakan gawai. Mereka harus cerdas memilah informasi, kritis menelaah konten, dan kreatif menulis narasi. Di sinilah peran Bunda Literasi menjadi sangat vital.

Baca Juga
  • Bunda Literasi di Era Artificial Intelligence - B1B56757 4E07 46D0 8988 AD1B95785B10 | Duta Literasi | Potret Online
    Bacaan
    Reading for Pleasure
    23 Jan 2023
  • Bunda Literasi di Era Artificial Intelligence - 44b95f55 9962 4fd0 8ef0 c475f6fb394c | Duta Literasi | Potret Online
    Artikel
    Perjuangan Menuju Kampus Impian
    31 Mar 2024

Ia menjadi figur inspiratif yang mendekatkan buku ke pangkuan anak, membuka cakrawala lewat dongeng, dan menyulam nilai-nilai kehidupan melalui aksara yang sederhana namun membekas.

Teknologi mestinya tak menjadi penghalang, tetapi jembatan untuk menumbuhkan literasi. Dan Bunda Literasi adalah penjaga jembatan itu, memastikan setiap anak menyeberang dengan selamat menuju masa depan.

Perpustakaan bisa berbasis digital, tapi semangat membaca tetap harus menyala. AI dapat menjawab banyak pertanyaan, tetapi manusia literat akan tahu pertanyaan mana yang bermakna untuk diajukan.

Dengan dilantiknya Hj. Ainia Shalichah, hadir optimisme baru, bahwa teknologi dan tradisi bisa berjalan beriringan, saling melengkapi, bukan bertentangan. Buku dan AI bisa menjadi sahabat dalam proses belajar.

Bunda Literasi bukan hanya penggerak kegiatan baca tulis. Ia adalah simbol keberpihakan pada masa depan, pada anak-anak yang kelak akan menghadapi dunia yang jauh lebih kompleks daripada hari ini.

Ia adalah sosok yang mengajak para ibu menghidupkan cerita di rumah, mendorong komunitas membuat taman baca, dan memeluk guru-guru yang sedang berjuang menghidupkan literasi di kelas.

Gerakan literasi yang digawangi oleh Bunda Literasi akan memperkuat daya tahan masyarakat Blora terhadap hoaks, radikalisme, dan budaya instan yang mengikis nalar kritis.

Dengan literasi yang kuat, warga Blora tidak hanya pintar membaca, tapi juga bijak bersikap, cerdas bermedia, dan produktif dalam mencipta. Inilah transformasi sosial yang diharapkan hadir dari gerakan literasi.

Bunda Literasi adalah wajah kasih yang membimbing tanpa menggurui, memotivasi tanpa memaksa. Ia menjelma jembatan antara generasi, antara tradisi dan inovasi, antara harapan dan kenyataan.

Mari kita dukung kiprah Hj. Ainia Shalichah sebagai Bunda Literasi Kabupaten Blora. Karena masa depan bangsa ini tidak hanya dibentuk oleh algoritma, tetapi juga oleh karakter, wawasan, dan kemanusiaan yang dibangun melalui literasi. (*)

Previous Post

Fenomena Politik Simbolik:Pergeseran Politik Ke Arah Panggung Performatif Dan Post-Truth

Next Post

Ayo Berbuat Baik, Ayo Berguru Kepada Alam Semesta‎

Next Post
Bunda Literasi di Era Artificial Intelligence - IMG 20250524 WA0019 | Duta Literasi | Potret Online

Ayo Berbuat Baik, Ayo Berguru Kepada Alam Semesta‎

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah