POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Bedah buku

Menghadirkan Tuhan Dalam Buku

Redaksi by Redaksi
Desember 9, 2021
in Bedah buku, Guru Menulis, IGI, Literasi
0

 

Menghadirkan Tuhan Dalam Buku - IMG_7842 | Bedah buku | Potret Online
Baca Juga
Beasiswa
Carilah Beasiswa Untuk Pendidikan Yang Lebih Baik
07 Jan 2024
Selengkapnya

Oleh Ahmad Rizali

Berdomisili di Depok, Penulis dan Pendiri Ikatan Guru Indonesia ( IGI)

Menghadirkan Tuhan Dalam Buku - fe5cfd5e 177f 43bc 8cdb d4dceaff5ad4 | Bedah buku | Potret Online
Baca Juga
Artikel
Maraknya Pelecehan Seksual Terhadap Anak
09 Nov 2023
Selengkapnya

Ketua IGI Kota Bogor, ibu Siti Amalia mengirimiki buku esainya dan saya sangat senang bahwa guru, mohon maaf, semakin banyak yang mampu menulis dengan renyah dan nyaman dibaca, tidak seperti buku teks yang sering dijejalkan ke murid-muridnya.

Menghadirkan Tuhan Dalam Buku - 01abdeb2 cb08 4513 9a92 4c424c7774c3 | Bedah buku | Potret Online
Baca Juga
#Gerakan Menulis
GELIS, Gerakan Literasi dan Inspirasi Sekolah
07 Feb 2026
Selengkapnya

Nyaris di semua esainya, bu guru Amalia menuliskan dengan lengkap acuan buku, makalah dan dokumen yang dikutipnya. Sehingga dapat dibayangkan berapa puluh dokumen dan buku/makalah yang beliau baca untuk menghasilkan sebuah buku yang termasuk tidak tebal itu.

Daftar acuan itu menunjukkan dahsyatnya bu Amalia dalam membaca yang tidak hanya teks bahasa Indonesia saja, namun tak sedikit yang dalam bahasa Inggris. Saya pikir saat ini masih belum banyak guru yang terlihat “keranjingan” membaca seperti beliau.

Bagi sesama guru, buku ini akan bisa menjadi inspirasi bagaimana mengajar di kala pandemik karena sangat banyak hal teknis yang beliau sampaikan. Buat saya, buku ini dapat menjadi acuan, rujukan dan “bench marking” bagaimana mengumpulkan kutipan kutipan dan mendukung kerangka gagasan seorang penulis.

Jika boleh memberi masukan, akan menjadi semakin bernas jika bu guru Amalia lebih tajam dalam menyampaikan gagasan orsinilnya dan bisa saja, tanpa harus “mencari dukungan” dari kutipan penulis yang kesan saya menjadi seperti seorang “musnid” dalam ilmu Hadits. 

Mengapa saya memberi masukan (baca kritik) seperti itu, karena saya adalah manusia yang paling tak suka membaca buku dengan banyaknya kutipan dan/atau catatan kaki, sehingga buatku orsinilitas gagasan meskipun tanpa dukungan kutipan ilmiyah dan seringkali nyleneh, justru menjadi lebih menarik.

Ala kuli hal, buku ini sangat berbeda dengan beberapa buku yang ditulis kawan guru lain, terutama disain sampul dan bobot mutu dan jumlah daftar pustakanya serta alur, struktur dan kerenyahan bahasanya. Saya menganjurkan kawan kawan guru pegiat Literasi untuk membacanya

Depok, 9 Des 2021

Ahmad Rizali, Penulis di FB dan Pendiri IGI

Previous Post

“POTRET SINGKAT SEORANG ANAK NEGERI DALAM MERAJUT MIMPI”

Next Post

CUT NYAK MEUTIA SRIKANDI BERPARAS JELITA

Next Post

CUT NYAK MEUTIA SRIKANDI BERPARAS JELITA

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah