HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Desember 5, 2025
Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Pemenang Lomba Menulis Februari 2025

Maret 2, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Desember 5, 2025
Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Pemenang Lomba Menulis Februari 2025

Maret 2, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Memilah Sampah Dari Rumah

Redaksi by Redaksi
Desember 11, 2021
in Essay, Opini, Sampah, Walikota Banda Aceh
Reading Time: 6 mins read
0
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

 

Baca Juga

Kala Kemampuan Kognisi Siswa Semakin Menurun

Mengelola Pendidikan Ala Keledai?

Maret 15, 2026
AI dan Embrio Liberalisme

AI dan Embrio Liberalisme

Maret 8, 2026
Menjaga Kemanusiaan di Tengah Dunia yang Gaduh

Menjaga Kemanusiaan di Tengah Dunia yang Gaduh

Maret 8, 2026

Oleh Tabrani Yunis

Usai membantu membuka toko POTRET Gallery yang beraalamat di jalan Prof. Ali Hasyimi, Pango Raya Banda Aceh pagi ini, aku langsung menuju mobil dan meluncur ke arah kantor Gubernur Aceh. Setiba di depan hotel Hermes Palace, tiba-tiba mata tertuju ke sebuah baliho besar berwarna hijau. Baliho itu mengundang perhatianku. Barangkali karena aku concern dengan persoalan sampah. Ya, bagiku iklan yang ditampilkan itu menarik dan menggelitik pikiranku.

Baliho besar, berwarna hijau dengan tulisan besarnya berbunyi, “ Memilah Sampah di Sekolah”, dan di bawah tulisan itu ada gambar bangunan sekolah dengan 4 buah tong sampah ( garbage bins). Ke empat tong sampah itu diwarnai dengan warna berbeda dan disertai tulisan sebagai keterangan. Tong atau garbage bin pertama berwarna biru dengan tulisan “ Kertas”. Tong kedua berwarna kuning dengan tulisan “Botol”. Tong ke tiga, warna ungu dengan tulisan”plastik” dan tong ke empat, berwarna hijau, dengan tulisan “ residu”.

Jadi, baliho besar itu adalah iklan kampanye atau media edukasi tentang sistem pengelolaan sampah yang sedang digaungkan oleh Pemerintah kota Banda Aceh lewat Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan kota Banda Aceh. Baliho yang tampaknya sekaligus sebagai kegiatan sosialisasi Peraturan daerah atau Qanun nomor 1 tahun 2017.  “ Setiap Sekolah wajib memilah sampah sesuai qanun nomor 1 tahun 2017 mulai dari unit terkecil/setiap ruangan kelas sekurang-kurangnya 4 jenis pemilahan, yaitu kertas, botol/ kaleng,kemasan plastik dan residu. Pesan ini juga merupakan surat edaran Walikota Banda Aceh.

Dalam perspektif agamis, budaya, lingkungan dan kesehatan, pendidikan atau edukasi serta kepentingan global, kampanye tata kelola sampah adalah sebuah langkah positif dan perlu mendapat acungan jempol dan dukungan dari semua pihak. Dikatakan demikian, karena persoalan sampah adalah persoalan krusial dan berkelanjutan serta perlu langkah-langkah strategis untuk mewujudkan terciptanya lingkungan hidup bersih dan sehat. Jadi, dapat dikatakan sebagai sebuah langkah bijak dalam memgatasi persoalan sampah kini dan esok, di masa depan tatkala jumlah sampah akan semakin banyak, sejalan dengan semakin banyaknya produksi plastik dan juga limbah dari berbagai kebutuhan manusia populasi di semua level kehidupan di tingkat lokal, nasional dan global. Kampanye memilah sampah dari sekolah, paling tidak dapat menumbuhkan kepedulian masyarakat sekolah serta menumbuhkan dan meningkatkan partisipasi masayarakat sekolah secara aktif terlibat melakukan praktik-praktik baik ( best practices) di sekolah.

Namun, lebih ideal lagi bila kampanye memilah sampah dari sekolah, tidak hanya di sekolah, tetapi juga memilah sampah dari rumah. Hal ini menjadi sangat penting, karena kedudukan rumah (keluarga) dalam perspektif pendidikan, merupakan lembaga pendidikan pertama dan utama dalam membangun dan meningkatkan kualitas bangsa. Rumah adalah awal dari segalanya. Ya, semua berawal atau bermuara dari rumah. Maka, idealnya kegiatan memilah sampah ke dalam kantong-kantong sampah sebanyak 4 wadah tersebut, menjadi basis pendidikan yang sifatnya lebih langgeng dan berkelanjutan. Oleh sebab itu, kegiatan memilah sampah dari rumah, bisa berlanjut dan bersinergi dengan kegiatan atau aksi memilah sampah dari sekolah. Dengan demikian, anak-anak tidak hanya berperilku bersih dan teratur di rumah saja, atau di sekolah saja, tetapi juga di rumah, di sekolah dan bahkan di masyarakat atau luar rumah dan luar sekolah. Bila ini dilakukan, maka perilaku buruk yang bukan saja dipraktikan oleh anak, tetapi juga oleh kebanyakan orang tua yang membuang sampah sembarangan. Misalnya, kebiasaan buruk orang tua yang menggunakan mobil atau kenderaan mewah, tetapi berperilaku rendahan dan kolot, karena membuang sampah dari mobil mewah atau kenderaan ke jalan raya, tanpa rasa malu.

ADVERTISEMENT

Nah, kembali kepada kampanye memilah sampah dari sekolah, kampanye ini memiki konsekwensi bagu pemerintah kota, khususnya pemerintah kota, dalam hal ini Walikota Banda Aceh.

Artinya, jangan hanya bisa membuat iklan di baliho, tetapi  kampanye tersebut. Tidak hanya agar terlihat kreatif dan inovatif, tetapi harus konsisten dan sungguh. Ya, sekali lagu bukan hanya sekadar mengejar tujuan atau target mendapat penghargaan kalpataru atau adipura dan award-award lainnya sebagai peningkat birahi. Jadi sekali lagi jangan hanya menyerukan agar peserta didik dan masyarakat sekolah memilah-milah sampah berdasaekan kategori yang dibuat, dalam hal ini ada 4. Pemerintah kota lewat DLHK Banda Aceh, harus konsisten dan commited dengan berlandaskan qanun yang mewajibkan setiap sekolah memilah sampah tersebut. 

Nah, apa konsekwensinya bagu Pemkot Banda Aceh c.q DLHK Kota Banda Aceh? Pertama, harus menyediakan fasilitas penampungan sampah berkategori di banyak tempat di kota Banda Aceh. Kedua, lakukan sosialisasi secara berkelanjutan, agar tidak panas-panas tahi ayam. Ke tiga, lakukan edukasi kepada masyarakat agar tidak menitipkan sampah-sampah rumah tangga di pinggir jalan, trotoar bahkan di atas pedastrian tracks dan bahkan membuang ke sungai atau drainase. Ke empat, lakukan pengawasan secara lebih intensif terhadap tindakan warga yang membuang sampah di tempat-tempat yang dilarang. Ke lima, armada sampah juga harus mengikuti standar nasional. Ke enam, para pejuang kebersihan, seperti penyapu jalan, mandor harus dilakukan breafing bahwa tugas membersihkan jalan, bukan hanya jalan raya, tetapi juga track pejalan kaki yang sudah dibangun dengan biaya yang cukup besar itu. Selama ini jalan kelihatan bersih, sementara pedastrian track dibiarkan kotor dan jorok, dan bahkan dirampas oleh mereka yang mementingkan kepentingan pribadi, dibandingkan publik pengguna pedastrian track, pejalan kaki.

Oleh sebab itu, pemkot juga jangan lupa dengan para pejuang atau pahlawan kebersihan yang setiap hari terjun ke lapangan atau jalan-jalan, mengangkat dan mengangkut sampah ke TPA. Lakukan pengawasan yang tidak cukup dengan pengambilan foto-foto yang bernuansa selfie, tetapi harus dengan kontrol yang lebih intensif. Tentu saja, para pejuang atau pahlawan kebersihan ini harus selalu difasilitasi dengan pakaian kerja yang bisa melindungi mereka dari serangan penyakit dan memberikan penghargaan atau reward dan punishment. Insya Allah, bila pemerintah kota serius dan ikhlas, kampanye memilah sampah tidak hanya sampai pada sampah terpilah, tetapi sampai pada pengolahan yang berdaya ekonomis dan ekologis. Semoga

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 344x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 305x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 266x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 220x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 182x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Kecanggihan Teknologi pada Zaman Nabi Daud dan Nabi Sulaiman
Artikel

Belajar Menabung dari Surah Yusuf: Iktibar di Tengah Ketidakpastian Global

Maret 18, 2026
Koperasi Merah Putih: Ketika Lilin Ekonomi Desa Ragu Menyala
Dinas Koperasi

Koperasi Merah Putih: Ketika Lilin Ekonomi Desa Ragu Menyala

Maret 18, 2026
Menyusun Buku Antologi Relawan Bencana Banjir dan Longsor Di Tengah Bencana Hidrometeorologi Aceh
Aceh

Pak Bisa Minta Tolong Mendorong Helikopter?

Maret 18, 2026
Tadarus Warna, Tubuh, Dan Kata: Merayakan Karya Sebagai Jalan Pulang Kemanusiaan
Esai

Tadarus Warna, Tubuh, Dan Kata: Merayakan Karya Sebagai Jalan Pulang Kemanusiaan

Maret 18, 2026
Next Post

KONSEP DASAR PENELITIAN TINDAKAN KELAS(Classroom Action Research)

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com