• Latest
Jika Malam Itu Tak Terjadi Hujan

Jika Malam Itu Tak Terjadi Hujan

Mei 13, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Jika Malam Itu Tak Terjadi Hujan

Redaksiby Redaksi
Mei 13, 2025
in #Cerpen, #Menulis Cerpen, Cerpen Remaja, Kumpulan cerpen
Reading Time: 3 mins read
Jika Malam Itu Tak Terjadi Hujan
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Hendriyatmoko
Guru SMK Muda Cepu dan Anggota Satupena Kabupaten Blora

Malam itu, kota kecil di kaki gunung Merbabu baru saja tersapu hujan deras. Rintiknya belum sepenuhnya reda ketika Arman berdiri di teras rumah, menatap lekat ke jalan setapak yang mengarah ke rumah Chika. Hatinya masih berdebar mengingat kejadian beberapa jam lalu.

Padahal, jika malam itu tak terjadi hujan, segalanya mungkin berbeda.


Sore harinya, langit masih cerah. Arman, Joko, Agus, Darto, dan Wahyu sedang nongkrong di warung bu Sari, membahas rencana pentas seni kampung. Arman sebenarnya tak ingin lama-lama di situ. Ia sudah berjanji akan bertemu Chika di taman kecil belakang balai desa, tempat mereka biasa bertukar cerita.

Baca Juga

IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
Kenangan yang terlupakan di cermin

Kehilangan Cinta Secara Karena Egois

Maret 27, 2026
Emak Mananti Lebaran

Emak Mananti Lebaran

Maret 23, 2026

“Bro, bentar lagi hujan. Awan barat gelap banget,” ujar Wahyu sambil menunjuk ke langit.

Arman hanya tersenyum. “Aku cuma mau sebentar. Chika udah nunggu.”

Joko bersuit pelan. “Cieee, pacaran diam-diam ya?”

Arman menggeleng. “Bukan pacaran. Cuma… ngobrol aja.”

Namun semua tahu, Arman dan Chika saling menaruh rasa. Mereka hanya terlalu takut pada perbedaan yang membentang — bukan hanya karena keluarga, tapi juga masa lalu. Keluarga Arman pernah berselisih dengan keluarga Chika soal batas tanah warisan. Sejak saat itu, hubungan dua keluarga itu dingin seperti salju.


Saat Arman sampai di taman, hujan mulai turun rintik. Tapi Chika sudah di sana, duduk di bangku kayu basah, mengenakan sweater abu-abu dan menunduk.

“Maaf telat. Aku—” Arman menghentikan kalimatnya saat melihat wajah Chika murung.

“Kita gak bisa terus begini, Man,” ucap Chika pelan.

Arman menarik napas. “Kenapa? Karena orang tuamu?”

Chika diam sejenak. “Bukan cuma itu. Ibuku sakit. Ayahku keras kepala. Kalau mereka tahu aku sering ketemu kamu, aku takut…”

Petir menyambar di kejauhan. Arman duduk di sampingnya, walau hujan makin deras.

“Chik, aku serius. Aku sayang kamu. Kita gak harus sembunyi terus. Aku akan bicara dengan Bapak dan Ibu.”

Chika menatapnya dengan mata berkaca. “Kamu yakin? Ayahmu—”

“Aku yang akan urus semuanya. Kalau malam ini aku gak ngomong ke mereka, aku pengecut.”

ADVERTISEMENT

Dan malam itu, basah kuyup oleh hujan, Arman pulang. Ia mengetuk pintu ruang tengah, mendapati Wiryo sedang membaca koran dan Wati menyiapkan teh.

“Aku mau bicara, Pak. Bu. Tentang Chika.”


Pertengkaran terjadi malam itu. Wiryo meledak. “Kamu waras, Man? Kamu tahu siapa ayahnya? Karyo itu manusia keras kepala, yang pernah mau gebuk aku cuma gara-gara batas tanah!”

Wati mencoba menengahi, tapi suara Wiryo mengalahkan semuanya.

Namun, malam itu juga, karena derasnya hujan yang memaksa semua diam di rumah, Arman bicara dari hati ke hati. Ia tak pergi. Ia bertahan di ruang tengah, meski suaranya gemetar, meski wajah ayahnya merah.

Esok harinya, kabar pertemuan Arman dan Chika sampai juga ke telinga Karyo. Karti sempat menjerit, Dita dan Salsa mencoba menenangkan.

Tapi sesuatu yang tak terduga terjadi.

Dewi, tetangga mereka, datang membawa kabar: “Pak Wiryo kirim salam. Katanya ingin bicara baik-baik. Katanya, Arman yang minta.”


Jika malam itu tak terjadi hujan, mungkin Arman tak akan pulang cepat.

Jika malam itu tak terjadi hujan, mungkin ia tak akan punya keberanian bicara dengan orang tuanya.

Dan jika malam itu tak terjadi hujan, mungkin cinta mereka tetap diam-diam di bangku taman, di antara rintik yang menyembunyikan ketakutan mereka.

Tapi karena malam itu hujan turun deras, dua keluarga yang dulu bertikai mulai membuka jendela bicara. Karena malam itu, Chika dan Arman tidak berpisah. Dan karena malam itu pula, cinta yang tertahan akhirnya punya jalan.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 255x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Pendidikan Karakter dalam Bermedsos: Menyemai Etika, Menuai Cahaya

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com