POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Ijazah Jokowi Melebar, UGM pun Digugat

RedaksiOleh Redaksi
May 10, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Pakde Jokowi sudah terlalu lama dijadikan objek pembahasan soal ijazah. Ternyata, persoalannya melebar. Kali ini giliran UGM pun kena gugat juga. Makin seru. Siapkan duduknya, narasi ini cocok dibaca sambil seruput kopi, wak.

Di suatu pagi yang tenang di bumi Yogyakarta, saat burung-burung berkicau menyanyikan lagu “Ga Usah Dibawa Serius,” tiba-tiba langit berguncang. Bukan karena erupsi Merapi, bukan juga karena demo mahasiswa yang menuntut kopi gratis di kantin. Tetapi karena sesuatu yang lebih dahsyat, UGM digugat ke Pengadilan Negeri Sleman karena… ijazah Jokowi! Ya, ijazah. Kertas sakti yang katanya bisa mengubah rakyat biasa menjadi kepala negara, tapi kini justru membuat kampus legendaris itu harus duduk di kursi terdakwa.

Gugatan ini dilayangkan Ir H Komardin SH MH, seorang advokat asal Makassar. Nama yang tidak asing di belantara gugatan kreatif. Dengan nomor perkara 106/Pdt.G/2025/PN Smn, beliau membawa dakwaan paling filosofis sejak zaman Socrates, perbuatan melawan hukum karena… dugaan keberadaan ijazah yang lebih misterius dari jejak dinosaurus di Breksi.

Komardin, sang penggugat, bukan orang biasa. Ia adalah pahlawan logika alternatif, pendekar hukum kuantum, dan mungkin satu-satunya manusia yang berhasil memadukan teori konspirasi dengan pasal perdata. Beliau menyasar tokoh-tokoh penting UGM: Rektor UGM Prof. Ova Emilia, para Wakil Rektor, para Dekan, Kepala Perpustakaan Fakultas Kehutanan, bahkan Ir Kasmojo, sang pembimbing akademik Jokowi. Semua diceburkan ke medan gugatan, seperti kontestan “Benteng Takeshi” versi hukum perdata.

Mengapa Kehutanan? Mengapa perpustakaan? Karena di dalam filsafat hukum tingkat multiverse, logika adalah ilusi. Barangkali dalam salah satu dimensi paralel, ijazah Presiden tertanam di dalam batang jati hasil KKN, tersegel oleh mantra akademik, dan hanya bisa dibuka oleh dosen yang hafal 99 nama latin pohon tropis.

📚 Artikel Terkait

Guru Dayah Darul Ulum Apresiasi Program Magang Bahasa Asing di Pare

Selembar Mukena di Ujung Malam

Masa Depan Mereka

Kekuatan Growth Mindset dalam Ruang Kelas Transformatif

Gugatan ini bukan hanya menantang kredibilitas UGM sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga mengundang tawa seluruh jagat akademik. Humas PN Sleman, Cahyono, ketika dikonfirmasi pada Jumat (9/5), dengan nada penuh kebijaksanaan menjawab, “Njih benar.” Hanya dua kata, tapi mengguncang galaksi. Sebuah pengakuan bahwa gugatan ini nyata, bukan parodi TikTok. Ia menambahkan, penggugat adalah seorang advokat dan pengamat sosial dari Makassar. Tentu, karena tidak cukup hanya sebagai advokat, ia juga pengamat, mungkin juga peramal, penafsir lambang negara, dan kolektor teori konspirasi.

UGM sendiri tampaknya masih dalam mode loading. Sekretaris UGM, Andi Sandi, dengan kesabaran seorang biksu Zen, mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima salinan gugatan, tapi masih dipelajari. Ia menegaskan bahwa kampus akan patuh terhadap ketentuan hukum. “Barangnya (ijazah) nggak ada di kami,” katanya. Sebuah kalimat yang jika dibaca oleh detektif Sherlock Holmes akan diartikan sebagai “ijazahnya sedang berada dalam realitas lain, dijaga oleh naga administratif.”

Yang lebih menarik lagi adalah hadirnya Ir Kasmojo dalam gugatan ini. Sosok yang dulu hanya dikenal sebagai pembimbing akademik Jokowi, kini berubah menjadi karakter utama dalam drama hukum nasional. Mungkin setelah ini, sinetron berjudul “Pak Kasmojo dan Ijazah yang Hilang” akan tayang setiap malam di TVRI.

Kisah ini menjadi bukti bahwa di negeri ini, segala sesuatu bisa digugat. UGM, institusi yang melahirkan ribuan sarjana, kini digugat karena dituduh melahirkan satu presiden dengan ijazah tak kasat mata. Drama ini jauh lebih epik dari Mahabharata, lebih absurd dari novel Franz Kafka, dan lebih lucu dari komedi Srimulat. Ini bukan hanya gugatan hukum, tapi opera sarkasme nasional, di mana logika dipatahkan oleh kreativitas, dan realitas dikoyak oleh ambisi viral.

Indonesia, terima kasih. Di tengah inflasi, tarif Trump, Mega vs Netizen, India vs Pakistan, dan harga seblak yang makin mahal, tetap mampu memberi hiburan sejati. Jangan heran warkop selalu ramai oleh pengopi tanpa gula dan gula.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 58x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 53x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Powerful Kejagung

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00