• Latest
Kalijambe: Elegi Rem yang Menangis - 2025 05 09 13 50 20 | Musibah | Potret Online

Kalijambe: Elegi Rem yang Menangis

Mei 9, 2025
IMG_0573

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Kalijambe: Elegi Rem yang Menangis - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Musibah | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
Kalijambe: Elegi Rem yang Menangis - 2025 05 09 13 50 20 | Musibah | Potret Online

Kalijambe: Elegi Rem yang Menangis

Gunawan Trihantoro by Gunawan Trihantoro
Mei 9, 2025
in Musibah, Puisi Essay
Reading Time: 4 mins read
0
590
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Gunawan Trihantoro
Ketua Satupena Kabupaten Blora dan Sekretaris Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah

Sebanyak 11 orang tewas usai truk menabrak angkot di Purworejo, Jawa Tengah. Para korban tewas merupakan rombongan guru SD asal Mendut, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, yang hendak takziah. [1}


Mereka berangkat dengan tas berisi doa, bukan kapur.
Tiga mobil mengangkut guru-guru dari SD ITQ As Syafi’iyah, penjaga huruf-huruf Alif hingga Ya.

Di kursi belakang, Siti Nur Rodiyah masih memegang kertas daftar nama murid yang akan diuji esok.
“Kita hanya sebentar,” bisik Aulia Anggi, menyelipkan sebungkus kue untuk keluarga yang berduka.

Angkot itu bergerak pelan, seperti anak didik mereka yang baru belajar mengeja.
Tapi jalanan Purworejo-Magelang adalah guru yang kejam:
di Desa Kalijambe, di tikungan yang membisu, truk bermuatan pasir B 9970 BYZ datang membawa hukum gravitasi.

Remnya menangis, tapi tak ada yang mendengar.
“Kenapa kita berhenti?”
“Itu bukan lampu merah, Bu Guru. Itu langit yang runtuh.”

-000-

Di RSUD Tjokronegoro, lima perempuan dan satu lelaki berbaring dengan rapor terakhir:
nilai kesabaran sempurna, keikhlasan tanpa catatan.

Dokter Sastro Supadi membisikkan laporan ke langit-langit kamar mayat:
“Enam jiwa. Lima perempuan. Satu lelaki. Semua dari angkot yang ringsek”.

Di seberang kota, RSUD Tjitrowardoyo menerima lima tubuh lagi.
Seorang perempuan pemilik rumah, yang dindingnya kini jadi saksi bisu, masih menggenggam sapu di ruang gawat darurat.

Sapunya tak bisa membersihkan noda besi yang melekat di dinding.
Di antara mereka ada Melani Septiani Putri, yang pagi tadi masih mengajar doa Asmaul Husna. Kini, 99 nama-Nya terpatri luka di dahinya.

-000-

Pendopo SD ITQ As Syafi’iyah menjadi ruang ujian tanpa kunci jawaban.
Bhineke Giandika, seorang wali murid, memandang jam dinding yang berhenti di pukul 11:00.

“Mobil ketiga pasti terlambat,” gumamnya, tapi telepon genggam hanya mengulang nada sibuk.
Di sudut lain, seorang anak menggambar tiga mobil di buku tulis.

Dua di antaranya ia coret dengan pensil merah.
“Yang ini pulangnya lewat jalan lain, kan Bu?”
Guru-guru yang tersisa memandang papan tulis kosong.

Di sana tertulis kalimat terakhir sebelum berangkat:
“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan jalannya ke surga.”

Tapi hari ini, jalanan menjawab dengan bahasa berbeda.

-000-

“Aku hanya ingin berhenti,” rintih truk bermuatan pasir itu pada aspal yang meleleh.
“Tapi remku adalah puisi yang terpotong.”

ADVERTISEMENT

Pengemudinya, yang kini jadi tawanan kursi roda, berbisik pada penyidik:
“Di tanjakan itu, pedalku menjadi sajak yang patah”.

Di TKP, polisi mengukur jejak yang bukan jejak. Tak ada garis hitam pengereman, hanya serpihan kaca yang berkilau seperti bintang jatuh.

“Ini bukan kecelakaan,” kata seorang akademisi di berita televisi, “ini pertemuan antara angin yang lupa pada sayapnya”.

Baca Juga

a0874485-5883-4836-9faa-17bcddc8a681

Kepiting Dalam Baskom

Maret 29, 2026
Kalijambe: Elegi Rem yang Menangis - 8f8c9d08 898d 4718 b745 08d640c03203 | Musibah | Potret Online

Di Antara Takbir dan Keranda

Maret 23, 2026
Kalijambe: Elegi Rem yang Menangis - 63b4d1d1 d0e6 4ea7 9676 925e97dc1219 | Musibah | Potret Online

Siapa yang Tega Membunuh 180 Anak-Anak Sekolah

Maret 14, 2026

-000-

Mereka dikuburkan dengan tiga baris data:
Siti Nur Rodiyah, Guru kelas 3, ahli membuat anak-anak tertawa saat menghafal
Edi Sunaryo, Sopir angkot yang selalu mengingatkan murid pakai helm
Naely Nur Sa’diyah, Wanita yang rajin menyisihkan gaji untuk perpustakaan
… sampai 11 bait yang terpotong.

Di nisan mereka, keluarga menulis:
“Di sini terbaring seorang guru yang mengajar hingga detik terakhir, bahkan kematian pun harus antri mengambil ilmunya.”

-000-

Kini, di tikungan Kalijambe, warga memasang plang dari kayu bekas truk:
“Hati-hati, di sini, 11 guru mengajar kita tentang arti kepergian.”

Setiap malam, suara rem blong masih terdengar, bukan dari truk, tapi dari langit yang menangis untuk rombongan takziah yang tak sampai tujuan.


Rumah Kayu Cepu, 9 Mei 2025

CATATAN:
[1] Puisi esai ini ditulis dari kejadian 11 Korban Tewas di Purworejo Rombongan Guru SD yang Hendak Takziah sebagaimana yang diberitakan di https://news.detik.com/berita/d-7903870/11-korban-tewas-di-purworejo-rombongan-guru-sd-yang-hendak-takziah

• Kecelakaan melibatkan truk B 9970 BYZ dengan rem blong menabrak angkot berisi guru SD ITQ As Syafi’iyah.
• 11 korban tewas termasuk 6 orang di RSUD Tjokronegoro dan 5 di RSUD Tjitrowardoyo .
• Korban merupakan rombongan takziah ke KH Barzakki di Purworejo.
• Nama-nama korban termasuk Melani Septiani Putri dan Siti Nur Rodiyah.

Dan, puisi esai ini adalah monumen untuk 11 guru yang perjalanannya terpotong di tikungan Sejarah, di mana rem yang menangis harusnya jadi pelajaran, bukan epitaf.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 355x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 353x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 319x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 268x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 212x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare236Tweet148
Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro adalah seorang penulis kelahiran Purwodadi tahun 1974. Ia merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang mulai aktif menulis sejak masa kuliahnya. Karya-karyanya telah terbit di berbagai media cetak dan online. Gunawan aktif dalam berbagai komunitas kepenulisan, termasuk Satupena, Kreator Era AI, dan Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah. Selain itu, ia juga berkontribusi sebagai penulis buku-buku naskah umum keagamaan dan moderasi beragama di Kementerian Agama RI selama periode 2022–2024. Hingga kini, Gunawan telah menghasilkan puluhan buku, baik sebagai penulis tunggal maupun penulis bersama, yang memperkuat reputasinya sebagai salah satu penulis produktif di bidangnya.

Baca Juga

IMG_0573
Sejarah

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a
#Amerika

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi
Esai

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
Next Post
Kalijambe: Elegi Rem yang Menangis - 3520c459 a7d6 4820 bcc2 768804aa67ef | Musibah | Potret Online

Haji dan Dua Kota Suci: Miniatur Perjalanan Kehidupan

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com