• Latest
Menelisik Rumah Adat Situbondo Bersama Cak Tutun, Guru Tari Topeng dan Budayawan Lokal - 2025 05 04 14 27 58 | POTRET Budaya | Potret Online

Menelisik Rumah Adat Situbondo Bersama Cak Tutun, Guru Tari Topeng dan Budayawan Lokal

Mei 4, 2025
IMG_0573

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Menelisik Rumah Adat Situbondo Bersama Cak Tutun, Guru Tari Topeng dan Budayawan Lokal - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | POTRET Budaya | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
Menelisik Rumah Adat Situbondo Bersama Cak Tutun, Guru Tari Topeng dan Budayawan Lokal - 2025 05 04 14 27 58 | POTRET Budaya | Potret Online

Menelisik Rumah Adat Situbondo Bersama Cak Tutun, Guru Tari Topeng dan Budayawan Lokal

Anies Septivirawan by Anies Septivirawan
Mei 4, 2025
in POTRET Budaya
Reading Time: 1 min read
0
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

‎

Oleh: Anies Septivirawan
‎
‎Sinar matahari sore nyaris redup. Berwarna jingga. Syahdan, berganti rembang petang. Saya duduk bersila di atas lincak/amben bersama seorang guru tari topeng yang juga menurut saya, ia adalah budayawan lokal yang lahir di di Situbondo, Jawa Timur. Dialah Hosnatun yang kerap disapa Cak Tutun.
‎
‎Kami berdua mulai berbincang sersan (serius tapi santai) tentang rumah khas Situbondo. Dan dilanjutkan dengan wawancanda (wawancara sembari bercanda).
‎
‎Cak Tutun pun memulainya,
‎
‎”Semasa kecil, saya sering ikut kakek ketika membangun rumah milik warga keturunan Tionghoa atau China di pelosok – pelosok desa di Situbondo. Karena kakek saya dulu tukang membuat rumah. Nah, ketika kakek saya mau buat rumah di sekitar pelabuhan Kalbut, di sana membuat rumah “pacenan”. Bahasa pacenan ini adalah dialek. Ketika motif – motif rumah itu ditelusuri, ornamennya ada tiga macam. Ada macam Mandarin, China. Ada macam Kadhulung, madhure , juga ada macam Jepara. Nah, ternyata rumah pacenan itu orang China yang menggarap, jadi rumah “pacenan” itu berasal dari kata pacena- an, jadi yang mendesain rumah tersebut adalah orang – orang China yang datang ke Situbondo berabad-abad lalu,” papar Hosnatun.
‎
‎Hosnatun juga mengatakan bahwa, pada suatu saat ia akan menggelar sebuah acara workshop dan akan mengundang seluruh pekerja seni dan praktisi budaya di Situbondo untuk mengupas rumah khas Situbondo.
‎
‎”Khususnya para guru bidang seni budaya akan saya kumpulkan, dan semoga bupati Situbondo akan mendukung acara ini,” tandas pria berusia 75 tahun ini memecah keheningan malam di rumahnya.
‎
‎
‎

Baca Juga

76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
Menelisik Rumah Adat Situbondo Bersama Cak Tutun, Guru Tari Topeng dan Budayawan Lokal - 5de97004 0731 46d3 b7a2 38575dadc077 | POTRET Budaya | Potret Online

Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati

Maret 28, 2026
WhatsApp Image 2026-03-27 at 8.47.12 AM

Puisi-Puisi Nusantara Novita Sari Yahya

Maret 27, 2026

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 352x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 352x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 317x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 266x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 212x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare235Tweet147
Anies Septivirawan

Anies Septivirawan

Anies Septivirawan adalah penikmat tulisan seni sastra dan budaya. Ia gemar menulis puisi sejak tahun 1995 sampai saat ini. Ia bergabung dengan himpunan penulis penyair dan pengarang nusantara (HP3N) Kota Batu dan SATUPENA Jawa Timur. Anies Lahir di kelurahan Dawuhan, Situbondo, Jawa Timur. Aktivitasnya sehari-hari sebagai wartawan media online. Baginya, menulis adalah upaya mengusir ion -ion negatif di dalam tubuh agar tetap sehat dan panjang umur. Ia sudah menulis 3 buku antologi puisi tunggal dan puisi-puisinya juga menyemarakkan sejumlah buku antologi bersama. Puisinya dan tulisan lainnya juga pernah satu buku dengan Gol A Gong. Buku antologi puisi tunggalnya yang pertama berjudul "Luka dan Kota Sepi Literasi", yang kedua adalah "Menimang Rindu Senja Kala" dan buku yang ketiga berjudul "Dua Senja Menyulam Damai"

Baca Juga

IMG_0573
Sejarah

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a
#Amerika

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi
Esai

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
Next Post
Menelisik Rumah Adat Situbondo Bersama Cak Tutun, Guru Tari Topeng dan Budayawan Lokal - 2025 05 04 15 13 36 | POTRET Budaya | Potret Online

Aamiiin KAI

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com