• Latest

Membangun Budaya Literasi dari Pembiasaan Membaca

April 28, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Membangun Budaya Literasi dari Pembiasaan Membaca

Gunawan Trihantoroby Gunawan Trihantoro
April 28, 2025
Reading Time: 2 mins read
590
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Gunawan Trihantoro
(Sekretaris Kreator Era AI Jawa Tengah)

“Pembiasaan membaca teks di kalangan siswa merupakan pondasi penting untuk membangun budaya literasi yang kuat.”
– Dr. Mariman Darto, Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen RI

Baca Juga

Budaya Kekerasan dalam Masyarakat Modern.

Budaya Kekerasan dalam Masyarakat Modern.

Maret 21, 2026

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

Maret 30, 2026
Benarkah Bangsa Aceh Malas Menulis?

Benarkah Bangsa Aceh Malas Menulis?

Maret 10, 2026

Membiasakan siswa membaca teks adalah langkah awal yang menentukan dalam membangun kekuatan literasi suatu bangsa. Pernyataan Dr. Mariman ini mengingatkan kita bahwa budaya literasi tidak bisa lahir tanpa kebiasaan membaca yang berakar sejak dini.

Dalam dunia pendidikan, budaya literasi menjadi pilar utama yang menopang keberhasilan pembelajaran sepanjang hayat. Membaca teks bukan hanya soal memahami huruf, melainkan membuka pintu menuju pengetahuan, nilai, dan kebijaksanaan.

Penelitian menunjukkan bahwa siswa yang terbiasa membaca teks memiliki kemampuan berpikir kritis dan kreatif lebih tinggi. Ini membuktikan bahwa pembiasaan membaca tidak boleh dipandang sebelah mata dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa minat baca siswa masih tergolong rendah meski ketersediaan bacaan semakin melimpah. Kondisi ini menegaskan bahwa pembiasaan membaca harus dirancang sedemikian rupa agar menjadi kebutuhan, bukan sekadar kewajiban.

Mendorong siswa membaca tidak harus selalu melalui cara konvensional. Cerita inspiratif, artikel populer, hingga buku bergambar dapat menjadi jembatan yang efektif untuk menumbuhkan kecintaan terhadap literasi sejak usia dini.

Seperti yang ditekankan Dr. Mariman, membangun budaya literasi adalah proses panjang yang membutuhkan konsistensi, kesabaran, dan sinergi semua pihak. Guru, orang tua, bahkan komunitas harus menjadi ekosistem pendukung yang aktif dalam pembiasaan ini.

Literasi yang kuat memperkaya kemampuan individu dalam memahami informasi, berpikir logis, dan membuat keputusan berbasis data. Di tengah banjir informasi saat ini, literasi menjadi senjata untuk memilah fakta dari opini dan hoaks.

Selain memperkaya nalar kritis, budaya literasi juga memperkuat karakter bangsa yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing. Membaca teks memperluas cakrawala berpikir dan menumbuhkan semangat kolaborasi di tengah keberagaman global.

Pembiasaan membaca yang dilakukan secara berkesinambungan akan membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga bijaksana. Setiap teks yang dibaca adalah fondasi kecil yang menopang kokohnya bangunan masa depan bangsa.

Maka, seruan Dr. Mariman menjadi pengingat bahwa revolusi literasi nasional harus dimulai dari langkah sederhana, yakni membiasakan membaca teks setiap hari, dengan semangat penuh cinta dan harapan besar.

ADVERTISEMENT

Rumah Kayu Cepu, 27 April 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 255x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Menguatkan Guru di Tengah Dinamika Kurikulum

Menguatkan Guru di Tengah Dinamika Kurikulum

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com