POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Catatan Perjalanan Jalan-jalan

Saksi Bisu

Redaksi by Redaksi
April 23, 2025
in Jalan-jalan
0
Saksi Bisu - 1000525727_11zon | Jalan-jalan | Potret Online

Oleh : Saiful Bahri

Akulah Saksi Bisu!

Baca Juga
  • Saksi Bisu - 64c73037 b13b 470b b10d dfb2dbab2e72 | Jalan-jalan | Potret Online
    Jalan-jalan
    Sajak-Sajak Rosli K. Matari
    06 Des 2024
  • Saksi Bisu - d60232e1 42e3 43d6 a6f9 df4208994f22 | Jalan-jalan | Potret Online
    Jalan-jalan
    Prof.Dr.Wahyu Wibowo : Menelusuri Imaji Liar dalam Puisi Memukau Karya Pulo Lasman Simanjuntak
    09 Jan 2025

Di segala terang, di segala gelap, di segala gerak, di segala diam, di segala zuhud, di segala buruk dan caci-maki, hadir adaku hanyalah saksi bisu. Maka, kusaksikanlah berlaksa-laksa dengki dan tipu-tipu yang ditebar dari pesona yang dikemas dengan sungguh sangat mempesona. Kulaluilah jalan engkau dan jalan-jalan mereka yang hakikatnya bertebar duri, tetapi teringkari dengan empuknya rentang permadani.
Seketika itu juga kusesal segala harap, kutepis segala rindu, kubungkam segala pilu, kutindih-tindih segala janji, lalu kupendam segalanya di liang-liang sempit batu karang hati, yang mati riak ombaknya dari dada laut engkau dan laut-laut mereka. Dipicu segala sesat itu, di akhir sisa-sisa sadar engkau dan sadar mereka, sempat-sempatnya engkau dan mereka bersepakat untuk jadikan aku saksi! Saksi Bisu!

Akulah Saksi Bisu!

Baca Juga
  • Saksi Bisu - 550A5D06 804A 492B ACCA 2F9062D13366 | Jalan-jalan | Potret Online
    Jalan-jalan
    HABA Si PATok
    21 Mar 2025
  • C2BA8137-6176-4960-91AB-9D2828AF285F_11zon
    Pendidikan
    Program Peduli SDIT Muhammadiyah Manggeng,
    09 Feb 2022

Begitulah adaku. Hanya saksi. Dan sungguh bisu. Hanya mempersaksi-saksikan saja. Sungguh sangat leceh dan remeh ulah-ulah yang terus engkau dan mereka lakonkan. Fitnah, kianat, bohong, picik, sirik, munafik, amarah, gorok-gorok, tumpah darah, lalu makan daging sesamamu dengan semangat purba begitu lihai dan asyik engkau dan mereka tekuni. Maka, berbanggalah engkau! Berbanggalah mereka! Tersanjunglah harkat dan martabat engkau dan mereka. Semakin angkuhlah engkau dan mereka, serentak bersorak dan bertepuk-tepuk dada yang sempit, seolah-olah semesta ini punyanya engkau dan mereka. Aku hanya mempersaksi-saksikan saja. Aku hanya saksi! Dan sungguh aku sangat bisu!

***

Baca Juga
  • Saksi Bisu - ca7c39f0 08e0 40fa 86ce cbce73f8f0e6 | Jalan-jalan | Potret Online
    #Petaka
    Nias 2005: Mengukir Sejarah, Menyelamatkan Arsip
    26 Mar 2025
  • 02
    Jalan-jalan
    Segala Urusan Akan Dimudahkan Jika Kita Mencintai Anak Yatim
    05 Mar 2018

Sebagai saksi bisu, pagi ini aku sungguh merasa sangat berbahagia. Bahagiaku terbersit karena ini adalah pagi yang lain, pagi sempurna dari segala pagi, ketika statusku sebagai saksi bisu kini sudah dicabut. Aku tak lagi bisu. Aku kini jadi saksi hidup.

Maka, sebagai saksi hidup aku akan bersaksi atas segala yang kusaksikan atas segala engkau dan segala mereka. Aku akan jujur bersaksi atas segala ketelanjuran jujur-jujur semu yang pernah engkau dan mereka sumpahkan demi tegaknya keadilan dan pembangkangan-pembangkangan yang diagung-agungkan.

Aku, catatan perjalanan hidup diri dari sekujur jasad engkau dan mereka, akan naik saksi atas segala benar dan salahnya engkau dan mereka dengan sebenar-benarnya, sejujur-jujurnya dan polos utuh apa adanya.

“Cukup! Stop ocehan tak bermanfaat itu!”koar mulut ceriwis engkau dan mereka serentak, masih dengan suara tinggi dan sombong.

Aku tak peduli. Aku terus membeberkan kesaksian-kesaksian atas engkau dan mereka, karena bungkam bisu bukan milikku lagi. Kececar semua sanggah dan kutebar semua detil tentang segala engkau dan mereka. Tak satupun kulewatkan. Sungguh aku kini merasa sangat merdeka. Sungguh aku nikmati kemerdekaan ini.

“Bohong itu semua!”hardik mulut engkau dan mereka masih menyanggah, terus mencoba membela diri.

Aku semakin tak peduli, karena kini bukti-bukti mulai ditunjukkan. Dokumen rekaman biografi perjalanan hidup engkau dan mereka mulai diputar. Sungguh sangat terang tampilan gambar di film dokumenter itu. Tak ada sedikit pun trik atau efek kamera yang memanipulasi adegan per adegan dalam film itu. Begitu bersahaja. Apa adanya.

Dalam takzim unjuk kesaksian, engkau dan mereka terbelalak-belalak menonton film dokumenter itu. Terkaget-kaget bercampur heran menyaksikan diri yang begitu lihai dan profesional memerankan dan menyutradarai sendiri film dokumenter yang engkau dan mereka produksi sendiri. Indah sekali skenario dan jalan ceritanya, sampai-sampai aku, engkau dan mereka sama-sama terpana. Lalu terpekur dalam-dalam, menyesali sesal yang selalu hinggap di ujung jalan.

Banda Aceh, 21 September 2007

Bio Data :

SAIFUL BAHRI, lahir di Banda Aceh, 29 Juli 1969. Alumnus Institut Ilmu Pemerintahan Jakarta, Jurusan Politik Pemerintahan (1998).Menulis sejak masih di bangku SMU. Aktif dalam berkesenian sehingga dipercaya menjadi Pengurus Dewan Kesenian Banda Aceh (DKB) sudah dua periode (1999 – 2003 dan 2004 – 2007), Tergabung dalam sebuah lembaga kebudayaan Lapena (Institute for Culture and Society) serta menye-mangati kaum muda untuk kreatif melalui lembaga AMuK Community (Komunitas Aceh Muda Kreatif). Menulis cerpen dan novel, esai, artikel serta tulisan budaya lainnya di media lokal dan nasional sejak tahun 1989. Sebuah novelnya Terbuai Mimpi  diterbitkan Balai Pustaka Jakarta  tahun 1991. Cerpen-cerpennya termuat dalam Titian Laut III (Dewan Bahasa dan Pustaka – Malaysia, 1991)  Antologi Sastra Seulawah (Yayasan Nusantara Jakarta, 1995), Antologi Cerpen HAM Remuk (Dewan Kesenian Banda Aceh, 2000) dan Antologi Sastra Putroe Phang (Dewan Kesenian Aceh, 2002). Hikayat Sang Gila (Fima Rodheta Jakarta, 2005) adalah novelnya yang berbau surealis. Terakhir mengagas dan menekuni penulisan serta menulis cerpen mini di Aceh. Alamat terakhir Gampong Gue Gajah  Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh.

Previous Post

Ketika Hari Bumi Disambut dengan Lautan Sampah Plastik

Next Post

Dimana Letak Suara Kita dalam Pembangunan Bangsa?

Next Post
Saksi Bisu - 99840128 d4ca 41aa a17a 4104b004adac | Jalan-jalan | Potret Online

Dimana Letak Suara Kita dalam Pembangunan Bangsa?

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah