• Latest
Laboratorium Rasa Takut - images 5 | Puisi Essay | Potret Online

Laboratorium Rasa Takut

April 6, 2025
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Laboratorium Rasa Takut - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Puisi Essay | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
Laboratorium Rasa Takut - images 5 | Puisi Essay | Potret Online

Laboratorium Rasa Takut

Gunawan Trihantoro by Gunawan Trihantoro
April 6, 2025
in Puisi Essay
Reading Time: 2 mins read
0
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Gunawan Trihantoro

Edy Meiyanto, guru besar Fakultas Farmasi UGM, terjerat kasus kekerasan seksual. Berdasarkan hasil investigasi satgas PPKS UGM, terungkap modus pelaku. [1]


Di sini, di antara dinding-dinding yang hafal
setiap rumus molekul, setiap teori farmasi,
kau berdiri dengan jas lab putihmu,
seperti dewa kecil yang memegang kunci nilai.

Tapi hari ini, bukan struktur kimia yang kau ajarkan,
bukan dosis obat yang kau hitung.
Hari ini, kau ukir ketakutan di mata mahasiswimu,
dengan tangan yang seharusnya menulis persamaan,
bukan merobek batas tubuh.

-000-

“Kita harus diskusi privat,” katamu.
“Kamu butuh bimbingan ekstra.”
Kelas kosong, lampu redup,
pintu terkunci, seperti kotak pandora
yang hanya kau yang punya kunci.

Baca Juga

a0874485-5883-4836-9faa-17bcddc8a681

Kepiting Dalam Baskom

Maret 29, 2026
Laboratorium Rasa Takut - 8f8c9d08 898d 4718 b745 08d640c03203 | Puisi Essay | Potret Online

Di Antara Takbir dan Keranda

Maret 23, 2026
Laboratorium Rasa Takut - 63b4d1d1 d0e6 4ea7 9676 925e97dc1219 | Puisi Essay | Potret Online

Siapa yang Tega Membunuh 180 Anak-Anak Sekolah

Maret 14, 2026

Kau hitung mundur sebelum menyentuh:
“Kamu mau lulus, kan?”
“Jangan bilang siapa-siapa.”
Kau tahu mereka tak punya pilihan,
karena kau adalah sistem,
dan sistem tak pernah bersalah.

-000-

Aku tidak menangis saat kau sentuh leherku,
karena air mata terlalu mahal
untuk dibayar dengan nilai A.

Aku tidak berteriak,
karena suaraku sudah kau simpan
di laci meja kerjamu,
bersama surat-surat rekomendasi
dan sertifikat penghargaan.

-000-

Oh, almamater!
Kau bangga dengan rankingmu,
tapi lupa bahwa di balik piala-piala,
ada tubuh-tubuh yang gemetar
setiap mendengar langkah dosen
melewati koridor.

Di sini, keadilan adalah tesis yang belum selesai,
disertasi yang tak pernah dipertahankan.
Karena ketika korban berbicara,
yang terdengar hanya bisikan:
“Jangan rusak nama kampus.”

-000-

Kini kau duduk di kursi pesakitan,
jas labmu diganti rompi tahanan.
Tapi aku tahu,
hukum hanya akan memberimu hukuman,
bukan mengembalikan
segala yang kau ambil dengan paksa.

Aku masih terbangun di malam hari,
merasakan tanganmu seperti racun
yang tak bisa diurai
oleh semua obat di laboratoriummu.


Rumah Kayu Cepu, 5 April 2025

CATATAN:
[1] Puisi esai ini terinspirasi dari kasus kekerasan seksual yang melibatkan guru besar Farmasi UGM seperti dilaporkan Detik Jogja di https://www.detik.com/jogja/berita/d-7854793/terungkap-ini-modus-guru-besar-farmasi-ugm-lakukan-kekerasan-seks?mtype=mpc.ctr.A-boxccxmpcxmp-modelA

ADVERTISEMENT

• “Kekerasan seksual bukan hanya tentang sentuhan, tapi tentang penghancuran hak untuk merasa aman.”

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 350x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 350x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 315x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 264x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 210x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare235Tweet147
Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro adalah seorang penulis kelahiran Purwodadi tahun 1974. Ia merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang mulai aktif menulis sejak masa kuliahnya. Karya-karyanya telah terbit di berbagai media cetak dan online. Gunawan aktif dalam berbagai komunitas kepenulisan, termasuk Satupena, Kreator Era AI, dan Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah. Selain itu, ia juga berkontribusi sebagai penulis buku-buku naskah umum keagamaan dan moderasi beragama di Kementerian Agama RI selama periode 2022–2024. Hingga kini, Gunawan telah menghasilkan puluhan buku, baik sebagai penulis tunggal maupun penulis bersama, yang memperkuat reputasinya sebagai salah satu penulis produktif di bidangnya.

Baca Juga

feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a
#Amerika

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi
Esai

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib
#Cerpen

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
Next Post

BENGKEL OPINI RAKyat

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com