• Latest
EMPATI PENYAIR DAN MUSISI DUNIA BUAT KRAKATOA

APA ARTI PUISI

Maret 23, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

APA ARTI PUISI

Redaksiby Redaksi
Maret 23, 2025
Reading Time: 2 mins read
EMPATI PENYAIR DAN MUSISI DUNIA BUAT KRAKATOA
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Tulisan tahun 2022, di halaman TISI Rubrik Inspirasi Berwacana

Oleh Erndra Achaer

Puisi-puisi bertebaran di mana-mana. Di semua media publikasi, media sosial, komunitas-komunitas sastra FB. Perkembangan teknologi memudahkan semua orang bisa menampilkan karya tanpa kurasi. Mungkin berlaku seleksi alam. Yang tak mampu bertahan menyuguhkan sesuatu yang beda, ditambah ketidakkonsistenan berkarya akan tenggelam. Semua bisa mengunggah, dan semua bisa membaca. Baik yang mengerti puisi atau pun tidak.

Dan hari ini euforia berbagi puisi memperingati Hari Puisi Sedunia terbaca. Siapa saja bisa. Berserak di semua tempat. Berhamburan di beranda sosmed. Menghias linimasa. Dengan bermacam warna, bermacam cerita, bermacam tema, bermacam gaya. Ada yang mengeluh, ada yang tertawa, ada yang berteriak, memeluk, merintih, memekik, menggelitik. Dari yang samar tak jelas sampai yang lugas, tegas. Dari yang terkesan abal-abal sampai yang terlihat hapal. Hapal teori, hapal diksi, terbungkus fiksi klise. Atau yang merdeka mengusung kebebasan. Kebebasan yang cenderung kebablasan. Dengan pikiran tak untuk dinilai. Namun terbiasa merasa bernilai.

Terlepas ada tujuan terarah, atau hanya karya payah. Tak jarang sekadar rasa tercurah. Melepas gundah. Semua membawa arti. Arti untuk diri yang pasti. Jika bicara arti untuk sesama, apalagi dunia, kita digoda tanya. Puisi macam apa yang sudah kita bagikan? Puisi bermakna seharusnya. Mengulik sisi kemanusiaan, menyeru ketimpangan sosial, mengeritik politik, dan semua yang serupa itu. Lalu, sudahkah puisi yang mungkin idealis, realis itu membawa perubahan? Atau yang lebih sederhana, dibaca, didengar, dipahami, menuai reaksi komponen-komponen kehidupan. Adakah efek pada kehidupan, lingkungan sekitar, perbaikan kondisi alam, perubahan situasi dunia menjadi lebih baik? Mampukah puisi menjadi pioner perubahan itu?
Bila tidak, artinya makna yang terkandung dalam puisi itu sirna. Menguap begitu saja dihembus angin sore yang garing. Di kegairahan musim semi puisi.

Pernahkah terpikir puisi-puisi kita ke mana? Atau sebab sudah terlepas, lantas membiarkan dia menemu nasibnya sendiri. Hidup atau mati, tak peduli. Hilang atau bertahan. Lupakan saja.

Kembali pada tanya, apa arti puisi. Ada atau tidak, apakah dunia peduli?

Baca Juga

76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
a0874485-5883-4836-9faa-17bcddc8a681

Kepiting Dalam Baskom

Maret 29, 2026
5de97004-0731-46d3-b7a2-38575dadc077

Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati

Maret 28, 2026

“Selamat Hari Puisi Sedunia 21 Maret 2022”

Salam kreatif, salam inspirasi.


GAMANG

Meradang
Puisi meriang
Dalam diksi mabuk kepayang

Aku pulang
Sambil memunguti kleang
Yang terserak menghalang

Benakku bertanya
Pada batin yang terpana
Masih terus bersia-sia?

Tangerang, 21 Maret 2022.R
Kleang: daun menguning yang terjatuh, daun kering

ADVERTISEMENT

CC:
Pengasuh rubrik Inspirasi Berwacana

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 334x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 296x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 278x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 250x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 189x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Hadiah Dari Raja : Kisah Arnold Palmer dan Raja Arab Saudi

Hadiah Dari Raja : Kisah Arnold Palmer dan Raja Arab Saudi

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com