• Latest

Mantan

Februari 19, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Mantan

Don Zakiyamani by Don Zakiyamani
1 tahun ago
in Artikel
Reading Time: 4 mins read
A A
0
590
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Don Zakiyamani

Suatu hari bersama Bara ngobrolin soal mantannya. Sambil menghadirkan rezeki, Bara cerita soal mantannya yang kini masih bersarang di hatinya. Ia bercerita soal peluang besar yang lenyap karena ketidakberanian.

Ya, seperti pinalti yang tidak gol. Bukan karena penjaga gawang hebat namun bola melambung ke udara mencari bintang di siang hari.

Berdasarkan ingatan Bara, ia dan Afna sejatinya punya peluang bersama. Menikah dan punya anak 11 orang barangkali, seperti kisah-kisah romansa di novel, cerpen, TV, maupun mitologi Yunani.

Namun kisahnya tak begitu, meski sempat dekat dengan Afna, ia malah ditinggal kawin.Tidak ada yang salah, semua lumrah dalam dunia.kenyataan. Tidak semua mimpi menjadi kenyataan, tidak semua kenyataan diawali mimpi.

Pastinya, Bara begitu bahagia ketika menceritakan kisah orang yang dicintai. Malam itu, ia bercerita seolah-olah ada Afna di depan kami. Begitulah psikologis manusia yang masih mencintai meski ia pasti membantah.

Faktanya, setiap kali membicarakan Afna, akan tampak wajah Bara yang ceria. Senyum sesekali sebagai tanda sedang mengingat kisah-kisah romantis di masa lalu. Sesekali nada menyesal hadir, suaranya agak lirih, hening, wajah penuh penyesalan.

Sebenarnya kisah ini banyak terjadi dan biasa saja. Kenangan bersama mantan itu patut dikenang atau dibuang, itu pilihan. Setiap orang punya konsep berbeda soal mantan.

Pastinya, mantan adalah seseorang yang berkontribusi dalam kisah hidup kita. Entah itu baik atau tidak menurut kita, ia hadir atas izin Yang Maha Kuasa. Tentu distempel oleh kita pula. Sehingga tak perlu menyesali sesuatu yang pernah kita nikmati.

Jangan hanya melihat ending yang tak indah, senyumin saja hasil akhir. Karena sebuah akhir adalah awal dari yang akan kita jalani. Syukur saja. Itu lebih berguna bagi kesehatan jiwa dan badan. Dengan demikian, pikiran jernih melihat ke depan.

Bila pikiran jernih, air yang keruh sekalipun dapat dijadikan air bersih sebagaimana PDAM lakukan selama ini. Namun bila pikiran keruh, air mineral sekalipun enggan kita minum hingga datang penyakit ginjal dan penyakit badaniah lainnya.

Bara kembali menarik nafas, sebatang rokok kretek di tangan. Ia seolah sedang membuka folder Afna, ada beberapa file menarik di dalamnya. Misalnya file saat karokean di sebuah hotel mewah. Afna menyanyikan sebuah lagu yang seolah tanda bahwa ia terlalu lama menunggu di halte harapan.

Bara kembali menarik nafas. Kembali nada penyesalan hadir. Barangkali begitu mendalam. Namun bak pepatah mengatakan; ‘dalamnya lautan dapat diukur dalamnya hati manusia siapa yang tahu’. Saya tak ingin berspekulasi soal hati Bara malam itu.

Namun demikian, rasa lelah seharian mengais rezeki seolah lenyap. Bara semangat bercerita soal mantan yang paling berkesan itu. Sebelumnya Bara juga bercerita soal mantannya yang masih menghubungi. Bahkan saat si mantan sudah hamil, sontak Bara marah pada mantannya sembari memberi nasehat.

“Jangan lagi hubungi saya, belajarlah mencintai suamimu”, ucap Bara dengan nada tegas. “Sudah biasa makan bakso, kok mie bangladesh terasa kurang pas”, begitu alasan mantan pada Bara. Namun Bara berkata; ” makan saja mie bangladesh, syukuri yang ada”, tegas Bara.

Episode ini berakhir malam itu, ucap Bara kepada saya sambil tersenyum. Ya, Bara tampak sadar, si mantan sudah milik pria lain. Ia tak ingin mengambil kesempatan di saat mantan datang penuh penyesalan.

Meski bubur tetap dapat dimakan dengan berbagai varian, Bara lebih memilih nasi ketimbang nasi yang sudah menjadi bubur. Kehidupan memang penuh dinamika. Menikmati dinamika butuh rasa syukur. Tidak perlu sedu-sedan yang bisa bikin edan. Toh hidup ini singkat, mengapa harus disia-siakan dengan penyesalan yang tiada akhir.

Sejatinya sedih dan senang levelnya sama, sebuah rasa yang tidak abadi. Silakan senang tapi jangan terlalu, silakan sedih secukupnya. Keduanya akan berganti, cepat maupun lambat.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Seorang ibu yang melahirkan anak, di awalnya penuh rasa sakit namun begitu si bayi lahir, ibu pun senang. Padahal, baru saja ibu mempertaruhkan nyawanya.

ADVERTISEMENT

Lihatlah mereka yang begitu senang saat menang pilkada, dan begitu sedih saat kalah. Sebentar saja, hal itu akan berganti. Meski kalah, ia akan merasakan senang. Bisa fokus dengan istri dan anak sambil ngopi di manapun.

Pemenang, meski senang, akan diatur jadwal. Ia kehilangan kebebasan. Anak-istri bisa lebih sedih karena sulit ketemu dan becanda dengan ayah mereka.

Demikian pula dengan mantan Bara. Awalnya begitu senang menikah, ternyata harapan tak sesuai kenyataan. Ia pun bersedih. Sementara Bara malah sebaliknya. Lebih bahagia setelah berpisah dari mantannya itu.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 334x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 296x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 278x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 250x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 189x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Page 1 of 2
12Next
SummarizeShare236Tweet148
Don Zakiyamani

Don Zakiyamani

Penikmat kopi tanpa gula

Next Post

Satu Menteri Sudah Tumbang

Fakta dan Data Hukum Yang Tidak Diperlukan Dalam Realitas Sosial

Janganlah Wariskan Negeri Ini Rusak Parah Kepada Anak Cucu 

Bitcoin untuk Zakat: Solusi atau Masalah?

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com