• Latest
Tidak Ada yang Abadi, Semuanya Berubah:Cerita Masa Kecil - IMG 20250214 WA0002 | Cerita | Potret Online

Tidak Ada yang Abadi, Semuanya Berubah:Cerita Masa Kecil

Februari 14, 2025
IMG_0573

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Tidak Ada yang Abadi, Semuanya Berubah:Cerita Masa Kecil - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Cerita | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
Tidak Ada yang Abadi, Semuanya Berubah:Cerita Masa Kecil - IMG 20250214 WA0002 | Cerita | Potret Online

Tidak Ada yang Abadi, Semuanya Berubah:Cerita Masa Kecil

Siti Hajar by Siti Hajar
Februari 14, 2025
in Cerita, Gampong, Kenangan
Reading Time: 3 mins read
0
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh: Siti Hajar

Saya ingin bercerita tentang masa kecil yang saya ingat. Bagaimana orang tua kami melibatkan kami, para bocah untuk membantu membereskan rumah, semisal mencuci piring, membantu memasak, mencabut rumput di pekarangan rumah, membantu mengangkat tanah untuk menimbun pelebaran dapur rumah. 

Pekerjaan yang paling sering adalah memikul kayu bakar dari kebun kakek ke rumah kami, yang berjarak tidak sampai satu kilometer. Atau mengutip biji melinjo yang jatuh berserakan di bawah pohonnya. Sesekali jika kami beruntung kami bisa makan durian. Tidak jarang buah yang jatuh ada sisi yang kosong karena keduluan tupai. 

Kami tahu pekerjaan ini tidak ringan. Namun, ada kegembiraan tersendiri dalam setiap tugas yang diberikan. Begitu berangkat menuju kebun kakek untuk mengambil kayu bakar, kami berlomba siapa yang paling kuat membawa kayu terbanyak. 

Saat mencabut rumput atau mengangkat tanah untuk menimbun dapur, kami pun tidak sekadar bekerja. Ada tawa, ada teriakan-teriakan kecil saat kami bekerja. Tentu saling menyemangati agar pekerjaan cepat selesai. Ibu hanya menggelengkan kepala sambil sesekali tersenyum, melihat kami menikmati proses bekerja sambil bermain.

Baca Juga

Kenangan yang terlupakan di cermin

Kehilangan Cinta Secara Karena Egois

Maret 27, 2026
Tidak Ada yang Abadi, Semuanya Berubah:Cerita Masa Kecil - 2025 08 12 18 38 43 | Cerita | Potret Online

Anak Tuli dan Buta yang Berhasil Menjadi Penulis Terkenal

Agustus 12, 2025
Tidak Ada yang Abadi, Semuanya Berubah:Cerita Masa Kecil - 2025 08 08 20 18 38 | Cerita | Potret Online

İbuku  yang Tangguh

Agustus 8, 2025

Namun, bagian yang paling kami nantikan tentu saja adalah jeda makan siang. Ibu sudah menyiapkan hidangan sederhana yang terasa seperti jamuan istimewa. Bubur kacang hijau yang harum, kolak ubi yang manis, pisang goreng yang renyah, serta godok-godok yang hangat. Jika sedang beruntung ada timun kerok yang dingin, ada juga lughok, adonan pisang dan tepung ketan dikukus lembut dan mengenyangkan. 

Kami duduk melingkar di atas tikar, menikmati setiap gigitan dengan rasa syukur. Tangan-tangan kecil kami yang sebelumnya berlumuran tanah kini menggenggam sendok dengan penuh semangat. Tidak ada yang lebih nikmat daripada makanan buatan ibu setelah seharian bekerja bersama.

Setelah makan siang dan beristirahat sejenak, kami kembali melanjutkan pekerjaan yang tersisa. Matahari sudah mulai condong ke barat, dan udara menjadi sedikit lebih sejuk. Kami kembali ke kebun untuk mengambil sisa kayu bakar yang belum sempat diangkut. Kadang-kadang orang tua kami bercerita tentang masa mudanya, bagaimana ia juga dulu melakukan pekerjaan serupa.

Saat ini, ketika mengingat kembali masa-masa itu, saya menyadari bahwa kebahagiaan sejati tidak selalu datang dari hal-hal besar. Ia sering kali hadir dalam bentuk sederhana: kerja sama, canda tawa, dan makanan hangat yang dibagi bersama. Orang tua kami tidak hanya mengajarkan nilai kerja keras, tetapi juga bagaimana menemukan kebahagiaan dalam kesederhanaan. Sebuah pelajaran yang, tanpa sadar, menjadi bekal berharga sepanjang hidup kami.

Bagi saya, kenangan ini lebih dari sekadar cerita masa kecil. Ini adalah bukti bahwa kesederhanaan bisa melahirkan kebahagiaan yang mendalam. Dan saya ingin terus berbagi cerita ini, karena mungkin di luar sana, ada anak-anak yang juga tengah belajar menemukan kebahagiaan dalam kebersamaan yang sederhana.

Ketika pekerjaan akhirnya selesai, ada perasaan bangga yang menyelimuti kami. Kami tidak hanya membantu orang tua, tetapi juga merasa menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar. Keringat yang menetes bukanlah beban, melainkan tanda bahwa kami telah berkontribusi dalam menjaga rumah kami tetap hangat dan nyaman. Malam itu, setelah semua lelah, kami tidur dengan senyum di wajah, menantikan petualangan kerja bersama lainnya di minggu-minggu berikutnya.

Generasi penerus kami tidak lagi mengalami hal yang sama. Memasak kini menggunakan kompor gas, dan kayu bakar tak lagi menjadi kebutuhan utama. Hanya saat kenduri besar, ketika bahan bakar yang dibutuhkan lebih banyak, kayu bakar kembali digunakan.

ADVERTISEMENT

Zaman terus bergerak. Tidak ada yang abadi, semuanya berubah. Aku berubah, kamu berubah, mereka pun berubah. Demikianlah kehidupan berjalan. []

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 355x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 353x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 319x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 268x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 212x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare235Tweet147
Siti Hajar

Siti Hajar

Siti Hajar adalah seorang perempuan lahir di Sigli pada 17 Desember. Saat ini tinggal di Banda Aceh dan bekerja sebagai tenaga kependidikan di Fakultas Pertanian USK. Menggemari dunia literasi karena baginya menulis adalah terapi dan cara berbagi pengalaman. Beberapa buku yang sudah cetak, di antaranya kumpulan cerpen, “Kisah Gampong Meurandeh” Novel, Sophia dan Ahmadi, Patok Penghalang Cinta, Beberapa novel anak, di antaranya The Spirit of Zahra, Mencari Medali yang Hilang, Petualangan Hana dan Hani. Ophila si Care Taker. Dan buku Non Fiksi, Empati Dalam Dunia Kerja (Bagaimana Menjadi Bos dan karyawan yang Elegan) Ingin berkomunikasi lebih lanjut bisa menghubungi nomor WhatsApp 085260512648. Email: sthajarkembar@gmail.com

Baca Juga

IMG_0573
Sejarah

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a
#Amerika

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi
Esai

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
Next Post
Tidak Ada yang Abadi, Semuanya Berubah:Cerita Masa Kecil - 1000335525 | Cerita | Potret Online

Puisi- Puisi Tasya Febrianda

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com