HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Bulan Oktober 2025

Oktober 7, 2025

Lomba Menulis Agustus 2025

Juli 31, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Bulan Oktober 2025

Oktober 7, 2025

Lomba Menulis Agustus 2025

Juli 31, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Maraknya Tawuran Antar Pelajar di Negara Kita

Redaksi by Redaksi
Juni 12, 2017
in Kekerasan, Lensa, Psikolog, Remaja
Reading Time: 3 mins read
0
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

sumber: okezone.com

Oleh Milazia Putri
Mahasiswi Psikologi Universitas Syiah Kuala ( Unsyiah ) Darussalam, Banda Aceh

Tawuran, sepertinya sudah menjadi bagian dari budaya bangsa Indonesia, sehingga jika mendengar kata tawuran, sepertinya masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi. Berita tawuran antar pelajar sekolah, sering menghiasi media massa. Tawuran antar pelajar sekolah maupun tawuran antar remaja semakin menjadi semenjak terciptanya geng-geng. Perilaku anarkis selalu dipertontonkan di tengah-tengah masyarakat, sehingga mereka sudah tidak merasa malu dengan tindakan tidak terpuji dan mengganggu ketenangan masyarakat tersebut. Malah mereka sepertinya terlihat bangga akan tindakan ‘sok jagoan’ tersebut. Seorang pelajar seharusnya tidak melakukan tindakan anarki tersebut. Seharusnya sebagai pelajar bisa menjadi panutan dengan prestasi-prestasi yang didapatnya.

Baca Juga

Air Keras di Tengah Malam Jakarta

Air Keras di Tengah Malam Jakarta

Maret 14, 2026
Ketahanan Remaja, Ketahanan Bangsa

Ketahanan Remaja, Ketahanan Bangsa

Maret 2, 2026
Derita Guru Agama Dianiaya Kepala Sekolah

Derita Guru Agama Dianiaya Kepala Sekolah

Februari 8, 2026

Dalam kamus bahasa Indonesia “tawuran “dapat diartikan sebagai perkelahian yang meliputi banyak orang. Pelajar adalah seorang remaja yang belajar. Menurut Ali dan Asrori dalam Mulyana remaja disebut adolescence, berasal dari bahas Latin adolescere yang artinya “tumbuh atau tumbuh untuk mencapai kematangan”. istilah adolescence sesungguhnya memiliki arti yang luas, mencakup kematangan mental, emosional, sosial, dan fisik. Jadi tawuran antar pelajar adalah perkelahian yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mana perkelahian tersebut dilakukan oleh pelajar antar sekolah.

Secara psikologis, perkelahian yang melibatkan pelajar usia remaja digolongkan sebagai salah satu bentuk kenakalan remaja (juvenil deliquency).

Berikut beberapa faktor penyebab tawuran antar pelajar yang di analisa dengan teori psikologi.

Menurut Jean Piaget Masa remaja masuk pada tahap pemikiran operasional formal. Yang mana pada masa ini, mereka mencoba menyusun hipotesis dan menguji berbagai alternatif pemecahan masalah hidup sehari-hari, mulai menyadari keberadaan masalah-masalah di sekelilingnya. Salah satunya, bagaimana membuktikan solidaritas atau kesetiakawanan. Logisnya mengatakan supaya ia mengikuti segala aturan kelompok, walaupun aturan kelompok itu negatif, misalnya tawuran. Ini adalah salah satu bentuk uji coba pemecahan masalah mereka.

Menurut teori perkembangan kepribadian Erikson, remaja masuk pada tahap Identitas vs kekacauan identitas. Di dalam tahap ini lingkup lingkungan semakin luas, tidak hanya di lingkungan keluarga atau sekolah, namun juga di masyarakat. Pencarian jati diri mulai berlangsung dalam tahap ini. Pertanyaan, Who am I semakin menguat. Apabila seorang remaja dalam mencari jati dirinya bergaul dengan lingkungan yang baik, maka akan tercipta identitas yang baik pula. Namun sebaliknya, jika remaja bergaul dalam lingkungan yang kurang baik maka akan timbul kekacauan identitas pada diri remaja tersebut. Selanjutnya, Richard Logan, mengutarakan bahwa pada masa ini, akan ada suatu mekanisme pertahanan untuk mengurangi kecemasan yang timbul akibat kekacauan identitas, yaitu munculnya identitas negatif. Identitas negatif ini akan menjadi pelarian dan pengganti atas kecemasan akan kekacauan identitas yang dialaminya. Salah satu bentuk identitas negatif adalah tawuran itu.

Tawuran juga disebabkan oleh faktor internal dan eksternal.

Faktor internalnya yaitu remaja yang melakukan perkelahian biasanya tidak mampu melakukan adaptasi dengan lingkungan yang kompleks. Maksudnya, ia tidak dapat menyesuaikan diri dengan keanekaragaman pandangan, ekonomi, budaya dan berbagai keberagaman lainnya yang semakin lama semakin bermacam-macam. Para remaja yang mengalami hal ini akan lebih tergesa-gesa dalam memecahkan segala masalahnya tanpa berpikir terlebih dahulu apakah akibat yang akan ditimbulkan. Selain itu, ketidakstabilan emosi para remaja juga memiliki andil dalam terjadinya perkelahian. Mereka biasanya mudah frustrasi, tidak mudah mengendalikan diri, tidak peka terhadap orang-orang di sekitarnya. Seorang remaja biasanya membutuhkan pengakuan kehadiran dirinya ditengah-tengah orang-orang sekelilingnya.

Sedangkan faktor eksternalnya yaitu karena faktor keluarga, faktor sekolah ,

faktor lingkungan.

Selain faktor penyebabnya, dampaknya pun cukup banyak dan sangat merugikan bagi pelajar dan masyarakat. Contohnya saja seperti cedera fisik , rusaknya rumah warga setempat, terganggunya proses belajar , menurunnya moralitas pelajar, dan hilangnya rasa peka toleransi dan saling membantu.

Menurut Kartini Kartono ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi tawuran:

ADVERTISEMENT

· Banyak mawas diri, melihat kelemahan dan kekurangan sendiri dan melakukan koreksi terhadap kekeliruan yang sifatnya tidak mendidik dan tidak menuntun

· Memberikan kesempatan kepada remaja untuk beremansipasi dengan cara yang baik dan sehat

· Memberikan bentuk kegiatan dan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan remaja zaman sekarang serta kaitannya dengan perkembangan bakat dan potensi remaja.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 307x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 275x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 272x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 228x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 173x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare235
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

​TEOLOGI LIMBAH
Puisi

​TEOLOGI LIMBAH

Maret 19, 2026
Artikel

Hari Raya di Tengah Krisis Timur Tengah: Luka Aceh dan Kemiskinan yang Terabaikan

Maret 18, 2026
Kecanggihan Teknologi pada Zaman Nabi Daud dan Nabi Sulaiman
Artikel

Belajar Menabung dari Surah Yusuf: Iktibar di Tengah Ketidakpastian Global

Maret 18, 2026
Koperasi Merah Putih: Ketika Lilin Ekonomi Desa Ragu Menyala
Dinas Koperasi

Koperasi Merah Putih: Ketika Lilin Ekonomi Desa Ragu Menyala

Maret 18, 2026
Next Post

Dampak Globalisasi Pada Kondisi Psikologis Masyarakat Aceh

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com