HABA Mangat

Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Tema Lomba Menulis Maret 2025

Maret 22, 2025

Tema Lomba Menulis Edisi Mei

Mei 10, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Tema Lomba Menulis Maret 2025

Maret 22, 2025

Tema Lomba Menulis Edisi Mei

Mei 10, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Bahasa Rumah Adalah Bahasa Daerah

Redaksi by Redaksi
Januari 2, 2018
in Bahasa, Indonesia
Reading Time: 3 mins read
0
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh : Isra Yauminnisa
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unsyiah

Indonesia adalah negara yang terdiri dari berbagai suku bangsa. Sensus terakhir oleh BPS pada tahun 2010 menyatakan terdapat 1.340 suku bangsa yang tersebar di setiap daerah di Indonesia. Penduduk indonesia yang homogen ini memiliki bahasa daerahnya sendiri. Maka dari itu Indonesia kaya akan bahasa daerah yang dimiliki oleh setiap suku yang terdapat di Indonesia.

Baca Juga

Bahasa Gen-Z

Bahasa Gen-Z

Maret 7, 2026
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia

Februari 23, 2026
Impor 105 Ribu Pick-Up CBU dari India: Jalan Pintas yang Mengancam Industrialisasi Nasional

Impor 105 Ribu Pick-Up CBU dari India: Jalan Pintas yang Mengancam Industrialisasi Nasional

Februari 23, 2026

Namun banyaknya bahasa daerah ini bukan tak mungkin pada suatu masa bahasa-bahasa daerah ini akan punah jika tidak dilestarikan. Badan Bahasa Kementrian Pendidikan dan kebudayaan belum lama ini mengungkapkan data terbaru bahwasanya terdapat 67 bahasa daerah yang terancam punah. Banyak faktor yang membuat bahasa daerah ini punah. Salah satunya penutur bahasa daerah yang kian hari semakin berkurang.

Negara Indonesia memiliki bahasa sendiri atau bahasa nasional untuk menyatukan penduduknya yaitu bahasa indonesia. Bahasa Indonesia ini sering menjadi pilihan penduduk indonesia untuk memudahkan melakukan komunikasi dengan semua orang yang berasal dari suku yang berbeda atau daerah berbeda. Namun penggunaan bahasa indonesia ini sudah menjadi kebiasaan, kasarnya sudak keenakan. Dan ada alasan lainnya seperti gengsi. Kerap kali kita menemukan fakta ada sebagian penduduk Indonesia yang memiliki pemikiran jika menggunakan bahasa daerah takut dikira ndeso (kampungan). dan parahnya lagi ini bukan lagi rahasia umum jika pemikiran ini sudah ada didalam hati penduduk Indonesia.

Memang tidak mudah melawan gengsi bahkan sangat sulit bagi sebagian orang untuk melawan gengsi. Banyak cara agar bahasa daerah ini tetap terlestarikan, salah satunya kita dapat memulainya di rumah masing-masing. Rumah yang diisi ayah ibu, abang, kakak, dan adik masing-masing memiliki kedekatan emosional.

Keluarga cenderung lebih memahami dan tentu lebih mendukung. Dan elemen-elemen ini tentu akan lebih mudah bagi kita untuk melestarikan bahasa daerah tanpa malu atau bahkan merasa gengsi untuk menggunakan bahasa daerah sebagai alat komunikasi dengan keluarga. Jika bukan dirumah dimana tempat yang bisa kita gunakan untuk melakukan komunikasi dengan menggunakan bahasa daerah.

Kalau di sekolah sebagian besar guru dalam melakukan kegiatan belajar dan mengajar akan menggunakan bahasa indonesia. Mengacu pada bahasa yang digunakan di buku pelajaran yaitu bahasa indonesia. Hal ini dilakukan untuk menghindari kesalahpahaman dalam kegiatan belajar mengajar antara guru dan siswa atau sesama siswanya.

Sama halnya seperti di kampus, mahasiswa yang terdiri dari berbagai daerah juga akan menemui kesulitan jika mahasiswa dari masing-masing daerah menggunakan bahasa daerahnya untuk melakukan komunikasi dengan mahasiswa lain yang berasal dari suku berbeda dan juga memiliki bahasa daerah yang berbeda. Sebenarnya bisa saja kita melakukan komunikasi menggunakan bahasa daerah jika kita bertemu dengan mahasiswa yang berasal dari satu daerah. Namun ini juga bukan hal yang mudah. Contohnya saja penggunaan Bahasa Aceh di lingkup Universitas Syiah Kuala yaitu salah satu perguruan tinggi negeri di aceh. Pada lingkup Universitas Syiah Kuala ini, mahasiswa aceh menjadi mayoritas. Namun mahasiswa aceh ini tidak semua menggunkan bahasa aceh dalam berkomunikasi dengan sesama mahasiswa aceh lainnya.

Hanya sebagian saja yang menggunakannya. Terkadang mahasiswa ini cenderung menggunakan bahasa aceh disaat ia tidak berada dikampungnya dan menjadi minoritas di tempat lain. Ia akan menggunakan bahasa daerah dengan dalih rindu kampung halaman, agar lebih cepat akrab, agar orang tahu dari mana mereka berasal, dan dengan alasan lain-lainya.

Sepertinya menerapkan bahasa daerah di rumah bisa menjadi solusi terbaik. Apalagi jika dalam satu keluarga tersebut ayah dan ibu berasal dari suku yang sama tentu ini akan sangat memudahkan dalam mempraktikkannya. Berbeda dengan keluarga yang ayah dan ibunya berasal dari suku yang berbeda, terkadang bahasa indonesia menjadi jalan tengah untuk digunakan sebagai alat komunikasi didalam keluarga. Padahal tidak menutup kemungkinan juga antara ayah dan ibu saling mengajarkan bahasa daerahnya masing-masing pada anaknya untuk memperkaya kemampuan berbahasa pada anak.

Bahasa daerah adalah identitas yang menjadi ciri khas suatu daerah. Kekayaan suatu negara tidak hanya terbatas pada sumber daya alam saja. Melainkan juga pada kebudayaan yang beragam yang menjadi daya tarik bagi negara lain. Maka dari itu Bahasa daerah yag menjadi salah satu kekayaan kebudayaan indonesia ini patut dijaga dan dilestarikan agar tidak punah. Penduduk indonesia wajib menjaga dan melestarikan bahasa-bahasa daerah ini. Jika bukan penduduknya yang melestarikan siapa lagi! yuk mulai berbahasa daerah dari rumah!

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 232x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 188x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 153x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 127x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare235
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Negara yang Mendidik dan atau Negara yang Menghukum
#Doa di Bulan Ramadan

Malam Lailatul Qadar

Maret 15, 2026
Agama

Ketika Agama Menjadi Optik: Refleksi Ramadhan 1447 dari Serambi Mekkah

Maret 15, 2026
Kala Kemampuan Kognisi Siswa Semakin Menurun
Kualitas pendidikan

Mengelola Pendidikan Ala Keledai?

Maret 15, 2026
POTRET Budaya

Di Bawah Langit yang Sama: Takjil Ramadan, Paskah, dan Taut Persaudaraan

Maret 14, 2026
Next Post

9 KRITERIA PENGHUNI NERAKA VERSI AL-QUR’AN

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com