Keseimbangan yang Tercabut

April 2026 Oleh: Asmaul Husna

Oleh Asmaul Husna

Inong Literasi

Hijau nan memukau

Bak hamparan permadani yang terbentang

Tinggi menjulang dan tegak berdiri

Menjadi pasak bagi bumi

Cengkraman akar

Yang menghujam di kedalaman tanah

Menjadi rumah yang ramah

Sebagai tempat pulang

Bagi segenap jiwa-jiwa kecil

Yang perannya sering terabaikan

Dalam menjaga keselarasan alam

Pohon, hutan, dan gunung

Serta air jernih yang mengalir darinya

Telah lama menjadi sahabat

Menghamparkan kekayaan

Menjadi sumber kehidupan

Hidup begitu damai

Hidup begitu tentram

Begitu tenang dalam keselarasan

Hingga keserakahan

Mengubah segalanya  

Keseimbangan tercabut

Keteraturan tergadaikan

Sebagai dalih pembangunan

Dan pemerataan kesejahteraan

Pohon berbisik lewat angin yang membelai

Hutan linglung dalam kegamangan

Gunung menjerit dalam diam

Air berbicara lewat keruhnya yang semakin hitam

Derita batin yang lama dipendam

Akhirnya tak tertahankan

ADVERTISEMENT

Hijau memukau terkoyak

Tersingkap tanah coklat di baliknya

Meninggalkan lubang luka yang menganga

Akankah luka itu akan sembuh? 

Terobati oleh rasa kepedulian

Akankah derita itu akan hilang? 

Dirajut kembali oleh waktu

Ataukah ini hanya awal

Dari sebuah ketamakan

Yang tak pernah mengenal kata selesai

Terinspirasi saat perjalanan pulang ke kampung halam

Asmaul Husna merupakan alumni Tarbiyah Bahasa Arab IAIN Ar-Raniry angkatan 2003. Sejak menamatkan sarjananya pada tahun 2008 ia mengajar di SDIT Nurul Ishlah Banda Aceh sebagai guru kelas sampai sekarang. Pengalaman menulisnya diawali saat ia dipercayakan untuk menulis naskah drama yang akan dipentaskan pada perhelatan akhir tahun para siswa di sekolah tempat ia mengajar. Sketsa Jiwa di Kanvas Waktu adalah antologi cerpen pertamanya yang sudah diterbitkan.

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.