
Oleh Asmaul Husna
Inong Literasi
Hijau nan memukau
Bak hamparan permadani yang terbentang
Tinggi menjulang dan tegak berdiri
Menjadi pasak bagi bumi
Cengkraman akar
Yang menghujam di kedalaman tanah
Menjadi rumah yang ramah
Sebagai tempat pulang
Bagi segenap jiwa-jiwa kecil
Yang perannya sering terabaikan
Dalam menjaga keselarasan alam
Pohon, hutan, dan gunung
Serta air jernih yang mengalir darinya
Telah lama menjadi sahabat
Menghamparkan kekayaan
Menjadi sumber kehidupan
Hidup begitu damai
Hidup begitu tentram
Begitu tenang dalam keselarasan
Hingga keserakahan
Mengubah segalanya
Keseimbangan tercabut
Keteraturan tergadaikan
Sebagai dalih pembangunan
Dan pemerataan kesejahteraan
Pohon berbisik lewat angin yang membelai
Hutan linglung dalam kegamangan
Gunung menjerit dalam diam
Air berbicara lewat keruhnya yang semakin hitam
Derita batin yang lama dipendam
Akhirnya tak tertahankan
Hijau memukau terkoyak
Tersingkap tanah coklat di baliknya
Meninggalkan lubang luka yang menganga
Akankah luka itu akan sembuh?
Terobati oleh rasa kepedulian
Akankah derita itu akan hilang?
Dirajut kembali oleh waktu
Ataukah ini hanya awal
Dari sebuah ketamakan
Yang tak pernah mengenal kata selesai
Terinspirasi saat perjalanan pulang ke kampung halam
© 2026 potretonline.com






