Fenomena Habibi

IMG_0654
Ilustrasi: Fenomena Habibi

Oleh Asmaul Husna

Inong Literasi

Saat ini Bumoe Aceh sedang dilanda sebuah fenomena positif hampir di setiap pelosoknya. Masyarakat Aceh berduyun-duyun hadir dari berbagai penjuru dan rela berdesak-desakan demi menghadiri Tabligh Akbar yang diselenggarakan oleh masing-masing wilayah yang disampaikan oleh Tgk Habibi Nawawi, seorang da’i muda yang sedang menjadi perbincangan.

Seorang pemuda sederhana kelahiran Labuhan Haji pada tahun 1999 silam telah menjadi buah bibir dan mampu mencuri perhatian khalayak ramai lewat aksinya dalam sebuah ajang pencarian bakat bidang dakwah yang digelar selama bulan Ramadhan oleh sebuah stasiun televisi swasta ternama di Indonesia.

Setiap penampilannya selalu memukau sehingga mengundang decak kagum para dewan juri dan para penonton. Penyampaian yang runut, isi yang bermakna, sumber referensi yang akurat, serta tema yang relevan dengan kondisi yang terjadi, sehingga tidak heran jika ada yang menyandingkan dengan mendiang dai sejuta umat KH Zainuddin MZ.  Dan pemilik sapaan Sahabat Habibi ini mengakhiri ajang tersebut dengan gemilang, menjadi sang juara.

Kehidupan babak baru sang juara pun dimulai. Ucapan selamat dari berbagai kalangan datang silih berganti. Jadwal tampil kian padat merayap. Dan ia disambut gegap gempita layaknya pahlawan yang telah kembali dari medan perang. 

Iya, ia memang sebagai pahlawan yang telah berjuang mengharumkan nama Aceh di kancah nasional. Sungguh ia sendiri tidak pernah menyangka akan disambut sedemikian rupa, antusias yang luar biasa setelah lima tahun tidak pulang untuk saweu gampong. Bahkan untuk hal, ini ia pernah menitikkan airmata, pertanda keharuan yang menemukanmuaranya.

Pertanyaannya, siapakah yang menggerakkan hati para tokoh berpengaruh mempersiapkan segala sesuatunya dalam penyambutan kepulangannya? Siapakah yang meringankan langkah ribuan orang untuk menghadiri Tabligh Akbar tersebut? 

Tentulah sang pemilik hati dan pemilik kehidupan. Sungguh itu sangatlah mudah bagi-Nya. Dan hal itu bukanlah sebuah kebetulan.

Di balik sebuah kesuksesan dan keberhasilan tentu ada perjuangan dan pengorbanan serta doa yang tiada henti dipanjatkan dalam keheningan. Hal itu ibarat akar bagi setiap pohon, tidak terlihat, namun sangat berpengaruh dalammanghasilkan batang yang tangguh dan bermanfaat bagi banyak orang. Dan hal ini yang sering luput untuk dimaknai dan diteladani. Manusia akan selalu terpukau pada hasil, tapi sedikit yang mengambil pelajaran di balik kisah keberhasilan tersebut. 

Hasil hari ini adalah buah keputusan yang diambil di masa lalu. Sebuah kalimat yang sering terdengar dari para motivator ulung. Tentu tidaklah mudah bagi seorang Habibi menjalankan titah sang ayah untuk menikmati pengembaraan dalam menuntut ilmu selama 20 tahun dan masih tersisa empat tahun ke depan. 

Meninggalkan kenyamanan di rumah, berusaha hidup di tengah orang-orang yang baru dikenal, dan berpisah jauh dari keluarga berkelana dari satu tempat ketempat lainnya untuk berburu ilmu pengetahuan, bahkan berjarak sampai ribuan kilometer dari kampung halaman. 

Seberapa banyak generasi muda saat ini yang sanggup demikian? Di tengah realita para tunas bangsa yang terlenadalam kenyamanan.

Dalam sebuah sambutan yang disampaikan Tgk Habibi saat tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda Blang Bintang, bahwa ia bisa seperti ini bersebab doa orangtua. 

Pertanyaan berikutnya bagi ayah dan bunda, berapa kali dalam sehari semalam kita berdoa khusus untuk anak-anak kita dengan menyebut nama lengkap mereka satu persatu sambil menghadirkan wajah teduh mereka dalam sanubari? Se

telah selesai melaksanakan shalat fardhu atau di sepertiga malam sebagai waktu yang mustajabah doa? Mungkin kita sering berdalih tidak sempat berdoa panjang sebab dikejar dead line pekerjaan kantor atau pekerjaan rumah yang tiada habis-habisnya. Malu rasanya kita mengharapkan anak yang gemilang, sementara masih enggan berlama-lama mendoakannya. 

Lalu seberapa konsisten kita mengajarkan kebaikan dan nilai-nilai serta memberikan contoh cara berbakti kepada orangtua? Sebab mengajarkan cara berbakti bukan karena kita ingin dipeutimangoleh anak-anak kita saat kita sudah renta. 

Karena tiada yang bisa menjamin kita akan hidup sampai usia senja, pun tiada yang bisa menjanjikan anak-anak kita bisa terus bersama sampai mereka dewasa. Tapi mengajarkan kebaikan dan nilai-nilai bersebab anak-anak adalah amanah yang harus kita peutimang dan kelak akan dimintai pertanggungjawaban . Dan itu tentulah berat sekali.

ADVERTISEMENT

Semoga para ayah dan bunda senantiasa istiqamah untuk terus belajar menjadi yang orangtua shalih yang selalu Allah ridha, sehingga mampu melahirkan generasi yang tidak hanya membanggakan di dunia tapi terus bisa membersamai saat sama-sama melangkah ke pintu syurga. Tentu hal ini tidaklah mudah, tapi bukan berarti tidak mungkin.

Dan semoga setiap apa yang kita dengar dari tausiah yang disampaikan Tgk Habibi tidak hanya terhenti di panggung dakwah dan akan sirna seiring berjalannya waktu, dan akan hilang perlahan seiring kamera yang meliput meredup dan hanya sekadar fenomena sesaat. 

Semoga para generasi muda bisa memetik hikmah dari perjalanan hidup sang dai. Sehingga mampu melahirkan Habibi-Habibi berikutnya dalam bidang apapun yang ditekuni. 

Selamat memetik inspirasi

Banda Aceh, 4 April 2026

Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Asmaul Husna
Asmaul Husna merupakan alumni Tarbiyah Bahasa Arab IAIN Ar-Raniry angkatan 2003. Sejak menamatkan sarjananya pada tahun 2008 ia mengajar di SDIT Nurul Ishlah Banda Aceh sebagai guru kelas sampai sekarang. Pengalaman menulisnya diawali saat ia dipercayakan untuk menulis naskah drama yang akan dipentaskan pada perhelatan akhir tahun para siswa di sekolah tempat ia mengajar. Sketsa Jiwa di Kanvas Waktu adalah antologi cerpen pertamanya yang sudah diterbitkan.

Komentar

Populer

Artikel yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.