Oleh Harri Santoso
Saya beserta 2 civitas akademika UIN Ar-Raniry, Mahda Al Haq.,S.Psi (alumni Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry) dan Al Hadi (mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora) mendapatkan undangan dari Universitas Sains Malaysia (USM) Pulau Pinang Malaysia. Undangan untuk melaksanakan Program Komuniti Serumpun di Taman Permai Utama tepatnya di Surau Al Muttaqin, Gurun, Keudah Malaysia.
Program ini berlangsung selama 30 hari yang dilaksanakan bersama dengan komunitas yang ada di Taman Permai Utama dan Sekolah Menengah Teras Islam (SMITI). Program ini berada di bawah arahan langsung Dekan School of Science USM Malaysia Prof Madya Dr. Mohammad Shaharuddin bin Samrujian. Sebuah program kelanjutan MOU antara UIN Ar-Raniry dan USM Malaysia serta MOA Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry dan School of Science USM Malaysia.
Kami tiba di Bandara Internasional Pulau Pinang dan dijemput oleh Dekan School of Social Science, sebelum menuju ke Taman Permai Utama Gurun, Keudah. Kami diajak untuk menikmati makanan khas Pulau Pinang yaitu nasi kandar. Setelah itu, kami singgah sebentar di ruangan kerja beliau di Kampus USM. Kehadiran kami di masa cuti Tahun baru Cina dan menjelang Ramadhan, sehingga kampus USM sangat sunyi.
Setelah shalat magrib di ruangan beliau, kami berangkat menuju perumahan Taman Permai Utama tempat di mana program Komuniti Serumpuan dilaksanakan. Setibanya di Taman tersebut, kami sudah disambut oleh beberapa pengurus Surau. Tampak dari mereka cukup senang atas kehadiran kami. Hal ini dapat dilihat dari mereka telah mempersiapkan ruangan khusus untuk para peserta dengan melengkapi isi kamar dengan AC, kamar mandi, tempat tidur serta fasilitas pendukung lainnya.
Sebagai informasi, ini adalah kehadiran saya dan Mahda Al Haq yang kedua. Pertama kami hadir di tahun 2024 pada kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Internasional, Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Pada masa kegiatan KPM tersebut, salah seorang mahasiswa yaitu Mahda Al Haq menjadi imam beberapa waktu di Surau tersebut dan mengundang kesukaan dari beberapa jamaah dan bercanda suatu waktu jika sudah selesai kuliah bisa datang lagi untuk menjadi imam Ramadhan di surau tersebut.
Alhamdulillah setelah 1 tahun kegiatan KPM selesai dilaksanakan, saya kembali berkomunikasi dengan Dekan School of Science untuk mendiskusikan hal-hal menarik untuk dilaksanakan seperti penelitian bersama, program pengabdian Masyarakat pada Masyarakat asli Malaysia dan termasuk di antaranya mengundang kembali mahasiswa-mahasiswa atau alumni UIN Ar-Raniry untuk menjalankan program bersama Masyarakat di Perumahan Permai Utama.
Mereka menyetujui untuk melaksanakan program tersebut di Ramadhan 1447 H. Dalam kegiatan ini, tugas utama mahasiswa ini adalah menjadi imam tarawih di Surau Al Muttaqin di malam hari dan mendukung kegiatan yang dilakukan pengurus surau di Masyarakat antara lain menjalin silaturahmi di SMITI At takwa, menghidupkan kegiatan surau seperti tadarus quran bersama masyarakat, membantu persiapan buka bersama lebih dari 200 orang masyarakat per hari, hingga membantu kegiatan Pusat Kegiatan Guru di Pulau Pinang.
Tentu hal ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi mahasiswa-mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini. Bagi saya sebagai seorang pengajar adalah sebuah kebanggaan tersendiri bahwa kegiatan yang diawali dari KPM Internasional yaitu kegiatan 18 hari di Malaysia beberapa waktu lalu, hari ini telah dapat memberikan kesempatan belajar yang sangat berharga kepada mahasiswa, khususnya bagi mahasiswa Fakultas Psikologi dan UIN Ar-Raniry secara keseluruhan.
Sebagai informasi, UIN Ar-Raniry memiliki satu mata kuliah wajib yaitu KPM yang dapat dilaksanakan dalam 2 skema yaitu dalam negeri dan luar negeri. Jika KPM dilaksanakan di dalam negeri, maka mahasiswa wajib beradadan melaksanakan kegiatan di desa yang ditunjuk selama 45 hari. Namun jika KPM dilaksanakan di luar negeri, mahasiswa wajib berada di negara tersebut selama 14-18 hari.
Selama belasan hari tersebut, mahasiswa dengan dibantu dosen Pendamping Lapangan (DPL) mendiskusikan kegiatan-kegiatan yang tepat yang dapat dilaksanakan untuk membantu tercapainya target yang sudah ditetapkan di awal kegiatan.
Untuk program ini, kami menetapkan sebagai program yang akan menjadi jembatan komunikasi antara 2 masyarakat yaitu Malaysia dan Indonesia. Sehingga kedua peserta program ini meskipun tugas utamanya menjadi imam tarawih di malam hari, mereka juga melaksanakan kegiatan yang dapat memberikan kesempatan kepada mereka untuk mendapatkan informasi dan pengalaman terkait dengan adat dan kebiasaan masyarakat Malaysia, khususnya Keudah serta pada saat yang sama mereka juga menjadi duta informasi tentang Aceh dan Indonesia.
Sehingga melalui cara ini, tidak jarang setiap harinya, para peserta diajak untuk mengunjungi tempat-tempat penting bagi Masyarakat di gurun untuk berbagi ceritadan berdiskusi panjang tentang budaya dan kebiasaan masyarakat di Malaysia dan Indonesia.
Tentu pengalaman sebulan penuh di bulan Ramadhan menjadi pengalaman berharga, selain dapat menyelesaikan mata kuliah wajib bagi mereka dan menambah pengalaman kerja setelah tamat dariUIN Ar-Raniry. Menjadi imam di masjid atau surau di Malaysia juga mendapatkan keuntungan finansial yang lumayan apalagi buat mahasiswa.
Bagi kami pengalaman ini tentu menjadi pengalaman yang sangat berharga dan tidak akan terulang kembali dalam kehidupan yang akan datang.Kesempatan emas ini bisa didapatkan karena kemampuan dan kecintaan mereka terhadap Al-Quran sebagaimana satu hadist Riwayat Muslim Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat beberapa kaum dengan kitab ini (Al-Quran) dan merendahkan yang lainnya.” Ini menegaskan bahwa Al-Quran adalah sumber kemuliaan dan penghormatan bagi mereka yang menjadikan Al-Quran sebagai panduan hidupnya.
Kecintaan mereka terhadap Al Quran telah mengangkat derajat mereka dengan menjadi duta UIN Ar-Raniry menjadi peserta KPM Internasional dan menjadi imam di bulan yang sangat mulai di negeri Seberang, Malaysia.
Harri Santoso.,S.Psi.,M.Ed Adalah Dosen FakultasPsikologi UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan Research Fellowship USM Malaysia
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini















