• Latest
Nestapa Lebaran, Antrean yang Tak Mau Usai - 4f401b5b 2735 4eaa ba75 9811e936899d | # Ironi | Potret Online

Nestapa Lebaran, Antrean yang Tak Mau Usai

Maret 21, 2026
IMG_0914

Demokrasi Sebagai Dunia: Pergulatan Makna dalam Ruang Digital

April 23, 2026
27f168e7-1260-4771-8478-62c43392780e

Pulo Aceh, William Toren dan Pendidikan Kami

April 23, 2026
IMG_0904

Cahaya di Balik Luka

April 23, 2026
35b66c8c-a220-4f11-8e9a-6fccf401ca7b

Arsitektur Linguistik: Menelusuri Ontologi Kata dan Logika Taqsim dalam Ilmu Nahwu.

April 23, 2026
Nestapa Lebaran, Antrean yang Tak Mau Usai - 38a1ed71 84b6 44ab 9f7a a62e2a66e5e2 | # Ironi | Potret Online

Perserikatan Bangsa-Bangsa Tanpa Kompas Arah di Tengah Gejolak Dunia Global

April 22, 2026
d1791700-9d77-4212-83e6-eb00db9a7ade

Dari Lumbung ke Etalase: Pergeseran Nalar Hidup Masyarakat Desa

April 22, 2026
2ba083ca-6b42-4301-9181-39025ceadd55

Hikayat Negeri Para Kuli dan Berhala Hijau

April 22, 2026
9155c5eb-ca3b-4638-879b-31953e632691

Antara Retorika dan Realitas: Pendidikan Kepemimpinan Perempuan Indonesia

April 22, 2026
Kamis, April 23, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Nestapa Lebaran, Antrean yang Tak Mau Usai

Rosadi Jamani by Rosadi Jamani
Maret 21, 2026
in # Ironi
Reading Time: 3 mins read
0
Nestapa Lebaran, Antrean yang Tak Mau Usai - 4f401b5b 2735 4eaa ba75 9811e936899d | # Ironi | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Rosadi Jamani

Hari pertama Lebaran. Hari yang mestinya dipenuhi aroma opor, gema takbir yang masih tersisa di dinding rumah, dan pelukan keluarga yang menghangatkan dada. Tapi di ruang tamu, di antara kue kering yang mulai melempem dan sirup yang terlalu manis, obrolan justru pahit, antrean BBM.

Topik yang sama. Lagi. Lagi. Seolah-olah kita tidak benar-benar merayakan hari kemenangan, melainkan sedang menghadiri rapat darurat nasional yang tak pernah diundang secara resmi.

Baca Juga
  • BENGKEL OPINI RAKyat
  • 🚩🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

Saat keluar rumah menuju tempat mertua, harapan saya sederhana, jalanan lengang, hati tenang. Tapi realitas menampar pelan, lalu menampar lagi dengan lebih keras. Tiga SPBU saya lewati: Dansen, Kota Baru, dan simpang Jalan Teuku Umar di Pontianak. Semuanya masih ramai. Antrean tetap ada. Memang tidak sepanjang kemarin yang seperti ular raksasa kelaparan, tapi cukup panjang untuk membuat kesabaran manusia modern runtuh satu per satu.

Minyaknya ada, katanya. Tapi antreannya tetap seperti dosa yang tak kunjung diampuni.

Baca Juga
  • 🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH
  • Mengenal Ir. Kasmudjo, Dosen Pembimbing Akademik Jokowi

Ironisnya, ini bukan di pelosok negeri yang harus ditempuh dengan perahu kayu dan doa panjang. Ini ibu kota provinsi. Kota yang mestinya jadi wajah peradaban, bukan potret penderitaan yang diulang-ulang seperti sinetron azab.

Lebaran pun berubah makna. Bukan lagi soal mudik, tapi soal keberanian. Banyak warga memilih tidak pulang kampung. Bukan karena tak rindu, tapi karena takut. Takut bukan pada macet, bukan pula pada biaya, tapi pada horor antrean BBM di kampung halaman. Sebuah ketakutan baru yang tidak ada dalam cerita-cerita urban legend.

Baca Juga
  • Rakyat Siap Mendukung Penuh Sikap dan Tindakan Presiden Prabowo Subianto Menindak dan Membersihkan Kabinet Merah Putih Yang Membuat Gaduh
  • BENGKEL OPINI RAKyat

Nuan bayangkan! Seseorang lebih rela menahan rindu kepada orang tua dari menghadapi antrean bensin. Ini bukan lagi masalah logistik. Ini sudah masuk wilayah tragedi psikologis.

Di sisi lain, suara pemerintah daerah dan Pertamina tetap tenang, teduh, dan nyaris suci, “Stok aman, jangan panic buying.” Kalimat itu diulang-ulang, seperti zikir tengah malam yang diharapkan mampu menenangkan jiwa yang gelisah.

Tapi entah kenapa, zikir itu tak pernah sampai ke hati rakyat yang berdiri berjam-jam di bawah matahari, menunggu giliran yang terasa seperti janji politik, datangnya lama, kadang tidak datang sama sekali.

Jika memang stok aman, kenapa antrean tetap panjang?

Jika memang semua terkendali, kenapa warga harus berjibaku seperti sedang berebut air di musim kemarau panjang?

Jika semuanya baik-baik saja, kenapa rasanya tidak ada yang benar-benar baik?

Mungkin masalahnya bukan pada stok. Mungkin masalahnya adalah distribusi yang pincang, sistem yang gagap, atau koordinasi yang seperti permainan estafet tanpa pelari terakhir. Atau mungkin, lebih menyakitkan lagi, ini semua adalah hal yang dianggap “wajar”.

Di situlah letak tragedinya.

Ketika sesuatu yang tidak normal mulai diterima sebagai keseharian, maka kita tidak hanya kehilangan kenyamanan, tapi juga kehilangan kepekaan.

Seorang warga pernah berkata dengan nada getir, “Coba yang bilang stok aman itu ikut antre juga, biar tahu sakitnya.” Kalimat sederhana, tapi mengandung luka yang dalam. Luka karena merasa tidak didengar. Luka karena realitas yang dialami berbeda jauh dari narasi yang disampaikan.

Lebaran tahun ini akhirnya bukan tentang kemenangan melawan hawa nafsu. Tapi tentang kekalahan menghadapi sistem yang tak kunjung beres.

Kita menang melawan lapar dan dahaga selama Ramadan, tapi kalah melawan antrean di hari raya.

Pertanyaan itu terus menggantung di udara, seperti asap knalpot yang tak pernah benar-benar hilang, kenapa ini terjadi?

Lebih menyakitkan lagi, sampai kapan?

Selamat Hari Raya Idulfitri 1447H. Mohon maaf lahir dan batin. Salam Koptagul.

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

camanewak

jurnalismeyangmenyapa

JYM

Share234SendTweet146Share
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

Next Post
Nestapa Lebaran, Antrean yang Tak Mau Usai - IMG_0355 | # Ironi | Potret Online

Membaca Bahasa Alam dalam Nalar Ekologis 

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com