• Latest
What is Scholasticide?

Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel

March 12, 2026

Tatanan Global Bergeser: Apakah Timur Tengah Siap Memasuki Era Post-American Security Order?

March 12, 2026
Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

March 12, 2026
Menjadi Insan Bertasawuf

Menjadi Insan Bertasawuf

March 12, 2026
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?

March 12, 2026
Aceh Bangkit atau Tertinggal: Saatnya Menata Ulang Arah Pendidikan

Aceh Bangkit atau Tertinggal: Saatnya Menata Ulang Arah Pendidikan

March 12, 2026
Lurah Jepang di Meulaboh

Lurah Jepang di Meulaboh

March 10, 2026

Tadarus – Surah Al-Baqarah ayat 11

March 10, 2026

Bedah Buku – Kitab al-Shifa

March 10, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si by Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si
March 12, 2026
in #Kolom, Artikel, Genosida, Israel, Palestina
0
What is Scholasticide?
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Al Chaidar Abdurrahman Puteh
Dosen Antropologi, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh

Genosida yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina bukan sekadar tragedi kemanusiaan, melainkan ujian moral dan politik bagi dunia internasional. Edward Said dalam The Question of Palestine dan Zionism from the Standpoint of Its Victims menegaskan bahwa Zionisme harus dibaca dari sudut pandang korban, bukan dari narasi dominan yang menjustifikasi kolonialisme. Sementara itu, Noam Chomsky dalam Fateful Triangle: The United States, Israel, and the Palestinians menunjukkan bagaimana proyek kolonial ini tidak mungkin bertahan tanpa dukungan imperialis global, terutama Amerika Serikat.

Baca Juga

Tatanan Global Bergeser: Apakah Timur Tengah Siap Memasuki Era Post-American Security Order?

March 12, 2026
Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

March 12, 2026

Zionisme: Dari Nasionalisme ke Kolonialisme


Zionisme lahir pada akhir abad ke-19 sebagai gerakan nasional Yahudi yang berusaha membangun tanah air di Palestina. Walter Laqueur (2003) dan Nahum Sokolow (1919) menulis tentang akar sejarah Zionisme sebagai bagian dari nasionalisme modern. Namun, Edward Said (1979) menekankan bahwa Zionisme harus dilihat dari sudut pandang bangsa Palestina yang menjadi korban disposesi, pengusiran, dan penghancuran identitas.


Derek Penslar (2013) menyoroti paradoks Zionisme: ia mengklaim sebagai gerakan pembebasan dari penindasan, tetapi sekaligus meniru praktik kolonial Eropa. Saree Makdisi (2011) menambahkan bahwa Zionisme adalah bentuk settler colonialism yang berlanjut hingga kini, dengan pemukiman ilegal, aneksasi tanah, dan normalisasi politik yang menegaskan ambisi ekspansionis.

📚 Artikel Terkait

Perpustakaan Sekolah Jangan Dibiarkan Jalan Sendiri

Ironi Tingkat Pelecehan Seksual Anak di Aceh

REPELITA TUBERCULOSSIS

Pasar Murah Dinilai Membantu Masyarakat Kota Banda Aceh

Unsur Genosida dalam Praktik Israel
Mengacu pada Konvensi Genosida 1948, tindakan Israel di Gaza memenuhi unsur genosida seperti: (1) Pembunuhan massal terhadap warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak. (2) Pengungsian paksa jutaan orang Palestina dari tanah mereka. (3) Penciptaan kondisi hidup yang menghancurkan, termasuk blokade, penghancuran infrastruktur, dan penutupan akses medis. (4) Niat khusus (dolus specialis): retorika politik dan kebijakan militer Israel menunjukkan tujuan menghancurkan keberadaan bangsa Palestina sebagai entitas nasional.


Edward Said menegaskan bahwa disposesi bukan sekadar efek samping perang, melainkan inti dari proyek Zionis. Chomsky menambahkan bahwa genosida ini berlangsung karena dukungan sistematis dari Amerika Serikat yang menyediakan senjata, dana, dan legitimasi politik.

Analisis Hukum Internasional
Mahkamah Internasional (ICJ, International Court of Justice) saat ini memproses gugatan Afrika Selatan terhadap Israel atas pelanggaran Konvensi Genosida. Proses ini terdiri dari: (1) Provisional measures: perintah penghentian operasi militer dan pembukaan akses bantuan kemanusiaan. (2) Merits stage: penilaian bukti apakah tindakan Israel memenuhi unsur genosida, dan (3) Final judgment: putusan apakah Israel bersalah melanggar Konvensi Genosida.
Jika terbukti, Israel akan diwajibkan menghentikan operasi militer, memberikan reparasi, dan membuka akses kemanusiaan. Negara lain juga berkewajiban menghentikan segala bentuk dukungan. Namun, Chomsky mengingatkan bahwa hukum internasional sering lumpuh di hadapan veto politik negara besar, terutama Amerika Serikat, yang berulang kali melindungi Israel dari sanksi Dewan Keamanan PBB.
Jika ICJ memutuskan Israel bersalah, maka Israel akan semakin terisolasi secara diplomatik. Negara-negara pendukung Palestina dapat menekan embargo senjata, sanksi ekonomi, dan boikot diplomatik. Negara yang tetap mendukung Israel bisa dituduh melanggar kewajiban internasional karena membantu genosida.
Jika ICJ gagal menegakkan keadilan, maka Dunia akan melihat bukti nyata bahwa hukum internasional tunduk pada kekuatan imperialis. Solidaritas rakyat akan menjadi satu-satunya jalan untuk menekan perubahan.

Indonesia dan Solidaritas Global
Indonesia, dengan sejarah panjang melawan kolonialisme, memiliki posisi moral yang kuat dalam mendukung Palestina. Solidaritas Indonesia–Palestina bukan sekadar diplomasi, melainkan amanah sejarah. Menolak Zionisme berarti menegaskan kembali prinsip anti-kolonialisme yang menjadi fondasi politik luar negeri Indonesia.
Kami menyerukan untuk segera melakukan Dekolonisasi Palestina sekarang! Hentikan genosida yang dilakukan oleh Israel! Boikot, divestasi, dan sanksi terhadap Israel dan pendukungnya! Bangun solidaritas global melawan kolonialisme dan imperialisme!

Kesimpulan
Genosida Israel terhadap Palestina adalah kejahatan terhadap kemanusiaan dan simbol kolonialisme modern. Putusan ICJ akan menjadi ujian: apakah dunia berani menegakkan keadilan, atau tunduk pada kekuatan imperialis. Edward Said mengingatkan kita bahwa Palestina adalah korban kolonialisme modern, sementara Chomsky menegaskan bahwa genosida ini tidak mungkin terjadi tanpa dukungan imperialis.
Dekolonisasi adalah keadilan. Palestina adalah amanah sejarah. Perlawanan adalah kewajiban moral.

Bibliografi
Said, Edward W. The Question of Palestine. Vintage Books, 1992.
Said, Edward W. “Zionism from the Standpoint of Its Victims.” Social Text 1 (1979): 7-58.
Chomsky, Noam. Fateful Triangle: The United States, Israel, and the Palestinians. South End Press, 1983.
Laqueur, Walter. The History of Zionism. Bloomsbury Publishing, 2003.
Rosenbaum, Thane. “Zionism.” Israel Studies 24.2 (2019): 119-127.
Penslar, Derek J. “Zionism, Colonialism and Postcolonialism.” Israeli Historical Revisionism. Routledge, 2013. 84-98.
Sokolow, Nahum. History of Zionism, 1600-1918. Vol. 2. Longmans, Green and Company, 1919.
Seliktar, Ofira. “The New Zionism.” Foreign Policy 51 (1983): 118-138.
Makdisi, Saree. “Zionism Then and Now.” Studies in Settler Colonialism: Politics, Identity and Culture. Palgrave Macmillan UK, 2011.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 77x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 68x dibaca (7 hari)
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 63x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 59x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 54x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare235
Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si., adalah seorang akademisi dan peneliti yang memiliki keahlian di bidang antropologi, dengan fokus utama pada antropologi politik dan agama. Beliau saat ini aktif sebagai dosen di Universitas Malikussaleh, yang berlokasi di Lhokseumawe, Aceh. Selain mengajar, Dr. Al Chaidar juga aktif melakukan penelitian dan seringkali diundang sebagai narasumber atau pengamat untuk berbagai isu sosial, politik, dan keagamaan, terutama yang berkaitan dengan konteks Aceh dan Indonesia secara luas. Kontribusinya dalam pengembangan ilmu antropologi dan pemahaman isu-isu kontemporer di Indonesia sangat signifikan melalui karya-karya ilmiah dan keterlibatannya dalam diskusi publik.

Terkait

Tatanan Global Bergeser: Apakah Timur Tengah Siap Memasuki Era Post-American Security Order?

by Dayan Abdurrahman
March 12, 2026
0

Oleh Dayan Abdurrahman Pendahuluan: Sebuah Perubahan yang Tidak Terelakkan Selama lebih dari tujuh dekade setelah Perang Dunia II, kehadiran militer Amerika Serikat di Timur Tengah telah menjadi semacam...

Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

by Redaksi
March 12, 2026
0

Oleh Masrur Salamuddin Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135/PUU-XXII/2024 menandai titik balik penting dalam sejarah ketatanegaraan Indonesia, khususnya dalam desain penyelenggaraan pemilihan umum. Mulai 2029, keserentakan Pemilu nasional dan...

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?

by Redaksi
March 12, 2026
0

Oleh: Dr. Ir. TM Zulfikar, S.T., M.P., IPU. (Praktisi dan Akademisi Lingkungan Aceh) Aceh sering dipuji sebagai benteng terakhir hutan di Sumatera. Dalam berbagai forum, dari seminar akademik...

Aceh Bangkit atau Tertinggal: Saatnya Menata Ulang Arah Pendidikan

Aceh Bangkit atau Tertinggal: Saatnya Menata Ulang Arah Pendidikan

by Hanif Arsyad
March 12, 2026
0

Oleh: Hanif Arsyad  Akademisi Universitas Malikussaleh dan Penggiat literasi Di tengah berbagai evaluasi tentang kualitas pendidikan di Aceh, satu pertanyaan penting muncul: ke mana sebenarnya arah pendidikan kita? ...

Next Post

Tatanan Global Bergeser: Apakah Timur Tengah Siap Memasuki Era Post-American Security Order?

Please login to join discussion
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Tentang Kami
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Kirim Tulisan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Punya tulisan menarik?
Kirim ke Redaksi via WhatsApp
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com