Dengarkan Artikel
Oleh NA. Riya Ison
Bencana Hidrometeorologi Aceh yang terjadi pada akhir November 2025 berbarengan dengan berakhirnya perhelatan Musyawarah Provinsi (Musprov) Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh. Musyawarah pemilihan ketua baru untuk menggantikan ketua lama itu diadakan di Portola Grand Renggali, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah pada 25-26 November 2025, diikuti ratusan pengurus PMI dari cabang kotadan kabupaten se-Aceh.
Pada Selasa, 25 November 2025, Musprov dibuka oleh Sudirman Said mewakili Ketua PMI Pusat. Pak Sudirman Said malam itu juga, setelah pembukaan, harus cepat ke Banda Aceh untuk kembali ke Jakarta. Beliau bersama Dr. Ansari Muhammad dengan kendaraan lain sudah meninggalkan Takengon. Ansari, yang merupakan Anggota DPRA, mengatakan mereka sempat terjebak banjir di Peudada.
Bahkan, kendaraan Sudirman Said mogok, dan kemudian beliau bergabung dalam Fortune yang dikendarai Ansari.
“Kami sempat terjebak beberapa tempat banjir dan longsor di Peudada. Selama hampir dua hari dua malam perjalanan dramatis itu, akhirnya tiba juga di Banda Aceh,”
📚 Artikel Terkait
Murdani Yusuf, sang petahana, kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PMI Provinsi Aceh masa bakti 2025-2030. Seharusnya, pada Rabu, 26 November 2025, semua peserta sudah dapat kembali ke daerah masing-masing. Tetapi, bencana banjir dan longsor dahsyat itu pun terjadi. Dan seluruh pengurus dan relawan senior peserta Musprov PMI Aceh itu pun terjebak di Takengon.
Sebagai pengurus dan relawan PMI yang tahu bencana besar telah terjadi, dengan membawa ratusan korban jiwa, kerusakan, dan kerugian besar, dan organisasi kemanusiaan ini merupakan mitra strategis pemerintah dalam menjalankan misi kemanusiaan, pasti bersegera ingin menolong, evakuasi, dan memberikan bantuan kedaruratan lainnya. Tetapi, apa daya, tubuh mereka terkurung di dataran tinggi Gayo.
Seperti diketahui, Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah termasuk 18 daerah terdampak bencana dahsyat yang juga melanda Aceh dan Sumatera Utara, serta Sumatera Barat.
Alhamdulillah, semua pengurus, relawan, dan panitia Musprov Aceh 2025 yang berada di daerah bencana itu selamat. Tetapi, dengan keadaan jembatan, jalan, dan akses komunikasi via internet terputus, aliran listrik padam, benar-benar membuat mereka terjebak di Takengon dan Rembele, Bener Meriah.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, per Januari 2026, korban meninggal 550 jiwa di Aceh dan puluhan lainnya dinyatakan hilang, serta banyak yang mesti tinggal di posko pengungsi, tenda, dan atau rumah yang masih layak. Para korban selamat banyak terisolasi dan tidak sesegera mendapatkan bantuan.
Derita itu diperparah sebab tidakada rumah dan bangunan tempat berlindung, dan dengan kondisi dipenuhi lumpur, pakaian hanya melekat di badan, dan tidak ada sumber makanan. Air pun sumur dan sungai keruh, tidak sanggup untuk diminum.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini




