POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Wafatnya Khamenei: Senjakala Globalisasi dan Eskalasi Perang Dunia III yang Terfragmentasi

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.SiOleh Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si
March 1, 2026
Wafatnya Khamenei: Senjakala Globalisasi dan Eskalasi Perang Dunia III yang Terfragmentasi
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh
(Dosen Antropologi Universitas Malikussaleh)

LHOKSEUMAWE – Dunia hari ini tidak sedang menunggu ledakan besar untuk menandai dimulainya Perang Dunia III. Jika kita jujur membaca data lapangan sejak 2014, perang itu sebenarnya sudah berlangsung. Dimulai dari palagan Suriah, melintasi gurun Afghanistan, hingga memuncak di genosida Gaza dan konflik Sudan, kita sedang menyaksikan sebuah Perang Dunia III yang Terfragmentasi.
Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, di tengah bara konflik Iran-Israel-AS, bukanlah titik akhir. Ia adalah akselerator bagi benturan kekuatan darat dan laut yang akan mendefinisikan ulang peta dunia.

📚 Artikel Terkait

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

Said Idrus, Kepala SMK Berprestasi Tingkat Provinsi dari Negeri Seribu Bukit

Buku ( Tak) Terlarang

Punya Masalah? Yuk, Kembali pada Allah (Sekilas Pandang Psikologi Islam)

  1. Pertarungan “Land Power” vs “Sea Power”
    Secara geopolitik klasik, konflik ini adalah manifestasi modern dari teori Halford Mackinder dan Alfred Thayer Mahan. Iran sebagai Land Power: Teheran sedang berupaya menguasai Rimland Timur Tengah melalui kedalaman strategis darat, membangun koridor pengaruh dari Teheran hingga Mediterania. AS-Israel sebagai Sea Power: Kekuatan ini mengandalkan kontrol atas jalur laut (sea lines of communication) dan teknologi untuk membendung ekspansi darat Iran. Wafatnya Khamenei tidak akan mengubah doktrin ini. Iran telah bertransformasi menjadi entitas yang tidak lagi bergantung pada satu figur, melainkan pada infrastruktur ideologis-militer yang sangat cair dan terdesentralisasi.
  2. Geopolitik Energi dan “Chokepoints” Global
    Timur Tengah bukan sekadar soal ideologi; ia adalah jantung energi dunia. Konflik Iran-Israel adalah pertarungan memperebutkan kendali atas tiga titik sempit (chokepoints) yang menentukan nasib ekonomi global:
  3. Selat Hormuz: Jalur 20% minyak dunia.
  4. Bab el-Mandeb & Laut Merah: Jalur vital menuju Terusan Suez.
  5. Mediterania Timur: Arena baru cadangan gas besar.

Bagi Iran, mengancam titik-titik ini adalah “senjata orang lemah” (weapons of the weak) yang sangat efektif untuk menekan hegemoni Barat.

Unsur Geopolitik Posisi Iran Posisi AS – Israel
Kekuatan Utama Kedalaman Teritorial (Darat) Mobilitas & Teknologi (Laut)
Tujuan Strategis Memutus Unipolaritas AS Menjaga Tatanan Pro-Barat
Instrumen Jaringan Milisi (Proksi) Aliansi Regional & Intelijen

  1. Fenomena “Negara Paranoid”
    Dalam tesis yang sedang saya kembangkan, kita melihat kemunculan “Negara Paranoid”. Di satu sisi, AS dan Israel merasa terancam oleh setiap gerak lokalitas yang menolak tunduk pada standarisasi global. Di sisi lain, negara-negara seperti Iran membangun pertahanan di atas rasa curiga yang permanen terhadap intervensi asing.
    Wafatnya Khamenei akan mempertebal paranoia ini. Iran mungkin akan menjadi lebih tertutup dan agresif dalam menjaga warisan revolusinya, sementara Israel akan berusaha memanfaatkan masa transisi ini untuk menghancurkan fasilitas militer Iran. Ini adalah resep sempurna bagi eskalasi yang tak terkendali.
  2. Respons Lokal: Antara Solidaritas dan Realitas
    Di Indonesia, khususnya di Aceh yang memiliki memori kolektif perlawanan yang panjang, isu ini akan direspon melalui “Ekonomi Moral” dan “Ritualisasi Solidaritas”. Gerakan boikot dan doa Qunut Nazilah bukan sekadar ekspresi keagamaan, melainkan pernyataan politik bahwa lokalitas menolak menjadi penonton dalam perang global ini.
    Pemerintah Indonesia, di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, menghadapi dilema besar. Bergabung dalam forum-forum keamanan Barat seperti Board of Peace bisa dianggap sebagai “blunder” oleh masyarakat bawah jika tidak dibarengi dengan keberpihakan yang jelas terhadap nasib umat Muslim di Timur Tengah.

Masyarakat Aceh, melalui “Parlemen Warung Kopi”, akan terus membedah setiap gerak di Timur Tengah. Kita harus menyadari bahwa konflik Iran-Israel bukan sekadar berita luar negeri. Ia adalah bagian dari narasi besar Globalisasi vs Lokalitas.
Wafatnya Khamenei adalah tanda bahwa tatanan dunia lama sedang runtuh. Apakah kita akan menjadi korban dari “Negara Paranoid” global, atau kita mampu memperkuat ketahanan identitas kultural-ideologis kita sendiri? Jawabannya ada pada seberapa mampu kita membaca tanda-tanda zaman yang kian memanas ini. []

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 79x dibaca (7 hari)
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 59x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si., adalah seorang akademisi dan peneliti yang memiliki keahlian di bidang antropologi, dengan fokus utama pada antropologi politik dan agama. Beliau saat ini aktif sebagai dosen di Universitas Malikussaleh, yang berlokasi di Lhokseumawe, Aceh. Selain mengajar, Dr. Al Chaidar juga aktif melakukan penelitian dan seringkali diundang sebagai narasumber atau pengamat untuk berbagai isu sosial, politik, dan keagamaan, terutama yang berkaitan dengan konteks Aceh dan Indonesia secara luas. Kontribusinya dalam pengembangan ilmu antropologi dan pemahaman isu-isu kontemporer di Indonesia sangat signifikan melalui karya-karya ilmiah dan keterlibatannya dalam diskusi publik.

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026
#Pendidikan

Kala Kemampuan Kognisi Siswa Semakin Menurun

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026
POTRET Budaya

Perjalanan Suci Sang Mentari

Oleh Tabrani YunisFebruary 20, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    169 shares
    Share 68 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    162 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
144
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
208
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya
Sandaran yang Patah

Mengajarkan Anak Berpuasa

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00