HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Bulan Oktober 2025

Oktober 7, 2025
Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Tema Lomba Menulis Maret 2025

Maret 22, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    870 shares
    Share 348 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Bulan Oktober 2025

Oktober 7, 2025
Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Tema Lomba Menulis Maret 2025

Maret 22, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    870 shares
    Share 348 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Wafatnya Khamenei: Senjakala Globalisasi dan Eskalasi Perang Dunia III yang Terfragmentasi

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si by Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si
Maret 1, 2026
in #Perang, Amerika, Analisis, Iran, Israel
Reading Time: 3 mins read
0
Wafatnya Khamenei: Senjakala Globalisasi dan Eskalasi Perang Dunia III yang Terfragmentasi
590
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh
(Dosen Antropologi Universitas Malikussaleh)

Baca Juga

Membongkar Missile City 505, Kota Misil Bawah Tanah Iran

Membongkar Missile City 505, Kota Misil Bawah Tanah Iran

Maret 23, 2026
Israel Merengek ke PBB, Iran Tak Peduli

Israel Merengek ke PBB, Iran Tak Peduli

Maret 23, 2026
Ketika Minyak Juga Menjadi Senjata Geopolitik

Ketika Minyak Juga Menjadi Senjata Geopolitik

Maret 22, 2026

LHOKSEUMAWE – Dunia hari ini tidak sedang menunggu ledakan besar untuk menandai dimulainya Perang Dunia III. Jika kita jujur membaca data lapangan sejak 2014, perang itu sebenarnya sudah berlangsung. Dimulai dari palagan Suriah, melintasi gurun Afghanistan, hingga memuncak di genosida Gaza dan konflik Sudan, kita sedang menyaksikan sebuah Perang Dunia III yang Terfragmentasi.
Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, di tengah bara konflik Iran-Israel-AS, bukanlah titik akhir. Ia adalah akselerator bagi benturan kekuatan darat dan laut yang akan mendefinisikan ulang peta dunia.

  1. Pertarungan “Land Power” vs “Sea Power”
    Secara geopolitik klasik, konflik ini adalah manifestasi modern dari teori Halford Mackinder dan Alfred Thayer Mahan. Iran sebagai Land Power: Teheran sedang berupaya menguasai Rimland Timur Tengah melalui kedalaman strategis darat, membangun koridor pengaruh dari Teheran hingga Mediterania. AS-Israel sebagai Sea Power: Kekuatan ini mengandalkan kontrol atas jalur laut (sea lines of communication) dan teknologi untuk membendung ekspansi darat Iran. Wafatnya Khamenei tidak akan mengubah doktrin ini. Iran telah bertransformasi menjadi entitas yang tidak lagi bergantung pada satu figur, melainkan pada infrastruktur ideologis-militer yang sangat cair dan terdesentralisasi.
  2. Geopolitik Energi dan “Chokepoints” Global
    Timur Tengah bukan sekadar soal ideologi; ia adalah jantung energi dunia. Konflik Iran-Israel adalah pertarungan memperebutkan kendali atas tiga titik sempit (chokepoints) yang menentukan nasib ekonomi global:
  3. Selat Hormuz: Jalur 20% minyak dunia.
  4. Bab el-Mandeb & Laut Merah: Jalur vital menuju Terusan Suez.
  5. Mediterania Timur: Arena baru cadangan gas besar.

Bagi Iran, mengancam titik-titik ini adalah “senjata orang lemah” (weapons of the weak) yang sangat efektif untuk menekan hegemoni Barat.

Unsur Geopolitik Posisi Iran Posisi AS – Israel
Kekuatan Utama Kedalaman Teritorial (Darat) Mobilitas & Teknologi (Laut)
Tujuan Strategis Memutus Unipolaritas AS Menjaga Tatanan Pro-Barat
Instrumen Jaringan Milisi (Proksi) Aliansi Regional & Intelijen

  1. Fenomena “Negara Paranoid”
    Dalam tesis yang sedang saya kembangkan, kita melihat kemunculan “Negara Paranoid”. Di satu sisi, AS dan Israel merasa terancam oleh setiap gerak lokalitas yang menolak tunduk pada standarisasi global. Di sisi lain, negara-negara seperti Iran membangun pertahanan di atas rasa curiga yang permanen terhadap intervensi asing.
    Wafatnya Khamenei akan mempertebal paranoia ini. Iran mungkin akan menjadi lebih tertutup dan agresif dalam menjaga warisan revolusinya, sementara Israel akan berusaha memanfaatkan masa transisi ini untuk menghancurkan fasilitas militer Iran. Ini adalah resep sempurna bagi eskalasi yang tak terkendali.
  2. Respons Lokal: Antara Solidaritas dan Realitas
    Di Indonesia, khususnya di Aceh yang memiliki memori kolektif perlawanan yang panjang, isu ini akan direspon melalui “Ekonomi Moral” dan “Ritualisasi Solidaritas”. Gerakan boikot dan doa Qunut Nazilah bukan sekadar ekspresi keagamaan, melainkan pernyataan politik bahwa lokalitas menolak menjadi penonton dalam perang global ini.
    Pemerintah Indonesia, di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, menghadapi dilema besar. Bergabung dalam forum-forum keamanan Barat seperti Board of Peace bisa dianggap sebagai “blunder” oleh masyarakat bawah jika tidak dibarengi dengan keberpihakan yang jelas terhadap nasib umat Muslim di Timur Tengah.

Masyarakat Aceh, melalui “Parlemen Warung Kopi”, akan terus membedah setiap gerak di Timur Tengah. Kita harus menyadari bahwa konflik Iran-Israel bukan sekadar berita luar negeri. Ia adalah bagian dari narasi besar Globalisasi vs Lokalitas.
Wafatnya Khamenei adalah tanda bahwa tatanan dunia lama sedang runtuh. Apakah kita akan menjadi korban dari “Negara Paranoid” global, atau kita mampu memperkuat ketahanan identitas kultural-ideologis kita sendiri? Jawabannya ada pada seberapa mampu kita membaca tanda-tanda zaman yang kian memanas ini. []

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 175x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 175x dibaca (7 hari)
Pergeseran Pusat Gravitasi Dunia: Membaca Konflik Iran–Israel dan Implikasinya bagi Strategi Geopolitik Indonesia serta Masa Depan Aceh
Pergeseran Pusat Gravitasi Dunia: Membaca Konflik Iran–Israel dan Implikasinya bagi Strategi Geopolitik Indonesia serta Masa Depan Aceh
17 Mar 2026 • 142x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 128x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 112x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare236
Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si., adalah seorang akademisi dan peneliti yang memiliki keahlian di bidang antropologi, dengan fokus utama pada antropologi politik dan agama. Beliau saat ini aktif sebagai dosen di Universitas Malikussaleh, yang berlokasi di Lhokseumawe, Aceh. Selain mengajar, Dr. Al Chaidar juga aktif melakukan penelitian dan seringkali diundang sebagai narasumber atau pengamat untuk berbagai isu sosial, politik, dan keagamaan, terutama yang berkaitan dengan konteks Aceh dan Indonesia secara luas. Kontribusinya dalam pengembangan ilmu antropologi dan pemahaman isu-isu kontemporer di Indonesia sangat signifikan melalui karya-karya ilmiah dan keterlibatannya dalam diskusi publik.

Baca Juga

Aceh

Aceh Mengaji Masihkah Menjadi Tradisi?

Maret 23, 2026
Membongkar Missile City 505, Kota Misil Bawah Tanah Iran
Artikel

Membongkar Missile City 505, Kota Misil Bawah Tanah Iran

Maret 23, 2026
Emak Mananti Lebaran
#Cerpen

Emak Mananti Lebaran

Maret 23, 2026
Lebaran di Kampung yang Sunyi
Esai

Lebaran di Kampung yang Sunyi

Maret 23, 2026
Next Post
Sandaran yang Patah

Mengajarkan Anak Berpuasa

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Tulisan
  • Login

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com