HABA Mangat

Responden Terpilih

Maret 14, 2025
Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Pemenang Lomba Menulis Februari 2025

Maret 2, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Responden Terpilih

Maret 14, 2025
Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Pemenang Lomba Menulis Februari 2025

Maret 2, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Rethinking God

Redaksi by Redaksi
Februari 25, 2026
in # Book Opinion, Bedah buku
Reading Time: 3 mins read
0
Rethinking God
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel


Rethinking God

Oleh ReO Fiksiwan

Baca Juga

Bedah Buku – Kitab al-Shifa

Maret 10, 2026

Bedah Buku – Risalat al-Tawhid

Maret 8, 2026
Kabut, Kata, dan Keberanian Dwi Aji Prajoko dalam Memelihara Nurani

Kabut, Kata, dan Keberanian Dwi Aji Prajoko dalam Memelihara Nurani

Maret 8, 2026

“Sudah saatnya [bagi Islam] untuk memikul, bersama dengan semua tradisi budaya besar lainnya dengan risiko modern dari pengetahuan ilmiah.” — Mohammed Arkoun(1928-2010), Rethinking Islam: Common Questions, Uncommon Answers(1994).

Kemarin senja(24/2/26)  dalam Webinar #68 Esoterika, Dr. Budhy Munawar Rachman, dosen filsafat di Driyarkara dan Paramadina, bersama Dr. Ahmad Gaus AF, mengajar di Swiss German

University (SGU), Tangerang, Banten, meresensi buku terbaru karya Reiner Emyot Ointoe: Tuhan dan Senjakala Kebudayaan(2025). 

Diskusi ini membuka ruang refleksi kritis atas filsafat ontologi dan epistemologi ketuhanan, dengan pendekatan yang berbeda dari kedua pengampu.

ADVERTISEMENT

Dr. Ahmad Gaus AF menyoroti tiga topik utama yang disajikan dalam buku, yang memberi perspektif fundamental tentang relasi antara Tuhan dan kebudayaan secara ontologis-epistemik. 

Sementara itu, Dr. Budhy Munawar Rachman merumuskan sepuluh subtopik yang digelindingkan secara runtut dari 67 esai yang berkelindan dalam buku tersebut. 

Diskusi diawali dengan gugatan mendasar: apakah Tuhan dapat dinalar secara rasional, dan bagaimana ujung pemaknaannya dapat dicapai melalui filsafat.

Sebagaimana tertulis dalam sinopsis, buku Tuhan dan Senjakala Kebudayaan sendiri merupakan refleksi filosofis yang luas mengenai relasi antara Tuhan, rasionalitas, dan kebudayaan dalam konteks krisis modern. 

Reiner Ointoe memulai dengan pertanyaan ontologis dan epistemologis: apakah Tuhan dapat dipahami secara rasional, dan bagaimana manusia mengetahui serta memaknai keberadaan-Nya. 

Melalui dialog dengan tradisi filsafat Barat dan Islam—dari Plato, Aristoteles, Ibnu Sina, Al-Ghazali, hingga Kant dan Heidegger—ia menempatkan persoalan ketuhanan bukan sebagai isu dogmatis, melainkan sebagai problem filosofis yang terbuka dan kritis.

Salah satu sumbangan utama buku ini adalah pembacaan historis terhadap evolusi konsep Tuhan. 

Ointoe menunjukkan bahwa pemahaman manusia tentang Tuhan berkembang seiring dengan kesadaran moral, sosial, dan intelektual. 

Namun, perubahan historis ini tidak meniadakan dimensi transendensi, melainkan menegaskan bahwa yang berubah adalah horizon pemahaman manusia, bukan realitas ontologis itu sendiri. 

Dengan demikian, ia berusaha menghindari reduksionisme, baik yang bersifat sekularistik maupun fundamentalis.

Buku ini juga mengulas relasi antara sains dan agama. 

Melalui dialog dengan pemikir seperti Paul Davies, Francis Collins, dan para kritikus agama modern, Ointoe berargumen bahwa konflik antara sains dan iman lebih merupakan benturan epistemologis daripada pertentangan ontologis. 

Sains menjelaskan mekanisme dunia, sementara pertanyaan tentang Tuhan menyentuh dasar makna dan keberadaan. 

Dengan kerangka ini, ia menolak ateisme saintistik yang mereduksi Tuhan menjadi hipotesis empiris, sekaligus menolak teologi anti-rasional yang menutup diri dari kritik.

Tema “senjakala kebudayaan” menjadi metafora sentral dalam membaca kondisi modernitas. 

Ointoe melihat krisis global—baik moral, politik, maupun kultural—sebagai gejala kehilangan orientasi ontologis. 

Kebudayaan yang tercerabut dari fondasi makna transenden cenderung jatuh pada komodifikasi, relativisme ekstrem, dan fragmentasi identitas. 

Karena itu, buku ini mengusulkan perlunya pemulihan relasi antara Tuhan, rasionalitas, dan kebudayaan sebagai upaya menata kembali arah hidup manusia modern.

Secara keseluruhan, Tuhan dan Senjakala Kebudayaan bukan sekadar karya teologi atau kritik sosial, melainkan peta intelektual yang berusaha menjembatani metafisika klasik, kritik modern, dan krisis kontemporer. 

Ia mengajak pembaca untuk berpikir melampaui polarisasi antara iman dan akal, antara tradisi dan modernitas. 

Buku ini relevan sebagai bahan diskusi karena tidak menawarkan jawaban final, melainkan membuka ruang dialog reflektif tentang fondasi makna di tengah dunia yang semakin kompleks dan tidak pasti.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 317x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 283x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 242x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 206x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 157x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Artikel

Pergeseran Pusat Gravitasi Dunia: Membaca Konflik Iran–Israel dan Implikasinya bagi Strategi Geopolitik Indonesia serta Masa Depan Aceh

Maret 17, 2026
Lailatul Qadar Dalam Fenomenologi Cahaya
#Korban Bencana

Lailatul Qadar Dalam Fenomenologi Cahaya

Maret 17, 2026
Negara yang Mendidik dan atau Negara yang Menghukum
#Hari Buruh

Koeli Kontrak (Contractarbeider)

Maret 17, 2026
Cerpen

Aku Merindu

Maret 17, 2026
Next Post

Khotbah Tiga Jelata

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com