POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Perjuangan Ayahku Di Tengah Banjir Bandang

RedaksiOleh Redaksi
February 23, 2026
Perjuangan Ayahku Di Tengah Banjir Bandang
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Nurul Khairiyah

Pelajar  Kelas 7 Mts Al ikhlas Tanah Terban, Karang Baru, Aceh Tamiang

Pada hari Rabu, tanggal 26 November 2025, pagi hari saat cuaca mendung sekaligus hujan yah yang tidak berhenti, aku sempat pergi ke sekolah bersama ayahku. Sesampainya di sekolah, tidak ada satu pun yang pergi ke sekolah. Lalu, aku pun kembali ke rumah.

Pada sore hari, air sudah masuk ke rumahku. Kami semua sudah khawatir, namun ibu dan ayah berusaha menenangkan kami. Pada malam hari selesai kami salat, kami membaca Yasin. Ayahku menyuruh kakakku untuk melihat air di luar, apakah sudah masuk ke dalam rumah atau belum. Lalu kakakku melihat air sudah sedikit lagi mau masuk ke rumah. 

Lalu kami semua membereskan barang yang ingin dibawa dan barang-barang yang ingin dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi. Lalu kami membereskan barang-barang. Kami mengungsi ke rumah orang yang lebih tinggi. Kebetulan di depan rumahku ada satu rumah yang belum siap dibangun dan rumah itu, kebetulan belum masuk air.

Pada pagi hari pukul 04.30 WiB, kami salat subuh berjamaah dan pada salam terakhir, air sudah masuk ke dalam rumah itu. Yang ada dalam rumah itu bukan keluargaku saja, tapi ada 10 keluarga lain. Lalu, kami semua membereskan barang-barang kami. Pada pagi itu ada yang membuat rakit dari batang pisang. Lalu kami semua berpencar-pencar mencari tempat yang lebih tinggi.

Pada saat itu, keluargaku mengungsi ke rumah andongku . Karena rumah andongku bertingkat dua. Pada saat itu kami menggunakan rakit batang pisang untuk pergi ke rumah Andongku. Mengapa kami menggunakan rakit, karena di pasar air sudah cukup dalam dan airnya cukup deras atau kencang.

📚 Artikel Terkait

NURDIN F. JOES, Penyair Kemanusiaan Dari Kembang Tanjong

Bunda Literasi di Era Artificial Intelligence

PRODI KRIYA ISI PADANGPANJANG LATIH PENGOLAHAN LIMBAH PLASTIK JADI PRODUK KREASI SENI

Julaini, Bahagianya Anak Yatim Piatu Mendapat Bantuan Sepeda dari CCDE

Sesampainya di rumah Andongku, hatiku cukup lega, karena aku merasa sudah aman, tapi pada pukul 13.30 WIN air sudah masuk ke rumah Andongku. Padahal rumah Andongku sudah cukup tinggi. Lalu keluargaku sudah sangat khawatir karena kami semua sudah tidak tahu lagi mau pergi kemana, tapi ayahku terus berusaha mencari dan akhirnya ayahku berhasil menemukan satu rumah yang sangat tinggi. Ayah mendatangi keluargaku di rumah Andong. Ayahku tampak sangat panik karena ada adekku yang sedang sakit dan juga ada yang masih bayi.

Tanpa berpikir panjang ayah dan omku langsung meminjam rakit tetangga, tapi karena arus air sangat kencang, jadi rakit tidak dapat melawan arus air yang sangat kencang,

Ayah, jangan tinggalkan kami. Air semakin kencang. Allah Maha Tahu, bukan ayah tidak mau menolong, tapi ayah telah pergi menolongku. Tapi ayah jangan pergi lagi

Jam di tangan Wawakku sudah menunjukkan pukul 03.00 pagi. Ya, ayah jangan pergi lagi. Kata Wawakku kepada ayah, karena takut terbawa arus air. Akupun mulai memejamkan mata dalam gelap gulita. 

Sudah dua hari 3 malam berlalu, Mak, kata adikku. Mak, abang lapar Mak.

Sabar ya Nak. Mohon lah kepada Allah agar air cepat surut. Muka adikku sudah memucat dan menangis minta susu. Lalu diberikan air yang ada sedikit lagi, hingga tertidur. Kami sudah semua lapar dan adikku yang masih sakit. Kena seng lagi, saat berjalan di atas atap.

Malam datang lagi dan kami makan mie mentah yang dibawa Andong kami. Adikku yang kecil juga  makan mie. 

Alhamdulillah. Adikku tidak sakit perutnya. Atas izin Allah. Malam pun berlalu dan pagi datang lagi. Sudah tiga hari kami tidak makan nasi. Air pun tidak surut -surut. Cuma air pun tidak naik lagi. Hujan pun masih turun dan akhirnya orang di depan rumahku mengungsi juga di atas atap rumahnya. Kami minta tolong agar dikasih pinjam panci dan wajan.

Alhamdulillah ada. Barulah kami makan mie instan dalam platiknya. Kami baru turun pada hari ke empat dan alhamdulillah kami semua selamat walau harta benda dan hewan peliharaan kami semua hanyut dibawa arus air. Namun, kami bersyukur Allah memberikan kami keselamatan. Terima kasih. Puji syukur kami kepada Allah SWT.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 139x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 70x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026
#Pendidikan

Kala Kemampuan Kognisi Siswa Semakin Menurun

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026
POTRET Budaya

Perjalanan Suci Sang Mentari

Oleh Tabrani YunisFebruary 20, 2026
#Gerakan Menulis

Produktif Menulis, Kala Puasa Ramadan

Oleh Tabrani YunisFebruary 19, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    162 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
122
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
204
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
94
Postingan Selanjutnya
Sandaran yang Patah

Kapankah?

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00