POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Kadis Kesehatan Itu Gugur di Meja Kerja

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
February 20, 2026
Kadis Kesehatan Itu Gugur di Meja Kerja
🔊

Dengarkan Artikel

Berdasarkan kisah nyata. Di saat libur pun tidak tetap kerja. Malang, saat di ruang kerjanya, kisah hidupnya berakhir. Simak cerpennya sambil seruput Koptagul, wak!

Selasa itu, 17 Februari 2026, pukul 15.30 WITA, waktu seperti patah di sebuah ruangan sederhana di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah. Di luar, dunia berjalan biasa saja. Orang-orang menikmati libur Imlek. Anak-anak tertawa. Toko-toko sebagian tutup. Langit Praya biru, tak memberi tanda apa-apa.

Di dalam ruangan itu, seorang lelaki masih bekerja. Namanya Dr H Suardi SKM MPH. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah. Gelarnya panjang, jabatannya tinggi, tapi hidupnya sederhana. Meja kayu penuh berkas, cangkir kopi yang mulai dingin, dan mata yang tak pernah benar-benar lepas dari tanggung jawab.

Hari itu seharusnya ia di rumah. Bersama keluarga. Beristirahat. Tetapi ia memilih masuk kantor. Ada program penguatan puskesmas yang harus ia cek ulang. Ada laporan pelayanan kesehatan masyarakat yang perlu ditandatangani. Ada evaluasi pengendalian penyakit yang tak boleh tertunda. Baginya, sakit dan sehat warga Lombok Tengah tidak mengenal tanggal merah.

Ia datang pagi itu dengan langkah seperti biasa. Menyapa satpam. Tersenyum pada staf yang heran melihatnya hadir di hari libur nasional.

“Sebentar saja,” katanya pelan. “Biar cepat selesai.”

Ia memang begitu. Dikenal sebagai sosok pekerja keras. Disiplin. Tak segan turun langsung ke lapangan. Pernah ia berdiri di halaman puskesmas desa yang becek oleh hujan, hanya untuk memastikan alat kesehatan sampai tepat waktu. Pernah ia duduk bersama warga, mendengar keluhan tentang antrean panjang dan kekurangan tenaga medis. Ia bukan tipe pejabat yang nyaman di balik meja. Ia turun. Ia mendengar. Ia bergerak.

Siang menjelang sore. Jam mendekati 15.30 WITA. Ia masih menatap layar komputer. Tangannya memegang pena. Ada satu dokumen lagi yang perlu ia paraf. Satu saja lagi.

Lalu dunia tiba-tiba berguncang tanpa suara.

📚 Artikel Terkait

Konselor Punya Masa Depan Gemilang

Aceh dan Salem: Jejak Sejarah Dagang yang Terancam Terhapus

Rahasia di Balik Mundurnya Humas BAS

Projek Dosen Menulis

Tubuhnya mendadak lemas. Pandangannya mengabur. Pena terlepas dari genggaman. Kursi berderit pelan, seolah menjerit. Dalam detik yang terasa panjang seperti musim kemarau, ia jatuh dari kursinya.

“Pak! Pak!”

Suara panik memecah ruangan. Rekan-rekan berlari. Mereka mengangkat tubuhnya yang tadi masih tegak, kini terkulai. Mereka memanggil namanya berulang-ulang, seakan nama itu bisa menariknya kembali. Upaya pertolongan dilakukan secepat mungkin. Nafasnya dicari. Denyutnya diraba.

Ia segera dibawa ke RS Adikarsa Praya. Ambulans melaju menembus sore yang tak tahu sedang mengantar sebuah perpisahan. Di dalamnya, harapan dan ketakutan berkelahi dalam diam.

Namun takdir telah lebih dulu mengetuk. Nyawanya tidak tertolong. Dugaan sementara, serangan jantung. Begitu singkat kalimat itu. Begitu berat maknanya.

Seorang kepala dinas kesehatan, yang sepanjang hidupnya mengoordinasikan pelayanan kesehatan daerah, menggerakkan kampanye kesehatan masyarakat, memperkuat fasilitas kesehatan, justru tak sempat menyelamatkan jantungnya sendiri. Ia menjaga ribuan nyawa, tapi tak pernah mengeluh tentang lelahnya. Ia memastikan puskesmas siap melayani, tapi tubuhnya diam-diam menyimpan kelelahan yang tak pernah ia bagi.

Kabar itu menyebar cepat ke seluruh Lombok Tengah. Pemerintah daerah menyampaikan duka mendalam. Di kantor-kantor, kepala-kepala tertunduk. Di puskesmas, tenaga kesehatan menahan tangis di balik masker mereka. Beberapa mungkin teringat wajahnya yang tersenyum saat sidak. Beberapa mungkin teringat nasihatnya yang tegas tapi hangat.

Masyarakat kehilangan bukan hanya seorang pejabat, tetapi seorang pelayan. Seorang figur yang berdedikasi tinggi hingga akhir hayat. Seorang yang ramah, dekat dengan pegawai dan warga, yang tak segan turun langsung melihat kondisi lapangan.

Di rumahnya, kesunyian lebih menyayat darip berita apa pun. Hari libur yang semestinya penuh canda berubah menjadi ruang duka. Ada kursi makan yang kosong. Ada ponsel yang tak lagi berdering dengan suaranya. Ada keluarga yang menunggu langkah kaki yang tak pernah kembali.

Barangkali pagi itu ia sempat berpamitan singkat. Barangkali ia berkata, “Sebentar saja ke kantor.” Siapa yang menyangka, “sebentar” itu adalah selamanya?

Semoga Tuhan membalas setiap lembur yang ia sembunyikan. Semoga setiap keringatnya menjadi saksi di hadapan langit. Semoga air mata yang jatuh hari ini menjadi doa paling jujur untuknya.

Foto Ai hanya ilustrasi

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

camanewak

jurnalismeyangmenyapa

JYM

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 107x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 66x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 66x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 58x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
POTRET Budaya

Perjalanan Suci Sang Mentari

Oleh Tabrani YunisFebruary 20, 2026
#Gerakan Menulis

Produktif Menulis, Kala Puasa Ramadan

Oleh Tabrani YunisFebruary 19, 2026
#Anggaran Pendidikan

Kelas Afirmasi Masih Perlu

Oleh Tabrani YunisFebruary 18, 2026
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
78
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
203
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Bedah Buku - Of Grammatology

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00