• Latest
Kadis Kesehatan Itu Gugur di Meja Kerja

Kadis Kesehatan Itu Gugur di Meja Kerja

February 20, 2026
Apa Kata Dunia?

Apa Kata Dunia?

March 13, 2026
Antara Gold, Glory, dan Suara Rakyat: Merenungkan Keadaban Dunia dari Pengalaman Sehari-hari

Antara Gold, Glory, dan Suara Rakyat: Merenungkan Keadaban Dunia dari Pengalaman Sehari-hari

March 13, 2026

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

March 13, 2026
Lomba Menulis Cerita Anak Cerdas 2026

Lomba Menulis Cerita Anak Cerdas 2026

March 13, 2026
Kecanggihan Teknologi pada Zaman Nabi Daud dan Nabi Sulaiman

Kecanggihan Teknologi pada Zaman Nabi Daud dan Nabi Sulaiman

March 12, 2026

Tatanan Global Bergeser: Apakah Timur Tengah Siap Memasuki Era Post-American Security Order?

March 12, 2026
What is Scholasticide?

Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel

March 12, 2026
Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

March 12, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Kadis Kesehatan Itu Gugur di Meja Kerja

Rosadi Jamani by Rosadi Jamani
February 20, 2026
in Cerpen
0
Kadis Kesehatan Itu Gugur di Meja Kerja
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Berdasarkan kisah nyata. Di saat libur pun tidak tetap kerja. Malang, saat di ruang kerjanya, kisah hidupnya berakhir. Simak cerpennya sambil seruput Koptagul, wak!

Baca Juga

Laki-Laki dari Tanah Zamrud

Laki-Laki dari Tanah Zamrud

March 10, 2026
Sepeda dan Medali Pensiun

Sepeda dan Medali Pensiun

March 9, 2026
Peradaban Kenyang, Akal Telanjang

Peradaban Kenyang, Akal Telanjang

March 5, 2026

Selasa itu, 17 Februari 2026, pukul 15.30 WITA, waktu seperti patah di sebuah ruangan sederhana di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah. Di luar, dunia berjalan biasa saja. Orang-orang menikmati libur Imlek. Anak-anak tertawa. Toko-toko sebagian tutup. Langit Praya biru, tak memberi tanda apa-apa.

Di dalam ruangan itu, seorang lelaki masih bekerja. Namanya Dr H Suardi SKM MPH. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah. Gelarnya panjang, jabatannya tinggi, tapi hidupnya sederhana. Meja kayu penuh berkas, cangkir kopi yang mulai dingin, dan mata yang tak pernah benar-benar lepas dari tanggung jawab.

Hari itu seharusnya ia di rumah. Bersama keluarga. Beristirahat. Tetapi ia memilih masuk kantor. Ada program penguatan puskesmas yang harus ia cek ulang. Ada laporan pelayanan kesehatan masyarakat yang perlu ditandatangani. Ada evaluasi pengendalian penyakit yang tak boleh tertunda. Baginya, sakit dan sehat warga Lombok Tengah tidak mengenal tanggal merah.

Ia datang pagi itu dengan langkah seperti biasa. Menyapa satpam. Tersenyum pada staf yang heran melihatnya hadir di hari libur nasional.

“Sebentar saja,” katanya pelan. “Biar cepat selesai.”

Ia memang begitu. Dikenal sebagai sosok pekerja keras. Disiplin. Tak segan turun langsung ke lapangan. Pernah ia berdiri di halaman puskesmas desa yang becek oleh hujan, hanya untuk memastikan alat kesehatan sampai tepat waktu. Pernah ia duduk bersama warga, mendengar keluhan tentang antrean panjang dan kekurangan tenaga medis. Ia bukan tipe pejabat yang nyaman di balik meja. Ia turun. Ia mendengar. Ia bergerak.

Siang menjelang sore. Jam mendekati 15.30 WITA. Ia masih menatap layar komputer. Tangannya memegang pena. Ada satu dokumen lagi yang perlu ia paraf. Satu saja lagi.

Lalu dunia tiba-tiba berguncang tanpa suara.

📚 Artikel Terkait

Membangun Ulang Jiwa Kampus: Menghidupkan Ashabiyah Ibnu Khaldun di Tengah Krisis Solidaritas Akademik

Membaca Jejak Gerakan Literasi di Aceh Barat Daya

Tema Lomba Menulis Edisi Mei

80 Tahun Kemerdekaan : Flashback Peran Ulama dan Santri dalam Mempertahankan

Tubuhnya mendadak lemas. Pandangannya mengabur. Pena terlepas dari genggaman. Kursi berderit pelan, seolah menjerit. Dalam detik yang terasa panjang seperti musim kemarau, ia jatuh dari kursinya.

“Pak! Pak!”

Suara panik memecah ruangan. Rekan-rekan berlari. Mereka mengangkat tubuhnya yang tadi masih tegak, kini terkulai. Mereka memanggil namanya berulang-ulang, seakan nama itu bisa menariknya kembali. Upaya pertolongan dilakukan secepat mungkin. Nafasnya dicari. Denyutnya diraba.

Ia segera dibawa ke RS Adikarsa Praya. Ambulans melaju menembus sore yang tak tahu sedang mengantar sebuah perpisahan. Di dalamnya, harapan dan ketakutan berkelahi dalam diam.

Namun takdir telah lebih dulu mengetuk. Nyawanya tidak tertolong. Dugaan sementara, serangan jantung. Begitu singkat kalimat itu. Begitu berat maknanya.

Seorang kepala dinas kesehatan, yang sepanjang hidupnya mengoordinasikan pelayanan kesehatan daerah, menggerakkan kampanye kesehatan masyarakat, memperkuat fasilitas kesehatan, justru tak sempat menyelamatkan jantungnya sendiri. Ia menjaga ribuan nyawa, tapi tak pernah mengeluh tentang lelahnya. Ia memastikan puskesmas siap melayani, tapi tubuhnya diam-diam menyimpan kelelahan yang tak pernah ia bagi.

Kabar itu menyebar cepat ke seluruh Lombok Tengah. Pemerintah daerah menyampaikan duka mendalam. Di kantor-kantor, kepala-kepala tertunduk. Di puskesmas, tenaga kesehatan menahan tangis di balik masker mereka. Beberapa mungkin teringat wajahnya yang tersenyum saat sidak. Beberapa mungkin teringat nasihatnya yang tegas tapi hangat.

Masyarakat kehilangan bukan hanya seorang pejabat, tetapi seorang pelayan. Seorang figur yang berdedikasi tinggi hingga akhir hayat. Seorang yang ramah, dekat dengan pegawai dan warga, yang tak segan turun langsung melihat kondisi lapangan.

Di rumahnya, kesunyian lebih menyayat darip berita apa pun. Hari libur yang semestinya penuh canda berubah menjadi ruang duka. Ada kursi makan yang kosong. Ada ponsel yang tak lagi berdering dengan suaranya. Ada keluarga yang menunggu langkah kaki yang tak pernah kembali.

Barangkali pagi itu ia sempat berpamitan singkat. Barangkali ia berkata, “Sebentar saja ke kantor.” Siapa yang menyangka, “sebentar” itu adalah selamanya?

Semoga Tuhan membalas setiap lembur yang ia sembunyikan. Semoga setiap keringatnya menjadi saksi di hadapan langit. Semoga air mata yang jatuh hari ini menjadi doa paling jujur untuknya.

Foto Ai hanya ilustrasi

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

camanewak

jurnalismeyangmenyapa

JYM

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 80x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 79x dibaca (7 hari)
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 68x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Baca Juga

Apa Kata Dunia?
# Ironi

Apa Kata Dunia?

March 13, 2026
Antara Gold, Glory, dan Suara Rakyat: Merenungkan Keadaban Dunia dari Pengalaman Sehari-hari
# kolonial

Antara Gold, Glory, dan Suara Rakyat: Merenungkan Keadaban Dunia dari Pengalaman Sehari-hari

March 13, 2026
Perempuan

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

March 13, 2026
Lomba Menulis Cerita Anak Cerdas 2026
Anak Cerdas

Lomba Menulis Cerita Anak Cerdas 2026

March 13, 2026
Next Post

Bedah Buku - Of Grammatology

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com