POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Cinta

Batasan yang Menjaga Cinta.

Aswan Nasution by Aswan Nasution
Maret 6, 2026
in Cinta
0
Batasan yang Menjaga Cinta. - 92be58ab 8984 4d6d b1e1 0b898035345d | Cinta | Potret Online

Oleh Aswan Nasution

Ada satu kesalahpahaman yang sering kita pelihara diam-diam: bahwa cinta sejati adalah kebebasan tanpa pagar. Bebas pergi ke mana saja, bebas bersikap apa saja, bebas menjadi siapa saja tanpa perlu menjelaskan apa pun. Kita menyebutnya dewasa. Padahal sering kali itu hanya cara halus untuk menghindari tanggung jawab.

Hubungan yang sesungguhnya justru dimulai ketika dua orang berani menarik garis. Garis yang tidak dimaksudkan untuk membatasi langkah, melainkan menjaga agar langkah itu tidak saling menginjak. Karena dua manusia, sebaik apa pun niatnya, tetap membawa ego, luka lama, dan cara pandang yang berbeda.

Baca Juga
  • Batasan yang Menjaga Cinta. - c234ba0f 4233 4e41 abb8 4a9c2935730c | Cinta | Potret Online
    Bingkai
    Mengenal Apa itu Cinta
    24 Des 2023
  • 02
    Cinta
    Tanda Cinta
    11 Nov 2021

Kebebasan mutlak memang terdengar indah. Tapi kebebasan semacam itu hanya mungkin dimiliki oleh orang yang hidup sendirian. Tanpa pasangan. Tanpa ikatan. Tanpa komitmen. Begitu seseorang memutuskan untuk berbagi hidup, ia sadar atau tidak, sedang menyerahkan sebagian kebebasannya. Bukan karena dipaksa. Melainkan karena memilih.

Di situlah letak penghormatan. Pada pasangan. Pada hubungan. Pada janji yang tidak selalu diucapkan dengan kata-kata, tetapi dirasakan lewat sikap.

Baca Juga
  • Batasan yang Menjaga Cinta. - de621aad 499f 4058 a0d4 fbcc23073f59 | Cinta | Potret Online
    Buku
    Bacaan Menjelang Lebaran.
    26 Mar 2025
  • 02
    Cinta
    Mengikat Cinta
    16 Jul 2018

Aturan dalam sebuah hubungan sering dipersepsikan sebagai belenggu. Padahal ia lebih mirip pagar di tepi jurang. Pagar itu tidak menghalangi kita menikmati pemandangan, justru memastikan kita tidak jatuh. Tanpa pagar, yang ada bukan keberanian, melainkan kecerobohan.

Dua ego yang berjalan tanpa batas akan saling berbenturan. Saling menuntut. Saling merasa paling benar. Dan ketika itu terjadi, cinta tidak lagi menjadi rumah, melainkan arena pertarungan. Siapa yang lebih dominan. Siapa yang harus mengalah. Siapa yang akhirnya lelah lebih dulu.

Baca Juga
  • Batasan yang Menjaga Cinta. - ff25a5f3 0248 4dc7 8dd0 80d1f9ac5e9d | Cinta | Potret Online
    Artikel
    Pelukan Terakhir Ibu dan Anak Sebelum Keduanya Meninggal
    12 Mar 2025
  • Batasan yang Menjaga Cinta. - Cinta_ Solusi atau Sumber Masalah di Era Modern | Cinta | Potret Online
    Artikel
    Cinta di Era Modern; Solusi Atau Masalah?
    17 Feb 2025

Kedewasaan dalam menjalin kasih tidak diukur dari seberapa bebas kita bergerak, tetapi dari seberapa ikhlas kita menjaga batas yang telah disepakati. Bukan dengan wajah masam. Bukan dengan perasaan terpaksa. Melainkan dengan rasa syukur karena ada sesuatu yang layak dijaga.

Hubungan yang sehat membutuhkan peta. Kapan berjalan beriringan. Kapan berhenti sejenak memberi ruang. Kapan berbagi cerita. Kapan cukup diam dan mendengarkan. Tanpa peta itu, dua orang hanya akan tersesat di jalan yang sama, sambil saling menyalahkan arah.

Generasi hari ini sering keliru memaknai kebebasan dalam berpasangan. Kita ingin dicintai sepenuhnya, tapi enggan menyesuaikan langkah. Ingin dipahami, tapi malas menjelaskan. Ingin ditemani, tapi menolak diikat. Kita lupa bahwa kebersamaan selalu menuntut kompromi.

Jika seseorang belum siap menahan egonya, belum siap mengatur ulang kebiasaan pribadinya, mungkin kesendirian adalah pilihan yang lebih jujur. Bukan karena sendiri itu lebih mulia, melainkan karena memaksakan kebersamaan tanpa kesiapan hanya akan melahirkan kezaliman yang sunyi. Menyakitkan, tapi sering tak terlihat.

Cinta yang jernih tidak berisik soal kebebasan. Ia tenang merawat kesepakatan. Ia paham bahwa setiap kedekatan membawa konsekuensi. Setiap pelukan menyimpan tanggung jawab. Dan setiap aturan yang disepakati bersama bukanlah tanda kekurangan cinta, melainkan bukti bahwa cinta itu ingin bertahan.

Pada akhirnya, hubungan sejati bukan tentang siapa yang paling bebas. Melainkan siapa yang paling bersedia menjaga. Dengan sadar. Dengan lapang. Dengan hati yang dewasa.

Penulis :

Aswan Nasution, Alumni Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala. Saat ini masih bertempat tinggal di Serbelawan ni Huta, Sebuah kota kecil di Kabupaten Simalungun , Sumatera Utara. Di mana Semua lelaki dewasa di panggil “Ketua”.

Previous Post

Anthropic Launches Claude 3 With Human-Level Understanding

Next Post

Untaian Puisi Julia Ikin

Next Post
Batasan yang Menjaga Cinta. - 347f3f17 678f 4261 ac32 a4e5a85fdb7c | Cinta | Potret Online

Untaian Puisi Julia Ikin

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah