POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Israel Boleh Segalanya, Palestina Tak Boleh Apa-apa

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
February 9, 2026
Israel Boleh Segalanya, Palestina Tak Boleh Apa-apa
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Ngomongkan Israel memang tak ada habisnya. Semakin dibenci dunia, negeri zionis malah tertawa. Amerika Serikat sebesar itu malah di bawah ketiaknya. Simak sikap songong Israel atas Gaza, Palestina sambil seruput Koptagul, wak!

Gaza punya wilayah. Punya rakyat. Punya sejarah. Punya daftar panjang korban. Tapi, dilarang mengatur dirinya sendiri. Ini bukan parodi. Ini pernyataan resmi. Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel yang status hukumnya lebih pas ditempel di papan buronan bandara internasional, dengan santai menyampaikan ke utusan Amerika Serikat, Otoritas Palestina tidak boleh ikut mengurus Gaza. Hamas dilarang. PA dilarang. Palestina dilarang. Gaza boleh ada, asal seperti properti panggung, kelihatan, tapi tak boleh bicara.

Logika ini hanya masuk akal kalau dunia dikendalikan remote control dan remotnya bermerek “Made in Tel Aviv”. Amerika Serikat, negara yang hobi mengajari demokrasi ke seluruh planet, kini tampil seperti murid magang geopolitik. Steve Witkoff datang ke Yerusalem, wilayah Palestina yang diduduki, jangan pura-pura lupa, mendengarkan Netanyahu memberi instruksi, lalu pulang dengan wajah diplomat yang baru sadar bahwa Gedung Putih bukan pusat komando. Trump boleh presiden, tapi Israel bertindak sebagai sutradara. Amerika cukup jadi figuran yang angguk, senyum, dan siapkan kapal perang “terbesar dan terbaik” untuk latar dramatis.

Yang bikin ubun-ubun mendidih, ada komite bernama NCAG, katanya teknokratis, katanya transisi, katanya direstui Trump. Tugasnya mengelola Gaza sampai Otoritas Palestina “direformasi”. Tapi begitu ada simbol Palestina nongol secuil saja, Netanyahu langsung alergi. Simbol. Logo. Bukan roket. Bukan tank. Tapi Israel bereaksi seolah itu wabah mematikan. Pesannya telanjang. Palestina boleh menderita, tapi jangan pernah terlihat berdaulat.

Di saat bersamaan, Israel mendesak Amerika menyerang Iran, seperti debt collector geopolitik yang datang sambil membawa palu godam. Trump ragu, pejabat AS bilang presiden sebenarnya tak ingin perang. Tapi, jenderal Israel sudah presentasi peta serangan ke Washington. Mossad mondar-mandir. Pasukan AS ditambah. Diplomasi diberi oksigen sebentar, lalu dicekik lagi. Negosiasi nuklir dijadwalkan, tapi kapal perang sudah meluncur duluan. Ini diplomasi ala Israel, berbicara sambil mengokang senjata.

📚 Artikel Terkait

HABA Si PATok

PENCOBLOSAN YANG MENGOYAK MERAH PUTIHKU

12 Tips Penting untuk Tingkatkan Kualitas Diri

Merampungkan Persiapan Pekan Seni Mahasiswa Indonesia Daerah (Peksimida) XVI

Juni 2025, Israel menyerang Iran dua belas hari, menghantam situs militer, nuklir, dan infrastruktur sipil. Ilmuwan tewas, komandan tumbang. Iran membalas. Amerika ikut nimbrung. Negosiasi bubar. Dunia pura-pura terkejut, lalu kembali ke rutinitas lama. Israel memukul, Barat membela, korban dihitung seperti angka di laporan cuaca.

Di tengah absurditas global ini, Indonesia justru mencoba berdiri di jalur moral. Majelis Ulama Indonesia bersama PBNU dan Muhammadiyah menyatakan dukungan atas keputusan Indonesia bergabung dengan Board of Peace setelah bertemu Presiden Prabowo Subianto pada 3 Februari 2026. Tapi dukungan itu tidak kosong. Ada syarat tegas. Keikutsertaan Indonesia harus membawa kemaslahatan umat dan memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Ini penting. Karena, di dunia yang logikanya sudah dibajak, sikap seperti ini terasa seperti air di padang pasir.

Sementara itu, Netanyahu masih bebas bicara. Bebas memerintah. Padahal, ICC sudah mengeluarkan surat penangkapan sejak November 2024. Tuduhannya kejahatan perang, kelaparan sebagai senjata, pembunuhan sipil. Bandingnya ditolak. Statusnya Februari 2026, buronan internasional. Tapi kalau dia maling sandal, mungkin sudah lama digebuki warga. Karena dia pemimpin Israel, hukum internasional berubah jadi hiasan dinding.

Inilah wajah dunia hari ini. Israel bukan cuma menjajah tanah, tapi juga menjajah akal sehat global. Gaza disuruh diam, Palestina disuruh hilang, Amerika disuruh patuh. Kalau darahmu belum mendidih membaca ini, mungkin karena bomnya belum jatuh di halaman rumahmu.

Foto Ai hanya ilustrasi

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

camanewak

jurnalismeyangmenyapa

JYM

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 182x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 173x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 135x dibaca (7 hari)
Dunia di Ambang Krisis dan Perang Dunia Ketiga
Dunia di Ambang Krisis dan Perang Dunia Ketiga
25 Jan 2026 • 113x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 109x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
POTRET Budaya

Memerangi Sampah, Membangun Gerakan Indonesia ASRI

Oleh Tabrani YunisFebruary 6, 2026
digital

Doom Scrolling: Perilaku Baru di Era Digital

Oleh Tabrani YunisJanuary 31, 2026
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    160 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
192
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
97
Postingan Selanjutnya
Mahasiswa Warung Kopi Abad 21 di Aceh

Mahasiswa Warung Kopi Abad 21 di Aceh

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00