• Latest

Memperkuat Identitas Bangsa Lewat Bahasa dan Sastra di Sekolah

Desember 1, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Memperkuat Identitas Bangsa Lewat Bahasa dan Sastra di Sekolah

Novita Sari Yahya by Novita Sari Yahya
Desember 1, 2025
in Apresiasi Sastra, Artikel, Kritik Sastra, Sastra
Reading Time: 4 mins read
0
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh : Novita Sari Yahya

Pengumuman Bersejarah 26 November 2025

Pada 26 November 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah resmi mengumumkan perubahan nama mata pelajaran “Bahasa Indonesia” menjadi “Bahasa dan Sastra Indonesia” untuk jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK pada tahun ajaran 2026/2027. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengembalikan sastra sebagai pilar utama dalam pembentukan karakter dan kemampuan berpikir kritis siswa.

Menteri Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa muatan sastra pada kurikulum nasional mengalami pengurangan signifikan sejak diberlakukannya Kurikulum 2013. Kebijakan ini merupakan langkah awal yang bertahap dan terukur untuk memperbaiki keadaan tersebut.

Jahja Datoek Kajo dan Martabat Bahasa

Pada 1927, di sidang Volksraad yang melarang penggunaan bahasa selain Belanda, Jahja Datoek Kajo tetap berpidato dalam bahasa Melayu yang menjadi cikal bakal bahasa Indonesia. Meski pidatonya tidak mendapat izin, ia dipuji sebagai “Jago Bahasa Volksraad” oleh kalangan nasionalis. Keberanian ini mengajarkan bahwa bahasa bukan hanya alat komunikasi, melainkan simbol martabat bangsa. Setahun kemudian, Sumpah Pemuda 1928 mengukuhkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

Bahasa Daerah di Ambang Kepunahan

Sebagai penulis yang berasal dari keluarga Minang, saya menyadari betapa pentingnya pelestarian bahasa daerah. Di rumah, saya dan keluarga secara konsisten menggunakan bahasa Minang, sehingga ketiga anak saya fasih berbahasa Minang meskipun tinggal di kota besar. Dengan aturan yang tegas dan kebiasaan berkomunikasi menggunakan bahasa daerah, kami berhasil menjaga keberlangsungan bahasa daerah. Hal ini membuktikan bahwa bahasa daerah tetap bisa dilestarikan jika ada komitmen yang kuat dan konsisten.

Sastra Lisan: Sekolah Bangsa Pertama

Sebelum hadirnya sekolah formal, anak-anak di Nusantara belajar nilai moral dan budaya melalui sastra lisan. Cerita seperti Malin Kundang mengajarkan bakti, legenda Si Pitung menanamkan keberanian, dan cerita Danau Toba mengingatkan akan akibat amarah. Ki Hadjar Dewantara pernah mengatakan bahwa pendidikan yang sejati adalah pendidikan budi pekerti, dan sastra merupakan sarana utama dalam hal itu.

Kurikulum 2013 dan Pengurangan Sastra di Sekolah.

Kurikulum 2013 memangkas secara drastis jam pelajaran sastra, menghapus daftar karya wajib, dan mengganti novel panjang dengan teks pendek yang fungsional. Akibatnya, banyak lulusan sekolah menengah atas tidak pernah membaca karya sastra besar seperti Tenggelamnya Kapal Van der Wijck,maupun puisi Chairil Anwar secara utuh. Keadaan ini menghilangkan ruang bagi siswa untuk mengasah empati dan daya pikir kritis.

Harapan dari “Bahasa dan Sastra Indonesia”

Dengan penambahan kata “sastra” ke dalam nama mata pelajaran, siswa kini memiliki kesempatan resmi untuk tidak hanya belajar tata bahasa, tetapi juga mendalami karya-karya Sapardi Djoko Damono, Hamka, W.S. Rendra, dan sastrawan daerah. Guru-guru perlu mendapatkan pelatihan khusus, perpustakaan sekolah harus dipenuhi dengan karya sastra bermutu, serta sistem penilaian hendaknya mengukur pemahaman dan kepekaan siswa, bukan sekadar kemampuan menghafal.

Peminatan Bahasa dan Ruang Muatan Lokal
Mulai tahun ajaran 2025/2026, Kurikulum Merdeka memberi ruang kepada sekolah untuk membuka kelompok peminatan Bahasa, mirip dengan sistem jurusan lamabmeski tidak diwajibkan secara nasional. Banyak sekolah sudah memulainya dan mendapat sambutan antusias. Kurikulum Merdeka juga menyediakan 30–40% ruang bagi penguatan profil pelajar Pancasila dan muatan lokal, sehingga sekolah dapat mengajarkan pantun Minang, geguritan Bali, hikayat Aceh, serta cerita rakyat Papua.

Penutup: Sastra Memperkuat Identitas Bangsa

Sastra bukan kemewahan semata, melainkan kebutuhan pokok bangsa yang ingin menjaga jiwanya. Bangsa yang melupakan sastra sekaligus kehilangan kemampuan memahami diri dan sejarahnya. Sebaliknya, bangsa yang menghidupkan kembali sastra mampu menyembuhkan luka sejarah dan menguatkan identitasnya. Mari ajarkan bahasa dan sastra dengan jiwa agar generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang peka dan cerdas, sebagaimana tersirat dalam bait terakhir karya Subagio Sastrowardoyo: “Negeri ini bukan tanah tumpah darahku saja, tapi juga tanah tumpah air mataku.”

Daftar Pustaka

Dewantara, Ki Hadjar. (1977). Karya Ki Hadjar Dewantara, Bagian Pertama: Pendidikan. Yogyakarta: Majelis Luhur Taman Siswa.

ADVERTISEMENT

Hamka. (1939). Tenggelamnya Kapal van der Wijck. Jakarta: Balai Pustaka.

Lapian, Adrian B. (Ed.). (1992). Volksraad dan Pembentukan Identitas Bangsa Indonesia. Jakarta: Leknas-LIPI.

Mahsun. (2020). Bahasa Daerah di Indonesia: Vitalitas dan Revitalisasi. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Pramoedya Ananta Toer. (1980–1988). Tetralogi Pulau Buru (Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, Rumah Kaca). Jakarta: Hasta Mitra.

Rendra, W.S. (2008). Puisi-Puisi Terpilih. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Baca Juga

20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026

Sapardi Djoko Damono. (2015). Hujan Bulan Juni: Pilihan Sajak. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Subagio Sastrowardoyo. (1980). Simfoni Dua. Jakarta: Pustaka Jaya.

Novita sari yahya

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 309x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 272x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 235x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 222x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 180x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234Tweet146
Novita Sari Yahya

Novita Sari Yahya

Novita sari yahya penulis dan peneliti yang bergabung di Filantropi kesehatan PKMK FKKMK UGM dan Filantropi Indone

Baca Juga

0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5
Puisi

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff
# Kebijakan Trump

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542
Artikel

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518
Artikel

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
Next Post
Warisan Benda Pusaka

Warisan Benda Pusaka

HABA Mangat

Jajak Pendapat #KaburAjaDulu

Februari 22, 2025

Tema Lomba Menulis November 2025

November 10, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com