• Latest
Kekuatan Rakyat Menenggelamkan Gaya Hidup Pejabat - 1000908378_11zon | Puisi Essay | Potret Online

Kekuatan Rakyat Menenggelamkan Gaya Hidup Pejabat

September 13, 2025
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Kekuatan Rakyat Menenggelamkan Gaya Hidup Pejabat - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Puisi Essay | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
Kekuatan Rakyat Menenggelamkan Gaya Hidup Pejabat - 1000908378_11zon | Puisi Essay | Potret Online

Kekuatan Rakyat Menenggelamkan Gaya Hidup Pejabat

Ririe Aiko by Ririe Aiko
September 13, 2025
in Puisi Essay
Reading Time: 4 mins read
0
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

*Kekuatan Rakyat Menenggelamkan Gaya Hidup Pejabat*

Oleh : Ririe Aiko 

_(Pada 10 September 2025, Kathmandu, ibu kota Nepal, diguncang kerusuhan. Seorang menteri keuangan digiring massa, ditelanjangi, lalu diceburkan ke sungai yang membelah kota. Adegan itu terekam kamera ponsel dan viral ke seluruh dunia. Simbol negara runtuh dalam hitungan menit.¹)_

—000—

Di tepi sungai yang keruh,

rakyat menjelma hakim jalanan.

Teriakan memecah udara,

kamera ponsel gemetar merekam—

tubuh pejabat hanyut,

martabat bangsa ikut tenggelam.

Bukan sekadar seorang lelaki

yang dipermalukan di hadapan rakyat,

melainkan simbol kepercayaan

yang lama terkikis janji kosong.

Amarah itu tak lahir seketika,

ia tumbuh dari beras yang mahal,

minyak yang langka,

dan anak muda yang kehilangan pekerjaan.²

—000—

Generasi digital marah,

melihat anak pejabat berfoya-foya,

pamer mobil sport dan jam tangan mewah,

sementara rakyat antre demi sekarung beras.³

Ketimpangan pun menjelma bara.

Namun api benar-benar menyala

saat pintu dunia maya dikunci.

Facebook dibungkam,

YouTube disumbat,

X ditutup rapat.

Baca Juga

a0874485-5883-4836-9faa-17bcddc8a681

Kepiting Dalam Baskom

Maret 29, 2026
Kekuatan Rakyat Menenggelamkan Gaya Hidup Pejabat - 8f8c9d08 898d 4718 b745 08d640c03203 | Puisi Essay | Potret Online

Di Antara Takbir dan Keranda

Maret 23, 2026
Kekuatan Rakyat Menenggelamkan Gaya Hidup Pejabat - 63b4d1d1 d0e6 4ea7 9676 925e97dc1219 | Puisi Essay | Potret Online

Siapa yang Tega Membunuh 180 Anak-Anak Sekolah

Maret 14, 2026

Suara yang biasa hidup di layar

dipaksa mati.

Tubuh pun akhirnya menjadi teks terakhir,

jalan raya menjelma panggung,

dan sungai,

menjadi tirai terakhir

ADVERTISEMENT

bagi pertunjukan politik yang telanjang.

—000—

Indonesia, tidakkah kita belajar?

Nepal hanyalah cermin

yang retaknya bisa memantul ke sini.

Bayangkan,

jika suatu hari di Jakarta,

seorang menteri ditarik paksa,

dilempar ke Kali Ciliwung,

direkam ratusan kamera,

disiarkan ke seluruh dunia.

Itu bukan sekadar tragedi,

melainkan aib bangsa.

—000—

Kita masih punya modal kepercayaan:

pers yang hidup,

organisasi sipil yang bergerak,

dan hukum yang kadang

masih berpihak pada rakyat.

Namun benih-benih amarah itu ada.

Dari ketidakadilan ekonomi,

dari pamer kuasa anak pejabat,

dari suara publik yang kadang dibungkam.

Jika dibiarkan tumbuh liar,

kita pun bisa terbakar.

Oleh amarah yang terlalu menumpuk

Tak bisa terbendung lagi.

Biarkan sungai-sungai kita

tetap menjadi tempat anak-anak bermain,

bukan tempat martabat pejabat ditenggelamkan.

Biarkan rakyat percaya

bahwa keadilan masih bisa lahir

tanpa harus menelanjangi negeri sendiri.

—000—

CATATAN:

(1)“https://www.kompasiana.com/dosom/68c15e0f34777c1e4d7ce972/belajar-dari-kekuatan-rakyat-yang-menumbangkan-gaya-hidup-pejabat-nepal

(2https://www.worldbank.org/en/news/opinion/2025/08/20/investing-in-people-nepal-s-best-bet-for-better-jobs-and-economic-growth

(3https://kathmandupost.com/national/2025/09/06/nepo-kid-trend-sparks-anti-corruption-campaign-in-nepal

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 350x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 350x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 315x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 264x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 210x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234Tweet147
Ririe Aiko

Ririe Aiko

Ririe Aiko adalah seorang penulis dan pegiat literasi asal Bandung yang dikenal karena konsistensinya dalam menyuarakan isu-isu kemanusiaan melalui karya sastra, khususnya puisi esai. Sejak remaja, ia telah menjadikan dunia menulis sebagai rumahnya. Ia mulai dikenal pada 2006 lewat karya pertamanya Senorita yang memenangkan Lomba Penulisan Naskah TV di Tabloid Gaul dan kemudian diadaptasi menjadi FTV oleh salah satu stasiun televisi nasional. Perjalanan kepenulisan Ririe berakar dari genre horor dan roman, dua dunia yang memberinya ruang untuk menggali sisi gelap dan getir kehidupan. Cerpen-cerpen horornya bahkan sering menjadi trending dan memenangkan penghargaan di berbagai platform, termasuk Arum Kencana yang menjuarai lomba cerpen Elex Novel. Namun di tengah jejak panjang fiksi populernya, Ririe justru menemukan makna baru dalam genre puisi esai—sebuah ruang tempat ia bisa bersuara lebih lantang tentang luka sosial, ketidakadilan, dan harapan yang tertindas. Pada 2024, Ririe menerbitkan buku antologi pertamanya yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama berjudul KKN, sebuah karya kolaboratif yang mempertemukannya dengan pembaca lebih luas. Setahun kemudian, ia menerbitkan buku puisi esai mini bertajuk Sajak dalam Koin Kehidupan (2025), sebagai tonggak awal perjalanannya menapaki genre puisi esai secara lebih mendalam. Tak berhenti di sana, ia menantang dirinya untuk menulis puisi esai setiap hari selama 30 hari di bulan Ramadhan—yang kini tengah dirangkai menjadi buku puisi esai mini bertajuk Airmata Ibu Pertiwi. Ririe juga merupakan Founder Gerakan Literasi Bandung, sebuah inisiatif yang bertujuan menumbuhkan kembali kecintaan anak-anak terhadap buku di era digital. Melalui program berbagi buku, kelas kreatif, dan kegiatan literasi berbasis komunitas, ia membangun jembatan antara dunia literasi dan tantangan teknologi masa kini. Selain menulis, Ririe aktif sebagai kreator video berbasis Artificial Intelligence, menjelajah cara-cara baru dalam menyampaikan pesan melalui medium visual. Baginya, menulis bukan sekadar merangkai kata, melainkan menyalakan cahaya kecil di tengah gelapnya kenyataan—cara untuk berdamai, berjuang, dan tetap bertahan di dunia yang sering kali bisu terhadap suara-suara kecil.

Baca Juga

feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a
#Amerika

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi
Esai

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib
#Cerpen

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
Next Post

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com