POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Bedah buku

Tak Kenal, Maka Tak Sesal

Redaksi by Redaksi
Oktober 22, 2021
in Bedah buku, Budaya Menulis, Buku
0

 

13 Kisah Penyesalan Sebagai Pembelajaran

01
Baca Juga
Budaya Menulis
Budaya Mencatat pun Mati
16 Jul 2021
Selengkapnya

 

Kisah nyata memang bisa membuat pembaca lebih merasa terhubung. Membaca kisah nyata seolah kita berkaca pada diri sendiri, termasuk membaca buku antologi ini, Tak Kenal Maka Tak Sesal (Tumpukan sesal berbuah sadar). Buku yang bertujuan untuk introspeksi diri ini, memang memberikan satu pengalaman tak terlupa.

Tak Kenal, Maka Tak Sesal - ACB1FC28 9510 4E69 8656 63AFBD60430D | Bedah buku | Potret Online
Baca Juga
Buku
Lagi, Tgk. Joel Buloh Guru MTsN 6 Aceh Utara Terbitkan Buku Ke 10
11 Feb 2023
Selengkapnya

Kolaborasi 10 penulis

Tak Kenal, Maka Tak Sesal - 1001317287_11zon | Bedah buku | Potret Online
Baca Juga
Bedah buku
Bedah Buku – Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition
03 Mar 2026
Selengkapnya

Buku dengan tebal 120 halaman ini, ditulis oleh 10 orang yang kebanyakan adalah penulis baru. Mereka berkreasi untuk memberikan cerita terbaiknya. Ada 13 cerpen kisah nyata yang ditulis dari hati. Ada 3 topik besar yang diangkat dari buku ini, di antaranya adalah: Tentang kebodohan manusia yang ditulis oleh Aulia Manaf “Mulut Berbisa”, Shufairah Tajuddin “Tragedi Tiket”, Subhan Saja “Kebodohan Itu Adalah Aku”, Dina Rosanti “Ritual Setelah Maghrib”, dan Widya Est “Menertawakan Kekonyolan Diri”.

Topik lainnya tentang tak kenal maka tak sesal, sebab setiap kita mengenal seseorang pasti akan ada penyesalan, ditulis oleh Ifa Latifah “Teruntuk Cinta”, Aulia Manaf “Dear You”, Shanti Sharnaz “Lelaki Buaya”, Irma.P “Elegi Tentang Kamu”, dan Widya Est “Notifikasi dari Masa Lalu”. Dan satu lagi topik tentang penyesalan kepada sosok mulia kedua orangtua kita, ditulis oleh Thalibah AnNafiah “Kembalikan Permata Hidupku”, Annefe22 “Rahasia Ayah” dan Aulia Manaf “Sosok yang Tak Pernah Pergi Selamanya”.

PEMBELAJARAN

Belajar untuk menjadi orang yang lebih baik, bisa dari mana saja. Termasuk dari beberapa kisah yang tertuang dalam sebuah buku antologi. Pembaca bisa berkaca, introspeksi dan koreksi diri, bagaimana para penulis membeberkan kisah nyata yang mungkin mempunyai konflik terhubung dengan para pembaca.

Inilah kelebihan dari antologi Tak Kenal Maka Tak Sesal ini. Para penulis seakan bercerita akrab dengan sahabat dan teman baik, sedangkan para pembaca seolah menjadi pendengar yang baik. Karya ini menjadi sebuah terapi yang sangat ampuh untuk menjadi pribadi yang lebih baik, buat para penulis sekaligus pembaca.  

Selamat membaca, selamat berkelana bertemu dengan tumpukan penyesalan orang-orang bebal yang kini sudah menuai kesadaran dan menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Sebab penyesalan dan kegagalan adalah satu bentuk dari kasih sayangNya untuk kita, supaya lebih menghargai waktu yang terus melaju.

Buku ini, masih bisa didapatkan dari penanggung jawab penulisan antologi ini yaitu Aulia Manaf. Silakan hubungi di akun instagramnya @auliamanaf .

Previous Post

Puisi-Puisi Riami

Next Post

Untaian Puisi Dian Sarmita

Next Post

Untaian Puisi Dian Sarmita

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah