• Latest
Merangkai Kata, Menghidupkan Rasa: Cipta Puisi & Wawasan Kebangsaan Republik Rakyat Literasi RRL Kreatif Menggetarkan Hati & Jiwa

Merangkai Kata, Menghidupkan Rasa: Cipta Puisi & Wawasan Kebangsaan Republik Rakyat Literasi RRL Kreatif Menggetarkan Hati & Jiwa

Agustus 29, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Merangkai Kata, Menghidupkan Rasa: Cipta Puisi & Wawasan Kebangsaan Republik Rakyat Literasi RRL Kreatif Menggetarkan Hati & Jiwa

Redaksi by Redaksi
Agustus 29, 2025
in # Bedah Puisi, # Tadarus Puisi, Artikel, Rumah Puisi
Reading Time: 3 mins read
0
Merangkai Kata, Menghidupkan Rasa: Cipta Puisi & Wawasan Kebangsaan Republik Rakyat Literasi RRL Kreatif Menggetarkan Hati & Jiwa
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh : Akaha Taufan Aminudin

Puisi adalah jembatan antara kata dan rasa, antara pikiran dan hati. PT Republik Rakyat Literasi baru saja menyelenggarakan pelatihan cipta puisi bertajuk “Merangkai Kata, Menghidupkan Rasa” yang diisi oleh Ibu Ines. Acara ini bukan hanya menjadi arena belajar menulis puisi, tetapi juga ruang berjejaring dan refleksi tentang kemerdekaan dalam makna yang lebih hidup.

Selain itu, lomba cipta puisi dengan tema “Kemerdekaan” menjadi wadah bagi peserta menyalurkan semangat dan rasa cinta tanah air lewat karya kreatif mereka. Mari kita renungkan betapa indahnya proses menulis puisi dalam menghidupkan rasa, mempererat jiwa, dan menjaga api kemerdekaan.

Pelatihan Cipta Puisi: Lebih dari Sekadar Merangkai Kata

Pernahkah Anda merasa kata-kata hanyalah huruf-huruf kosong? Dalam pelatihan ini, Ibu Ines mengajak peserta untuk melihat puisi sebagai cara menemukan makna dalam setiap tiupan rasa. Seperti yang beliau sampaikan: “Teruslah berlatih menulis dan membaca puisi, sama seperti menyanyi perlu ada latihan supaya terbiasa.” Latihan memang kunci, dan melalui latihan kita belajar mengekspresikan emosi secara autentik sehingga kata-kata tidak sekadar dibaca tapi juga dirasakan.

Acara pelatihan yang berlangsung secara virtual ini memanfaatkan platform Google Meet dan YouTube untuk menjangkau banyak peserta dari berbagai latar belakang. Hal ini membuktikan bagaimana teknologi dapat menjadi sarana penyebaran seni dan literasi, bahkan di saat batasan ruang dan waktu harus kita hadapi bersama.

Lomba Puisi “Kemerdekaan”: Sebuah Suara dari Jiwa Bangsa

Puisi bertema kemerdekaan tentu bukan hal yang baru, tetapi tetap jadi panggilan hati setiap generasi untuk terus mengingat dan merayakan makna perjuangan. Dengan mekanisme yang terstruktur — mulai dari pengumpulan naskah, kurasi juri, hingga sesi pembacaan live di Google Meet — acara ini menawarkan peluang berharga bagi para pecinta puisi untuk mengasah kemampuan sekaligus menyuarakan harapan mereka.

Kriteria penilaian tidak hanya menilai teknik dan estetika, tetapi juga kedalaman makna dan penghayatan yang membuat puisi hidup dan beresonansi dengan pendengar. Ini bukan sekadar lomba, tapi sebuah sarana pembelajaran sekaligus refleksi kolektif tentang kemerdekaan itu sendiri.

Literasi dan Semangat Kebangsaan: Harmoni yang Tak Terpisahkan

Selain lomba cipta puisi, kegiatan seru seperti lomba wawasan kebangsaan dan historical reels challenge turut diadakan untuk menumbuhkan kecintaan pada tanah air dengan cara yang kreatif dan kekinian.

Pendidikan melalui permainan cerdas cermat dan video pendek adalah contoh bagaimana literasi dapat diintegrasikan dengan penggunaan teknologi dan media sosial.

Baca Juga

20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026

Hal ini menjadi sangat penting untuk membuktikan bahwa memahami sejarah dan nilai-nilai kebangsaan tidak harus kaku atau membosankan. Sebaliknya, dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan dan mendekatkan kita pada akar budaya serta perjuangan para pahlawan.

Tantangan dan Kebersamaan dalam Dunia Digital

Seperti yang dialami dalam acara, tantangan teknis seperti suara Google Meet yang tidak stabil maupun kesibukan peserta tidak mengurangi antusiasme untuk berpartisipasi dan belajar. Semangat bersama untuk berkarya dan terus meningkatkan keterampilan menjadi bukti nyata bahwa gairah literasi masih hidup dan berkembang di berbagai kalangan.

Bagi banyak peserta, ini adalah kesempatan untuk menemukan komunitas dan tempat berbagi dunia sastra yang penuh gairah dan inspirasi. Semangat kebersamaan inilah yang membuat pelatihan dan lomba cipta puisi ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan pengalaman bermakna.

Mengakhiri: Ajakan untuk Merangkai Kata dan Menghidupkan Rasa

Puisi adalah suara hati dan ruang kebebasan jiwa. Pelatihan dan lomba cipta puisi ini mengajarkan kita bahwa merangkai kata bukan hanya soal teknik indah, tetapi tentang menghidupkan rasa dan menyuarakan gagasan yang bermakna. Mari kita terus berlatih, menulis, dan berbagi karya puisi sebagai bentuk kecintaan kita pada tanah air sekaligus sarana memahami kemerdekaan secara mendalam.

Kalau Anda merasakan getarannya, jangan ragu ikut serta di acara berikutnya. Karena di dalam tiap kata yang tertulis dan dibaca, ada kekuatan membangun bangsa yang lebih peka, kritis, dan penuh harapan.

Tonton kembali pelatihan dan acara lomba di sini:
YouTube @RRLberkreasi41

ADVERTISEMENT

Jangan lupa untuk like, komen, dan bagikan agar lebih banyak jiwa muda tergerak untuk merangkai kata dan menghidupkan rasa lewat puisi! ✍️❤️🇮🇩

Kamis Pahing 28 Agustus 2025
Akaha Taufan Aminudin
Koordinator Himpunan Penulis Pengarang & Penyair Nusantara HP3N Kota Batu Wisata Sastra Budaya SATUPENA JAWA TIMUR

SatuPenaJawaTimur

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 337x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 298x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 248x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 238x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 192x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Tags: #PuisiLiterasi
SummarizeShare235Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Kehidupan pasca-bencana di desa_11zon
Artikel

Empat Bulan Setelah Air Bah itu Pergi

Maret 26, 2026
#Cerpen

Pergi dan Kembali

Maret 14, 2026
Bedah buku

Bedah Buku – Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition

Maret 3, 2026
Artikel

Bedah Buku – Kitab Kebijaksanaan Orang-Orang Gila (Uqalā’ al-Majānīn)

Maret 2, 2026
Next Post

Kontes Kecantikan Indonesia di Antara Kontroversi dan Jargon Pemberdayaan

HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Bulan Oktober 2025

Oktober 7, 2025

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Desember 5, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com