POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Kemerdekaan Apalagi yang Kau Tanamkan?

RedaksiOleh Redaksi
August 17, 2025

Ilustrasi

🔊

Dengarkan Artikel


Oleh: Kang Thohir

Kemerdekaan apalagi yang kau tanamkan? Bius-bius membuncah, namun tangis pecah. Saudara-saudara di ujung penantian itu di atas krisis ekonomi dan moral. Siapa yang salah? Akhirnya mereka berhenti melangkah, memilih untuk diam meratap sunyi di emperan lensa permana. Ujungnya mengandung dua sebilah, yang satu menusuk moral dan yang kedua menusuk ekonomi. Sulit dicerna, bila malam bergeming, dan lidah tertutup angin berhembus terdengar lirih, merintih kesakitan. Jeritan anak-anak kecil yang hanya sebuah alunan malam tanpa ada empati. Tiada nurani hanya memikirkan soal pribadi-pribadi. Apakah ini suatu kemerdekaan? Ataukah perdamaian? Pantas saja memakai bendera one piece, itu bentuk kekecewaan.

Bendera-bendera terpajang di mana-mana, bukan berarti tak menghargai suatu lambang negara Indonesia. Akan tetapi, itu adalah suatu isyarat bentuk kekecewaan kami kepada para penguasa atau rezim yang lalai kepada rakyatnya, namun ia tak memperdulikan nasib rakyatnya yang menjadi korban. Menatap peristiwa demi peristiwa tiada ujungnya, hanya berganti dan terus berganti permasalahan demi permasalahan yang tak kunjung ada solusinya, hanya di scrol saja. Kemerdekaan bagi penguasa, tapi rakyatnya menderita. Apakah itu yang disebut kemerdekaan? Makanya jangan salahkan kami, kalau kami memasang bendera seperti itu. Bukan berarti tak menghargai jasa para pahlawan atau tak cinta NKRI, namun lebih kepemerintahannya.

Bagaimana pula kami menghargai penguasa seperti itu. Kami bukan budak untuk menyembah. Kami adalah rakyat yang ingin minta keadilan, bukan untuk dijadikan kacung kepada para penguasa yang durjana. Kami adalah manusia, yang butuh hidup dan makan dengan mata pencaharian itu. Kenapa kau ambil dari kami? Apa salah kami? Kenapa kau berani-beraninya dan tega mengambil hak kami, rakyatmu sendiri. Kau ini sebenarnya siapa?

Brebes, 06 Agustus 2025

📚 Artikel Terkait

Media Sosial Berbasis Internet Dapat Lebih Maksimal Menjadi Pendukung Berbagai Usaha

Demokrasi dan Pendidikan

Bedah Buku – Also sprach Zarathustra

Di balik Berita

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

Merdeka Bukan Sekadar Kata, Tapi Hak untuk Hidup Sejahtera

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00