POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Perspektif Budaya Membaca dan Menulis di Indonesia

RedaksiOleh Redaksi
July 16, 2025
Amanah yang Berat
🔊

Dengarkan Artikel


Oleh: Kang Thohir

Membaca dan menulis memberikan impact informasi dari masa lampau dan masa kini, karena membaca membuat berfikir jernih dan mempunyai asa dalam perspektifnya. Inspiratif daya tarik sendiri, meski terkadang di ruang sunyi. Kita bisa bertukar fikiran melalui buku dengan membaca, terkadang tak ada perdebatan melalui lisan hanya sekadar sebuah tulisan yang dituangkan. Pontensi dalam membaca adalah memberikan naluri dan imajinasi masing-masing, dan pembendaharaan kosa kata dalam diksi untuk menulis sebuah karya tulisan.

Persepsi kita bahwa membaca buku hal-hal yang membuang-buang waktu tanpa guru, bisa jadi sesat. Pemikiran itu kerapkali terjadi, mungkin karena sebuah haluan dan asumsi, atau mungkin kemalasan.


Sebenarnya membaca adalah sebuah pancingan untuk mengubah diri dan pemikiran. Informasi-informasi yang ada di dalam buku memang terkadang terlihat ragu atau hanya sebuah tulisan, oleh sebab itulah mungkin mereka enggan membaca, atau kemungkinan tak ada waktu untuk membacanya. Akan tetapi, pengetahuan yang paling lengkap adalah dengan membaca buku untuk menambah pengetahuan dan juga wawasan dalam menanggapi persoalan kehidupan dan problematik. Kita harus memilih bacaan yang layak atau baik untuk dibaca dan terpercaya sebagai telaahan/muthola’ah, untuk mengarungi samudra informasi ilmu pengetahuan.

Intuisi kita terkadang boleh berbeda menyingkapi keriuhan ini. Bahwa motif kita membaca adalah untuk menganalisis tulisan tersebut atau mungkin untuk sekadar pembelajaran guna menggali ilmu dan pengalaman saat membaca.


Budaya membaca di Indonesia memang sangat minim dan jarang, makanya sebagai pegiat literasi harus memberikan inspirasi dan motivasi untuk giat membaca buku dan membangun cinta literasi kepada khalayak umum, baik itu saudara, teman, masyarakat atau keluarga, agar literasi membaca akan terus berkembang maju.

Membaca bukan soal orang terpelajar atau orang berpendidikan saja atau orang akademisi, tetapi orang biasa atau rakyat biasa pun juga harus bisa giat membaca dan menulis, supaya menjadi masyarakat yang lebih maju terhadap budaya literasi dan membaca, dan juga akan menjadi semakin cerdas agar tak bisa dibodohi.

📚 Artikel Terkait

Menyuarakan Solusi SDGs di International Youth Exchange and Conference (IYEC)

Kebangkitan Gayo: Mungkinkah?

SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU

HABA Si PATok

Kita harus mu’ayyan (fokus) pada minat baca kita sampai mana, apakah kita akan semakin tumbuh dan berkembang layaknya bunga mawar yang memberikan keharuman yang semerbak untuk sekitarnya? Maka dari itu, membaca dapat memberikan kemanfaatan untuk kehidupan sampai memberikan informasi ilmu lewat gagasan atau tulisan.

Akan tetapi, kita harus diimbangi dengan yang namanya interaksi dan sosialisasi untuk memberikan edukasi kepada orang lain, setelah membaca atau menelaah dengan baik.

Akal kita memang terkadang terbatas untuk bisa memahami sebuah tulisan buku, sehingga ilmunya tak nyampe, toh kita masih bisa berusaha untuk memahaminya melalui tahapan dan terus bertahap, sehingga bisa mencapai puncak pemahaman yang leluasa/menguasainya, dengan bacaan yang ringan-ringan saja dulu.

Kita harus konsisten pada bacaan, yang kita baca halaman demi halaman, supaya untuk menyaring ilmu dengan penghayatan dan hafalan. Mempelajari dan menghayati itu adalah kuncinya, agar ilmu yang didapatkan terserap ke dalam otak dan sanubari.

Membaca itu seperti menjaring ikan, apabila dengan yakin dan bersungguh-sungguh maka akan didapatkan, syukur-syukur dapat hasil tangkapan banyak dan memuaskan. Membaca perlu memenej waktu, seperti waktu malam hari atau sore hari. Intinya tidak ada kesibukan lain dan urusan atau waktu senggang, sempatkanlah membaca buku walau sebentar atau sedikit, itu lebih baik dan berfaedah.
Ada maqolah ulama mengatakan,

“Hidup tanpa membaca adalah hampa.” Atau
“Tiada hari tanpa membaca.”

Salam budaya dan salam literasi anak bangsa.

Brebes, 13 Juli 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Pepaya, Pisang, dan Jambu Air: Pelajaran dari Yogyakarta

Pepaya, Pisang, dan Jambu Air: Pelajaran dari Yogyakarta

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00