POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home #Ulama Kharismatik Aceh

 Teungku Chik Lampaloh

Nurkhalis Muchtar by Nurkhalis Muchtar
Mei 10, 2025
in #Ulama Kharismatik Aceh, #Ulama Nusantara, Aceh, Banda Aceh, ulama
0
 Teungku Chik Lampaloh - fdc0b06d 66a7 42f6 a74b 976a8a189cd7 | #Ulama Kharismatik Aceh | Potret Online

Ulama Ahli Tafsir Aceh dan Keturunan Bangsawan Mataram.

Oleh Dr. Nurkhalis Muchtar, Lc.M.A

Beliau bernama Teungku Syekh Abdurrahman yang berasal dari keturunan Raja Mataram. Setelah lama belajar di Mekkah, beliau memilih menetap di Aceh dan mengajarkan ilmunya di Banda Aceh tepatnya di Lampaloh Batoh. Tidak diketahui kapan beliau tiba di Aceh, namun secara pasti beliau sampai di Aceh jauh sebelum terjadi perang dengan Belanda. 

Baca Juga
  •  Teungku Chik Lampaloh - D490593C 8440 4672 B996 90A6D3E345B5 | #Ulama Kharismatik Aceh | Potret Online
    #Gubernur
    HABA Si PATok
    26 Mar 2025
  • 02
    Aceh
    Majalah Anak Cerdas Itu Mencerdaskan
    02 Feb 2018

Diperkirakan beliau tiba di Aceh awal tahun 1800 dan kemungkinan sebaya dengan Teungku Chik Muhammad Shaleh Tanoh Abee yang merupakan Qadhi Rabbul Jalil dan ayahnya Teungku Chik Abdul Wahab Tanoh Abee. Disebutkan karena berbagai pertimbangan yang terjadi di Kerajaan Mataram, maka Teungku Chik Lampaloh berangkat ke Mekkah dan memperdalam ilmunya hingga menjadi seorang Teungku Chik dan ulama besar.

Saat beliau tiba di Aceh, iklim Aceh ketika itu masih kondusif untuk mengajarkan ilmunya. Beliau secara khusus memiliki keahlian di bidang Tafsir Al-Qur’an. Sama seperti para teungku chik yang lain seperti Teungku Chik Kuta Karang yang ahli dalam pengobatan, Teungku Chik Pantee Kulu ahli dalam menyusun syair-syair yang menggugah, Teungku Chik Tanoh Abee ahli dalam kajian manuskrip dan kitab, Teungku Chik Lamgugob ahli dalam bidang mantiq dan logika dan para ulama lainnya juga demikian.

Baca Juga
  •  Teungku Chik Lampaloh - IMG_9845 scaled | #Ulama Kharismatik Aceh | Potret Online
    Aceh
    Wisata Silaturahmi
    25 Jul 2024
  • 02
    Aceh
    Dinsos Aceh Pulangkan Warga Punge Setelah 2 Tahun Ditahan di Malaysia
    08 Nov 2018

Keahlian Teungku Chik Abdurrahman Lampaloh dalam bidang tafsir menyebabkan beliau begitu masyhur dikenal di Aceh ketika itu, karena untuk kajian tafsir Al-Qur’an agak sedikit berkurang setelah wafatnya Syekh Abdurrauf al-Singkili yang dikenal dengan karyanya Turjuman al-Mustafid, dan Syekh Abdurrauf al-Singkili bisa dianggap sebagai ahli tafsir pertama di nusantara, bahkan di Asia Tenggara. Dan umumnya para ulama yang dikenal ahli dalam bidang tafsir Al-Qur’an telah memiliki ilmu-ilmu penunjang lainnya, sehingga mampu menafsirkan Al-Qura’an sesuai dengan kerangka keilmuan yang benar.

Teungku Chik Abdurrahman Lampaloh menguasai dengan baik berbagai kitab tafsir yang ada seperti Tafsir Baidhawi, Jalalain, Shawi, Khazin dan kitab tafsir lainnya. Beliau disebutkan mampu menjabarkan makna dari setiap ayat dengan penjelasan yang mendetil mengenai ilmu-ilmu Al-Qur’an dan ilmu Qira’at yang berkaitan dengan bacaan Al-Qur’an. 

Baca Juga
  •  Teungku Chik Lampaloh - 6bdcc861 4f07 4778 97e7 1922da609e65 | #Ulama Kharismatik Aceh | Potret Online
    Aceh
    Krisis Identitas Generasi Muda Aceh di Era Digital
    11 Des 2024
  •  Teungku Chik Lampaloh - pembangunan aceh_11zon 2 | #Ulama Kharismatik Aceh | Potret Online
    Aceh
    Pendekatan Baru Pembangunan Aceh
    14 Mar 2025

Sehingga tidak mengherankan pada masa terjadi peperangan Aceh, beliau merupakan salah satu ulama yang dibatasi gerak-geriknya, karena mengingat pemahaman agamanya yang mendalam dan pengaruhnya yang besar. Disebutkan dalam catatan Belanda bahwa Teungku Chik Abdurrahman Lampaloh merupakan seorang tokoh yang alim.

Kealiman Teungku Chik Lampaloh dalam bidang tafsir Al-Qur’an tersebar ke seluruh Aceh. Pada saat berkecamuknya perang Aceh, karena ruang geraknya yang dibatasi, beliau kemudian mengungsi ke daerah Indrapuri dengan anak dan isterinya. 

Setelah reda peperangan, beliau kembali ke Lampaloh untuk menghidupkan lagi pengajian-pengajiannya yang terbengkalai dalam iklim yang tidak kondusif. Maka mulailah beliau menata kembali kehidupannya untuk berjihad secara intelektual untuk masyarakatnya.

Pada masa hidupnya juga, beliau banyak dikunjungi oleh tokoh masyarakat dari Jawa khususnya Mataram yang merupakan tempat beliau dilahirkan dan dibesarkan. Tidak terhitung masyarakat jawa yang datang kepada Teungku Chik Lampaloh untuk bersilaturahmi kepada salah satu keturunan raja mereka yang telah menjadi ulama besar. 

Disebutkan oleh cucunya Teungku Ishaq Saman bahwa masyarakat Mataram begitu menghormati dan memuliakan Teungku Chik Lampaloh, sehingga apabila berjumpa dengan beliau mereka mulai dari depan pintu rumahnya memberi penghormatan seperti kepada seorang raja. Tentu hal ini tidak beliau harapkan, namun demikianlah budaya penghormatan rakyat Mataram kepada raja dan bangsawan yang mereka hormati.

Bila memperhatikan kiprah dan keulamaan Teungku Chik Lampaloh, beliau bisa dianggap sebagai seorang ulama besar yang memiliki nilai spritual yang tinggi. Beliau seperti para teungku chik yang lain telah berkontribusi secara maksimal untuk mencerdaskan masyarakat Aceh. Apalagi bidang keahlian tafsir Al-Qur’an yang tidak banyak yang memiliki keahlian tersebut. 

Setelah era Syekh Abdurrauf al-Singkili, belum ditemukan ulama yang ahli dalam bidang Al-Qur’an, apalagi mengahdirkan karya tafsir seperti Turjuman al-Mustafid Syekh Abdurrauf. Baru di tahun 1813 ke atas hidup seorang ulama ahli tafsir dari Banten Syekh Nawawi al-Bantani dengan karya Marahun Labidatau dikenal dengan Tafsir al-Munir. 

Disebutkan oleh keturunan Teungku Chik Lampaloh bahwa Mushaf Al-Qur’an yang ditulis dengan tangan yang dimiliki oleh Teungku Chik Lampaloh penuh dengan catatan penjabaran makna dari penafsiran Al-Qur’an dengan berbagai sudut pandang ilmu Al-Qur’an.

Setelah berkiprah lama di Aceh, Teungku Chik Abdurrahman Lampaloh wafat dan di kuburkan di Batoh, Banda Aceh. Kuburan beliau tidak sepi dari peziarah yang datang dari berbagai tempat termasuk dari pulau Jawa. Menurut para peziarah, ada keutaman yang terasa pada diri Teungku Chik Lampaloh, baik ketika beliau masih hidup maupun setelah wafatnya sang ulama tersebut. Demikianlah para ulama dan ilmuan yang tulus akan terus dikenang.

Previous Post

HABA Si PATok

Next Post

IMLF 3: Ketika Literasi Mengalahkan Bisingnya Mesiu

Next Post

IMLF 3: Ketika Literasi Mengalahkan Bisingnya Mesiu

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah