• Latest
KPK: Komedi Pemberantasan Kelas Teri - 216d678f 0ed8 467d bcf4 8fd81feaa0e2 | # Ironi | Potret Online

KPK: Komedi Pemberantasan Kelas Teri

Mei 9, 2025
KPK: Komedi Pemberantasan Kelas Teri - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | # Ironi | Potret Online

Geopolitik Empati: Bagaimana Kekuasaan Menentukan Siapa yang Boleh Menderita

April 1, 2026
IMG_0573

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
KPK: Komedi Pemberantasan Kelas Teri - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | # Ironi | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
KPK: Komedi Pemberantasan Kelas Teri - 216d678f 0ed8 467d bcf4 8fd81feaa0e2 | # Ironi | Potret Online

KPK: Komedi Pemberantasan Kelas Teri

Redaksi by Redaksi
Mei 9, 2025
in # Ironi, # Koruptor, KPK
Reading Time: 3 mins read
0
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rosadi Jamani

Sebelumnya saya telah menulis “KPK Beraninya pada Pejabat Rendahan.” Ramai ditanggapi netizen, dan ramai setuju. KPK mengobok-obok Kalbar hanya menyasar para pejabat setingkat kepala dinas dan staff. Sementara tak berani mengusik ke atasnya, ke penguasa. Padahal, kepala dinas itu bekerja atas restu bosnya. Apalagi kalau sudah main miliaran, tak mungkin sang penguasa tak mengetahui kerja kepala dinas. KPK semakin jauh dari harapan. Mestinya menangkap koruptor elite, bukan koruptor kelas teri yang cukup ditangani kejaksaan di sini.

Kalau Nietzsche hidup di Indonesia, dia pasti pensiun jadi filsuf dan buka warung kopi karena terlalu lelah melihat absurditas hukum di negeri ini. Sebab KPK, lembaga yang dulunya dielu-elukan rakyat sebagai penyambung tangan keadilan Tuhan, kini berubah jadi lembaga pencitraan yang ke mana-mana bawa rombongan kamera dan koper oranye, bukan untuk menangkap naga raksasa, tapi menciduk cicak.

Kalau nuan ingin tahu betapa hebatnya KPK, datanglah ke Kalbar. Mereka mengobok-obok birokrasi seperti chef mengaduk mi instan, tapi hanya sampai topping-nya. Kepala dinas dan para staf dipajang, dituduh, diangkut, seperti ikan mujair hasil tangkapan mancing harian. Sementara pemilik kolam, yang jelas-jelas tahu di mana jaring dan ke mana ikan dijual, malah tidak disentuh sama sekali. Seolah-olah uang miliaran itu muncul sendiri seperti siluman.

Apakah logika kita sedang dihina? Apakah kita semua ini anak TK yang harus percaya bahwa kepala dinas bisa mengatur sendiri anggaran miliaran tanpa seizin bos besar di belakang layar? Untuk membeli gula kopi di kantor saja perlu persetujuan atasan. Apalagi untuk proyek bernilai puluhan miliar? Tapi KPK tampaknya percaya pada mitos birokrasi mandiri. Kepala dinas dianggap makhluk superpower yang bisa menciptakan korupsi tanpa komando.

Sementara itu, mari kita tengok kembali museum kasus besar yang mangkrak. Kasus TPPU Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, adik dari mantan Gubernur Banten Ratu Atut. Sudah divonis dalam kasus suap Ketua MK Akil Mochtar, tapi dugaan pencucian uangnya yang melibatkan 74 mobil dan 100 tanah entah ke mana. Kasus ini seperti sinetron stripping, panjang, membosankan, dan tak tahu kapan tamat.

RJ Lino, eks Dirut Pelindo II, sejak 2015 diselidiki dalam kasus pengadaan crane kontainer. Sudah satu dekade, tapi penuntutan belum juga tiba. Kita tidak tahu apakah ini kasus korupsi atau proyek riset arkeologi. Lalu ada pula kasus e-KTP, si raksasa kerugian negara Rp2,3 triliun. Setya Novanto memang sudah dikurung, tapi nama-nama lain yang ikut menari dalam tarian uang elektronik itu masih bebas berkeliaran, mungkin sambil selfie di kafe atau main golf.

Petral? Kasus minyak mentah dan produk kilang yang diduga merugikan negara triliunan itu seperti lubang hitam. KPK menyalahkan faktor teknis, hukum lintas negara, dan mungkin cuaca Mars sebagai alasan lambatnya penanganan. Sementara itu, rakyat diminta sabar, karena ternyata menangkap koruptor besar lebih sulit dari mengirim satelit ke orbit.

Lucunya, KPK masih percaya diri. Mereka berdiri tegak, memberi konferensi pers, mengumumkan penangkapan pejabat kelas menengah seperti sedang menaklukkan gembong narkoba internasional. Padahal, dengan semua anggaran, kewenangan, dan sumber daya yang dimiliki, mustahil KPK hanya mampu menangkap remah-remah dosa.

Ini bukan ujaran kebencian, tapi bentuk cinta paling keras dari rakyat. Karena lembaga ini dulu adalah simbol harapan. Kini, ia seperti superhero yang kehilangan kekuatannya dan malah sibuk jadi bintang iklan. KPK harus dibangunkan, ditampar oleh sejarah dan kesadaran filsafati. Bahwa hukum tidak hanya soal prosedur, tapi juga soal keberanian moral.

Baca Juga

Ilustrasi ketidakadilan hukum terhadap rakyat kecil

Hukum yang “Sakit” Hati : Rakyat Kecil Hanya Bisa Mengeluh

Maret 31, 2026
Ilustrasi artikel

Gara-gara Tahanan Rumah Gus Yaqut, Akhirnya KPK Minta Maaf

Maret 27, 2026

BENGKEL OPINI RAKyat

Maret 27, 2026

Jika tidak sanggup memburu predator-predator kelas kakap, serahkan saja urusan korupsi miliaran itu ke kejaksaan lokal. Biarlah KPK fokus jadi lembaga observasi sosial, mencatat, mencibir, lalu menunda.

Sebab kalau KPK hanya berani menangkap yang lemah, maka ia bukan pelindung rakyat, melainkan badut keadilan yang pentas di panggung kekuasaan.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 361x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 355x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 320x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 268x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 214x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

KPK: Komedi Pemberantasan Kelas Teri - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | # Ironi | Potret Online
Artikel

Geopolitik Empati: Bagaimana Kekuasaan Menentukan Siapa yang Boleh Menderita

April 1, 2026
IMG_0573
Sejarah

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a
#Amerika

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Next Post
KPK: Komedi Pemberantasan Kelas Teri - 2025 05 09 13 50 20 | # Ironi | Potret Online

Kalijambe: Elegi Rem yang Menangis

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com