POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home # Ironi

Pengantar Buku Puisi Esai “ Karena Perempuan, Aku Di-Cancel

Redaksi by Redaksi
Mei 8, 2025
in # Ironi, Perempuan, Puisi Essay
0
Pengantar Buku Puisi Esai “ Karena Perempuan, Aku Di-Cancel - 2025 05 08 06 17 33 | # Ironi | Potret Online

Oleh Mila Muzakkar

Suatu malam, lamunanku melayang ke masa kelas lima SD, di kampungku dulu. Pagi itu, dengan wajah kaget, tetanggaku menghampiri memberitahu bahwa ada darah di rok putih yang aku pakai. Seketika aku kaget dan takut. Aku baru saja kelas lima, tapi sudah mengalami menstruasi.

Di kampungku, menstruasi masih dianggap tabu, yang mengalaminya dianggap sudah mulai “besar” atau remaja. Jika yang mengalaminya adalah anak kecil, apalagi masih SD, itu di luar kewajaran, katanya. Mereka akan dianggap “centil, kegatelan, dan aneh”. Itulah yang aku alami, juga dialami banyak perempuan di berbagai belahan dunia.

Baca Juga
  • Pengantar Buku Puisi Esai “ Karena Perempuan, Aku Di-Cancel - 1000546441_11zon | # Ironi | Potret Online
    # Ironi
    Dunia Memang Tak Ramah pada Orang Susah
    30 Apr 2025
  • 02
    # Ironi
    🚩🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH
    11 Nov 2025

Masih di masa SD di kampungku, tiga orang adik kelasku, tak lagi muncul ke sekolah karena dipaksa menikah oleh orangtuanya. Beberapa tahun kemudian, kudengar kabar duka, anak-anak yang dinikahkan itu mengalami KDRT, ada yang bercerai, ada pula yang meninggal saat melahirkan. Ternyata, bukan hanya teman-temanku yang mengalami, tapi juga anak anak lain, di berbagai belahan dunia.

Tahun 2017-2019, hampir tiga kali seminggu, aku mendampingi perempuan deportan yang diduga terafiliasi dengan jaringan teroris Islamic State of Iraq & Suriah (ISIS). Pada mereka, aku mendengar banyak cerita menyayat hati. Misalnya, beberapa di antara mereka tak tahu bahwa suaminya adalah teroris, atau sebagian mengaku terpaksa ikut dalam jaringan teroris sebagai bentuk kepatuhannya pada suami. Ada juga yang merasa tertipu karena dinikahkan oleh jaringan teroris secara online dengan laki-laki, yang ternyata telah memiliki beberapa istri.

Baca Juga
  • Pengantar Buku Puisi Esai “ Karena Perempuan, Aku Di-Cancel - IMG 20250227 WA0008 | # Ironi | Potret Online
    Anak
    Jangan Pukuli Anakmu
    27 Feb 2025
  • Pengantar Buku Puisi Esai “ Karena Perempuan, Aku Di-Cancel - 2025 05 09 09 10 06 | # Ironi | Potret Online
    # Ironi
    Judi Online dan Luka Demokrasi Kita
    09 Mei 2025

Di Tiktok, seorang driver ojek online (ojol) perempuan curhat, sejak menjadi single parent dan menjadi driver ojol, hidupnya semakin sulit karena sering ditolak (dicancel), hanya karena ia perempuan. Sementara mereka adalah pencari nafkah utama yang harus membiayai anak, bahkan keluarga besarnya. Bukan lima orang, tapi puluhan perempuan mengaku mengalami hal yang sama.

Empat fakta di atas hanya secuil dari tumpukan penderitaan yang dialami perempuan di berbagai dunia, dari pelosok desa hingga di keramaian kota besar.

Baca Juga
  • Pengantar Buku Puisi Esai “ Karena Perempuan, Aku Di-Cancel - 1000486727_11zon | # Ironi | Potret Online
    POLRI
    Dua Ekor Ayam dan Darah yang Mengering
    08 Apr 2025
  • Pengantar Buku Puisi Esai “ Karena Perempuan, Aku Di-Cancel - 645F113A 715F 4A7F 9486 53694D9ECC1C | # Ironi | Potret Online
    # Ironi
    HABA Si PATok
    20 Apr 2025

Kumpulan Puisi Esai dalam buku ini mengangkat enam belas kisah dramatis dan tragis yang dialami perempuan, yang masih jarang atau masih tabu dibicarakan di ruang publik. Sebagian aku tulis dalam bentuk Puisi Esai umum, sebagian lainnya ditulis menggunakan bantuan Artificial Intelegence (AI). Ilustrasi dalam buku ini juga aku buat menggunakan AI.

Secara berkala, hampir tiap hari, keenam belas Puisi Esai itu telah aku sebarluaskan di berbagai grup Whatsapp dan sudah dimuat di berbagai flatform media online.

Beberapa puisi aku tuliskan di rumah sakit, ketika sedang mendampingi suami terbaring sakit. Meski tak mudah, namun semua terbayar kepuasan dan kebahagiaan, karena ternyata Puisi Esai yang kusebarkan ini menuai banyak respons positif.

Beberapa mengaku terharu sampai menangis membaca Puisi Esai yang aku bagikan. sebagian menjapri mengucapkan terima kasih karena aku telah menuliskan kisah-kisah perempuan dalam alunan satra yang indah. Bahkan, ada yang mengirim pesan pribadi meminta nomor telepon dari salah satu tokoh yang kuceritakan dalam Puisi Esai itu. “Mbak, boleh minta nomor Bu Sutinah, perempuan driver ojol seperti dalam tulisan Mbak Mila? Ada teman yang mau berbagi sedikit rejeki ke Bu Sutinah,” katanya.

Dari situ, aku meyakini dan bersaksi, kisah-kisah nyata perempuan yang ditulis dalam balutan fakta dan imajinasi puitis, yang bernama Puisi Esai, menjadi penting dan darurat dilakukan. Perpaduan fakta dan balutan fiksi dalam Puisi Esai nyatanya lebih menyentuh hati dan empati, bahkan menggerakkan pembaca mengambil aksi nyata untuk membantu sesama perempuan korban budaya patriaki.

Puisi Esai menjadi cara baru yang lebih asyik dalam menyuarakan kisah-kisah kemanusiaan, seperti isu perempuan, dalam sajian yang lebih indah, mudah dipahami, menyentuh hati, dan mengandung call to action bagi pembaca.

Semoga Buku Puisi Esai ini menjadi saksi abadi bahwa dunia akan lebih indah jika semua manusia hidup kolaboratif dan harmonis.

Salam

Previous Post

HABA Si PATok

Next Post

Mediasi Deadlock, Jokowi Siap Hadir di Pengadilan

Next Post
Pengantar Buku Puisi Esai “ Karena Perempuan, Aku Di-Cancel - 2025 05 08 06 32 28 | # Ironi | Potret Online

Mediasi Deadlock, Jokowi Siap Hadir di Pengadilan

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah