POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Ketika Tulisan Viral Tak Berarti Isi Dompet Ikut Tebal

Ririe AikoOleh Ririe Aiko
May 7, 2025
Ketika Tulisan Viral Tak Berarti Isi Dompet Ikut Tebal
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Ririe Aiko

Beberapa hari lalu, saya menulis sebuah artikel sederhana di media online. Judulnya pun tak terlalu istimewa, tetapi mungkin karena isinya cukup relate dengan kehidupan banyak orang, tulisan itu tiba-tiba saja viral. Google Analytics mencatat 28 ribu pembaca dalam waktu singkat. Notifikasi pun berdatangan—pesan-pesan dari followers yang bilang “keren,” “hebat,” dan sebagainya. Rasanya seperti menemukan durian jatuh saat jalan pagi.

Tapi jangan salah kira. Viral bagi seorang penulis bukan berarti mendadak jadi jutawan. Tidak ada adegan ala film: besoknya langsung beli Ferrari, lalu terbang ke Eropa naik jet pribadi. Realitanya, esok harinya saya tetap duduk di meja kayu yang sama, menggunakan laptop jadul yang layarnya kadang biru jika dinyalakan terlalu lama.

Saya jadi ingat narasi Bangros yang pernah saya baca. Ia bercerita bagaimana saat mencoba membahas isu sensitif dari dua sisi, ia justru diserang dari kanan dan kiri. Dituduh buzzer, disangka dibayar oleh pihak-pihak tertentu. Padahal, katanya, “Bayar kopi saja saya masih ngutang di warkop langganan.” Lucu, pahit, dan jujur—begitulah kadang nasib penulis di era digital ini.

Tulisan yang viral, meski bermuatan baik, tetap saja bisa menjadi sasaran empuk kritik netizen. Ada saja yang tidak membaca secara utuh, lalu langsung menuduh macam-macam. Ironisnya, kita yang menulis dengan niat berbagi, kadang justru dituding punya agenda tersembunyi. Padahal, kalau semua penulis hanya menulis demi uang, mungkin sejak dulu mereka sudah berhenti. Karena menjadi penulis bukanlah jalan cepat menuju kekayaan. Ini adalah jalan sunyi menuju keabadian.

📚 Artikel Terkait

MENGENANG 13.514 HARI ABON AZIZ: SANG ARSITEK ULAMA ACEH

Dinyatakan Lulus, Murhaban Raih Gelar Non Akademik Certified Public Speaking

Tim Kihajar STEM SMKN 1 Tapaktuan Wakili Aceh ke Nasional

Tragedi Minyak Goreng Di Negeri Indatu

Menulislah hal-hal yang baik dan bermanfaat, agar karya kita membawa kebaikan dalam jangka panjang. Soal kaya dan sukses, itu bonus tambahan. Sebab jika tujuannya hanya uang, mungkin lebih baik beralih profesi.

Saya percaya, menulis adalah bentuk lain dari berbagi. Dan berbagi tak selalu harus dibayar mahal. Terkadang, cukup mengetahui bahwa tulisan kita berarti bagi orang lain, itu sudah cukup menghangatkan hati.

Maka, untuk para pembaca—sebelum buru-buru menuding, cobalah lihat dari sudut pandang penulis. Di balik tulisan yang kalian baca, ada malam-malam panjang, perenungan, dan keberanian membuka diri. Bukan untuk disanjung, tetapi untuk menyampaikan kebenaran atau sekadar suara hati.

Karena di tengah bisingnya dunia digital, masih ada penulis yang menulis bukan karena ingin viral atau uang, tetapi karena ingin memberi manfaat bagi sesama.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 83x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 70x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 63x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Ririe Aiko

Ririe Aiko

Ririe Aiko adalah seorang penulis dan pegiat literasi asal Bandung yang dikenal karena konsistensinya dalam menyuarakan isu-isu kemanusiaan melalui karya sastra, khususnya puisi esai. Sejak remaja, ia telah menjadikan dunia menulis sebagai rumahnya. Ia mulai dikenal pada 2006 lewat karya pertamanya Senorita yang memenangkan Lomba Penulisan Naskah TV di Tabloid Gaul dan kemudian diadaptasi menjadi FTV oleh salah satu stasiun televisi nasional. Perjalanan kepenulisan Ririe berakar dari genre horor dan roman, dua dunia yang memberinya ruang untuk menggali sisi gelap dan getir kehidupan. Cerpen-cerpen horornya bahkan sering menjadi trending dan memenangkan penghargaan di berbagai platform, termasuk Arum Kencana yang menjuarai lomba cerpen Elex Novel. Namun di tengah jejak panjang fiksi populernya, Ririe justru menemukan makna baru dalam genre puisi esai—sebuah ruang tempat ia bisa bersuara lebih lantang tentang luka sosial, ketidakadilan, dan harapan yang tertindas. Pada 2024, Ririe menerbitkan buku antologi pertamanya yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama berjudul KKN, sebuah karya kolaboratif yang mempertemukannya dengan pembaca lebih luas. Setahun kemudian, ia menerbitkan buku puisi esai mini bertajuk Sajak dalam Koin Kehidupan (2025), sebagai tonggak awal perjalanannya menapaki genre puisi esai secara lebih mendalam. Tak berhenti di sana, ia menantang dirinya untuk menulis puisi esai setiap hari selama 30 hari di bulan Ramadhan—yang kini tengah dirangkai menjadi buku puisi esai mini bertajuk Airmata Ibu Pertiwi. Ririe juga merupakan Founder Gerakan Literasi Bandung, sebuah inisiatif yang bertujuan menumbuhkan kembali kecintaan anak-anak terhadap buku di era digital. Melalui program berbagi buku, kelas kreatif, dan kegiatan literasi berbasis komunitas, ia membangun jembatan antara dunia literasi dan tantangan teknologi masa kini. Selain menulis, Ririe aktif sebagai kreator video berbasis Artificial Intelligence, menjelajah cara-cara baru dalam menyampaikan pesan melalui medium visual. Baginya, menulis bukan sekadar merangkai kata, melainkan menyalakan cahaya kecil di tengah gelapnya kenyataan—cara untuk berdamai, berjuang, dan tetap bertahan di dunia yang sering kali bisu terhadap suara-suara kecil.

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Setuju, Anak yang Suka Membuat Stres Orang Tua Dibarakmiliterkan

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00