POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

PHK Massal di media Massa dan Lahirnya Angkatan Displaced Journalist

RedaksiOleh Redaksi
May 4, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Ketika Pena Tak Lagi Membuka Pintu Rezeki

Oleh Denny JA

Suatu pagi di Jakarta, seorang jurnalis senior duduk di halte dengan map cokelat berisi surat PHK.

Ia baru saja keluar dari kantor berita tempatnya bekerja selama dua dekade. Di dalam map itu, ada nama besar medianya. Ada sisa gaji. Tapi yang lebih berat adalah lembar tak tertulis: kehilangan makna.

Ia bukan satu-satunya.

Apa arti PHK massal terhadap lebih dari 1.200 wartawan setahun ini—di media online, cetak, dan televisi? Dari Kompas hingga MNC Grup, dari Republika hingga Liputan 6, dari Jawa Pos hingga Tribun Grup, semua dalam satu koor yang sama: merumahkan wartawannya. (1)

Pada musim dingin 2023, sebuah kafe kecil di Brooklyn menjadi tempat pertemuan sunyi. Tiga jurnalis duduk berdekatan, namun tak satu pun sibuk mengetik berita. Dulu, mereka bekerja di media raksasa. Kini, ketiganya telah kehilangan pekerjaan.

Mereka menyebut diri mereka sendiri: Displaced Journalists.

Itu bukan sekadar label. Itu adalah nama dari sebuah zaman baru. Zaman ketika pena kehilangan daya tawar. Ketika keahlian menyusun fakta dan narasi tak lagi menjamin penghasilan. Ketika algoritma menggantikan ruang redaksi.

-000-

Apa Itu Angkatan Displaced Journalists?

Displaced Journalists adalah generasi jurnalis yang kehilangan peran profesionalnya akibat gelombang perubahan struktural dalam industri media.

Mereka bukan jurnalis gagal. Mereka bukan tidak berbakat. Mereka justru generasi terbaik yang terlempar dari sistem karena profesinya tidak lagi “terbeli”.

Mereka menguasai reportase, kode etik, verifikasi. Tapi kini pasar kerja tak lagi menyerapnya. Mesin lebih cepat, lebih murah. Platform lebih kuat, lebih memonopoli.

Angkatan ini bukan satu-dua orang. Ini angkatan global. Dari New York ke Jakarta. Dari Delhi ke Buenos Aires. Ribuan, bahkan ratusan ribu. Dan jumlahnya terus bertambah.

-000-

Di Mana dan Kapan Mereka Lahir?

Angkatan ini lahir secara simbolik pada dekade 2020-an. Tapi kehamilannya telah lama berlangsung.

•   Pada 2018, BuzzFeed mulai mem-PHK massal jurnalis.

•   Pada 2020, pandemi mempercepat migrasi ke dunia digital.

•   Pada 2022–2023, AI generatif seperti ChatGPT dan Bard mulai menulis artikel, ringkasan, dan bahkan analisis opini.

•   Di Indonesia, sejak 2021, banyak media daring mengecilkan newsroom dan hanya mempertahankan content creator visual.

Tak ada satu tempat yang melahirkannya. Ia lahir serentak di mana-mana. Di ruang-ruang redaksi yang senyap. Di surat keputusan PHK yang dingin. Di notifikasi Slack yang berkata: “We’re letting you go.”

-000-

Mengapa Mereka Terlahir?Karena dunia berubah.

1.  Teknologi telah menciptakan ghostwriters yang tak bergaji. Mesin kini bisa menulis laporan pasar, berita politik, hingga ringkasan debat.

2.  Model bisnis media ambruk. Iklan pergi ke Meta dan Google. Pembaca malas membayar paywall.

3.  Perubahan selera publik. Yang viral lebih penting dari yang benar. Yang cepat lebih penting dari yang cermat.

4.  Institusi tak lagi sakral. Dulu, redaksi adalah pelindung. Kini, jurnalis bertarung sendirian di tengah badai algoritma.

Jurnalis bukan tak dibutuhkan. Tapi jurnalisme sebagai institusi formal kini tergantikan oleh jurnalisme sebagai fungsi informal.

📚 Artikel Terkait

A Book in Hand Is Worth a Thousand on a Pen Drive

Guruku Pelitaku

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

Kapal yang Ditebuk

-000-

Bagaimana Mereka Bertahan?

Sebagian menyerah. Berpindah profesi. Menjadi penulis iklan, content creator, guru, atau bahkan penganggur. Tapi sebagian lainnya—mereka yang keras kepala dan setia pada makna kata—bertransformasi.

1.  Membuka kanal sendiri: Substack, newsletter, podcast, atau YouTube—mereka membangun kredibilitas personal.

2.  Menggunakan AI, bukan melawannya: AI menjadi mitra kerja, bukan musuh. Membantu riset, mengatur data, membuat naskah awal.

3.  Mengubah sudut pandang: Dari jurnalis institusional menjadi narator independen. Dari pengejar berita ke perenung makna.

Mereka sadar: redaksi mungkin mati. Tapi kebenaran, cerita, dan nurani tak bisa dibunuh.

-000-

Apa Makna Angkatan Ini bagi Dunia?

Angkatan Displaced Journalists adalah cermin perubahan zaman. Mereka mewakili nasib profesi lain yang akan menyusul. Guru, dosen, analis, desainer—semua kini hidup di bawah bayang-bayang disrupsi.

Tapi di balik derita itu, tersembunyi peluang.

Dulu, jurnalis tunduk pada agenda pemilik media. Kini, mereka bisa memilih agenda sendiri. Jika bisa membangun komunitas, kepercayaan, dan otoritas, mereka bahkan bisa lebih berpengaruh dari sebelumnya.

Displaced bukan berarti hilang.
Kadang, kita harus dipindahkan agar menemukan rumah baru.

-000-

Epilog: Dari Pena ke Nurani Digital

Seorang jurnalis muda di Bandung pernah berkata setelah ia di-PHK:

“Dulu saya menulis untuk halaman depan. Sekarang saya menulis untuk hati pembaca.”

Mungkin inilah peran baru mereka:
Bukan sekadar pencatat peristiwa, tapi penyala cahaya dalam kabut data.
Bukan lagi bagian dari industri besar, tapi bagian dari kebangkitan suara-suara kecil yang jujur.

Mereka tak lagi punya kantor. Tapi mereka punya suara.
Dan suara itulah yang akan menyambut dunia baru—dengan nurani, bukan sekadar notifikasi.

Di tengah sunyi ruang redaksi yang kosong,
Pena-pena tua menari di atas puing harapan.
Mereka menulis bukan lagi untuk bertahan,
Tapi untuk menyalakan cahaya di lorong zaman.

Angkatan Displaced Journalists bukan akhir sebuah profesi.
Melainkan awal dari cara baru hidup dari kata-kata yang menyala, jika memiliki sumber penghasilan lain.

Di sudut-sudut digital, bayangkan ini bisa dilakukan untuk merajut mimpi kolektif yang baru. Misalnya:

  • Seorang jurnalis Jawa Timur mengorganisir decentralized newsroom di blockchain. Setiap verifikasi fakta dibayar dengan kripto.
  • Di Buenos Aires, mantan editor mendirikan perkumpulan jurnalis lepas, yang menjual analisis kebijakan ke NGO via platform Web3.
  • Di Jakarta, podcast investigasi “Suara Puing,” dibiayai oleh 1.000 pelanggan setia, tanpa iklan, tanpa algoritma.

Mereka bukan lagi korban. Mereka arsitek ekosistem baru. Ini area crowdsourced fact-checking bertemu AI audit transparan. Fungsi informal” jurnalisme menjelma jadi networked truth-telling.

Tapi di baliknya, pertanyaan menganga: Akankah kebun kata ini cukup subur
untuk memberi tempat baru ribuan yang terusir dari pabrik berita?

Jika tidak, angkatan The Displaced Jurnalists ini bukan hanya kehilangan profesi tapi mengalami krisis identitas.***

Jakarta, 4 Mei 2025

CATATAN

(1) PHK massal melanda wartawan Indonesia

RRI.co.id – Respons PHK, Dewan Pers Khawatirkan Jurnalis Berkualitas Berkurang

(2) PHK massal wartawan di luar negeri sudah terjadi lebih dahulu

Media industry loses about 1,000 jobs as layoffs hit news organizations | CNN Business

-000-

Ratusan esai Denny JA soal filsafat hidup, political economy, sastra, agama dan spiritualitas, politik demokrasi, sejarah, positive psychology, catatan perjalanan, review buku, film dan lagu, bisa dilihat di FaceBook Denny JA’s World

https://www.facebook.com/share/1AgDxaVDci/?mibextid=wwXIfr

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

DPK Blora, Pusat Literasi untuk Masyarakat yang Berdaya

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00