POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home #Hardiknas

Kilau Masa Depan di Bengkel Schneider

Redaksi by Redaksi
Mei 2, 2025
in #Hardiknas, #Pendidikan, Blora, Essay, Guru Honorer, Guru Menulis
0
Kilau Masa Depan di Bengkel Schneider - 1000551521_11zon | #Hardiknas | Potret Online

Oleh Priyatmojo Dwi Hendriyatmoko, ST

Guru SMK Muda Cepu dan Anggota Satupena Blora

Mentari pagi menyinari halaman SMK Muda Cepu, menyapa para siswa jurusan listrik yang berseragam praktik biru tua. Hari itu, bengkel Schneider kembali ramai. Seperti biasa, Pak P.D. Hendriyatmoko, ST, guru listrik yang tegas namun bijaksana, sudah lebih dulu hadir, menyusun peralatan praktik dengan rapi.

f0f581d5-4df8-4f97-981e-8fd11ebf06d4
Baca Juga
Artikel
Gerbang Sekolah Garis Depan Revolusi Karakter
07 Mei 2026

“Anak-anak, hari ini kita praktik instalasi panel listrik rumah tangga. Harus teliti, jangan main-main!” tegas Pak Hendriyatmoko, suaranya menggema di dalam bengkel.

Dita, Ratih, Faizal, Habib, Arya, Karis, Dini, Wahyu, dan Hermanto segera membentuk kelompok. Mereka sudah terbiasa kerja tim, saling bantu, dan tak jarang saling mengingatkan saat satu sama lain keliru.

Kilau Masa Depan di Bengkel Schneider - 1000510210_11zon | #Hardiknas | Potret Online
Baca Juga
# Ironi
Gelap yang Tak Juga Usai: Jerit Sunyi Rakyat di Era Kabinet Baru
17 Apr 2025

Namun di sudut bengkel, Herlino, Agus, Yolanda, dan Vino tampak asyik mengobrol sambil memainkan kabel seperti mainan.

“Hei! Ini bukan tempat nongkrong, kalian ikut praktik atau tidak?” seru Pak Hendriyatmoko mendekat.

Kilau Masa Depan di Bengkel Schneider - 2025 08 20 08 37 52 | #Hardiknas | Potret Online
Baca Juga
# Perlindungan Guru
Menggugat Pernyataan Menkeu: Guru Penopang Bangsa, Bukan Beban
20 Agu 2025

Vino tertawa kecil, “Iya, Pak… tapi kayaknya kabel ini rusak, jadi iseng aja…”

“Kalau rusak, laporkan, bukan dipermainkan. Sekali lagi kalian main-main, keluar dari bengkel,” ujar Pak Hendriyatmoko tegas.

Sementara itu, di tengah kegiatan praktik, Karis yang biasanya pendiam berhasil menyambung panel dengan presisi tinggi.

“Luar biasa, Karis! Ini sambungan paling rapi hari ini!” puji Pak Hendriyatmoko. Teman-temannya bersorak kecil, membuat Karis tersenyum bangga.

Melihat itu, Dita berbisik pada Ratih, “Lihat, ya. Jurusan listrik ini memang pilihan tepat. Kita bukan cuma belajar kabel dan saklar, tapi juga masa depan.”

Ratih mengangguk, “Bener. Apalagi kalau kita serius, nanti bisa kerja di PLN, atau buka usaha sendiri.”

Di akhir sesi, semua kelompok diminta mempresentasikan hasil kerja mereka. Meski sedikit canggung, Habib dan Wahyu berhasil menjelaskan sistem kelistrikan kelompoknya dengan percaya diri. Bahkan Herlino dan Vino, setelah ditegur, akhirnya turut membantu dan belajar menyambung stop kontak.

Hari itu, bengkel Schneider tak hanya mengajarkan teknik, tapi juga tanggung jawab, kerja sama, dan harapan.

Pak Hendriyatmoko menutup pelajaran dengan kalimat, “Ingat, anak-anak. Kabel bisa menghantarkan listrik, tapi semangat dan kerja keras kalian yang akan menghantarkan masa depan.”

Ikuti Kami
Channel WhatsApp Potret Online
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp kamu
Ikuti Sekarang
Next Post
Kilau Masa Depan di Bengkel Schneider - 1000549971_11zon | #Hardiknas | Potret Online

Antara Ternak Mulyono dan Anak Abah

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah