• Latest
Antara Ternak Mulyono dan Anak Abah - 1000549971_11zon | # Ironi | Potret Online

Antara Ternak Mulyono dan Anak Abah

Mei 2, 2025
48d7d57b-a685-47a6-bf7f-8bf53ffac0d0

Membaca Konsep Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Membangun Budaya Literasi  di Aceh

April 19, 2026
332cedb5-e6db-41bf-947d-3c3b781b4b41

Benteng Tauhid dan Sauh Keselamatan: Menjangkar Makrifat di Dermaga Eskatologi.

April 19, 2026
file_00000000e608720b92fed92bd3c55b54

Bahaya Rekayasa Narasi Sesat yang Menimbulkan Permusuhan

April 19, 2026
file_000000007ff0720bbf683bd905ac60ed

Surat Untuk Anak Muda (2)

April 19, 2026
54306927-8436-4237-801f-5fda46d9c8c8

Dari Aceh ke Panggung Dunia: Muslim Amin, Ilmuwan Global Alumni USK

April 19, 2026
3a73ee9a-87d0-4bf2-aa52-0c77db8a9144

Pengaruh Self-Efficacy Terhadap Prestasi Akademik: Tinjauan Psikologi dan Bukti Empiris

April 19, 2026
IMG_0839

Demokrasi Di Ujung Tanduk?

April 19, 2026
d6285489-5291-4630-bb73-f4e571585b61

‎Ghost in the Cell: Bukan Sekadar Horor Fiksi, Melainkan Realitas Pahit Ketidakadilan Sistem

April 19, 2026
Senin, April 20, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Antara Ternak Mulyono dan Anak Abah

Rosadi Jamani by Rosadi Jamani
Mei 2, 2025
in # Ironi, #Jokowi
Reading Time: 3 mins read
0
Antara Ternak Mulyono dan Anak Abah - 1000549971_11zon | # Ironi | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Rosadi Jamani

Setiap kali saya menulis topik apa pun, selalu ada netizen menyebut saya Ternak Mulyono. Kadang ada juga menyebut, Anak Abah. Apa pun isunya, dua nama itu paling sering disebut. Apa sebenarnya di balik dua nama itu? Sambil seruput kopi liberika, mari kita dalami, wak.

Nama Mulyono. Nama ini selalu dihubungkan dengan mantan Presiden Joko Widodo. Nama itu sekarang jadi brand. Kalau ada startup, mungkin “Mulyono Corp.” sudah IPO sejak 2019. Saking populernya, nama ini bisa menyembuhkan sariawan dan mengundang banjir opini. Dulu orang panggil Pak Jokowi dengan penuh hormat. Sekarang? “Woy, Mulyono, benerin jalan dong!” Atau, “Waduh, Mulyono lagi, Mulyono lagi.” Padahal beliau mungkin lagi nyiram bonsai di Solo, tidak tahu menahu kenapa tiba-tiba namanya jadi trending bareng K-pop.

Tapi begitulah nasib seorang tokoh besar di negeri penuh narasi tapi miskin logika. Mau bikin tol? Mulyono. Mau kasih BLT? Mulyono. Mau nyalonin anak? Tentu saja, Mulyono! Mau Indonesia pindah ke Mars? Pasti usulan Mulyono. Dia seperti Thanos dalam Avengers, cukup jentik jari dan seluruh UU berubah, semua partai tiarap, dan netizen terbagi dua, “Mulyono best!” versus “Mulyono out!”

Di sisi seberang ring tinju maya, berdirilah Anies Baswedan, atau kalau kamu Anak Twitter garis keras, cukup panggil saja dia, Abah. Seorang lelaki tampan (kata emak-emak), saleh (kata pengajian ibu-ibu), cerdas (kata dirinya sendiri), dan penuh dengan perumpamaan hidup yang lebih rumit dari soal SBMPTN. Anies ini bukan cuma mantan gubernur. Dia adalah fenomena linguistik. Satu kalimatnya bisa jadi bahan analisis linguistik S3. Satu pidatonya bisa membuat rakyat antara tercerahkan atau tertidur lelap penuh mimpi tentang keadilan sosial.

Lalu, pengikutnya? Jangan macam-macam. Mereka bukan sekadar pemilih. Mereka adalah Anak Abah, sebuah kasta spiritual-politik yang menganggap kritik terhadap Anies setara dengan menghina orang suci. Mau bilang kebijakannya absurd? Hati-hati, bisa langsung dikirimi flyer digital berisi prestasi fiktif dan tuduhan ente bagian dari “ternak sebelah.”

Sementara rakyat biasa masih berjuang menambal atap rumah dengan spanduk caleg gagal, para buzzer dua kubu ini berperang dengan intensitas seperti Perang Dunia ke-69. Mereka bertarung di medan perang bernama X, dengan senjata utama: reply toxic, meme murahan, dan thread panjang yang sebenarnya tidak dibaca siapa-siapa kecuali sesama buzzer. Kadang satu postingan politik bisa memicu keributan seperti barista salah tulis nama di gelas kopi.

Semua orang harus memilih kubu. Netral itu haram. Kalau ente tidak puja Mulyono, pasti kamu Anak Abah. Kalau kamu tidak sujud pada Abah, pasti kamu ternak Mulyono. Tidak ada tempat bagi kaum rasional. Bahkan malaikat pencatat amal bingung, ini orang debat soal moralitas, tapi pakai kata-kata kebun binatang.

Yang paling lucu, Jokowi dan Anies, dua tokoh agung yang jadi pemicu segala keributan itu, mungkin malah sudah move on. Jokowi sedang main kuda-kudaan dengan Jan Ethes Srinarendra. Sementara Anies mungkin sedang membaca buku tebal di cafe sambil menyesap kopi tanpa gula. Mereka tidak perlu balas komentar. Mereka tidak perlu perang buzzer. Mereka tinggal duduk manis, karena rakyat sudah saling cakar atas nama mereka.

Ini bukan lagi demokrasi. Ini teater. Ini reality show tak berkesudahan. Machiavelli kalau hidup hari ini mungkin akan pensiun dari politik dan jadi buzzer karena lebih menguntungkan. Ia akan berkata, “Lupakan cinta, lupakan takut. Ciptakan fandom!” Dan voila, lahirlah dua agama baru, Pemuja Mulyono dan Jamaah Anak Abah.

Sementara kita? Masih adan yang sibuk debat di Tiktok dan FB pakai akun anonim sampai lupa ada yang bening lewat. Sampai ada yang lupa waktu sudah senja. 

#camanewak

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

Share234SendTweet146Share
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

Next Post
Antara Ternak Mulyono dan Anak Abah - 1000551518_11zon | # Ironi | Potret Online

Menebar Virus Literasi: Menyulut Semangat, Menularkan Perubahan

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com