POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

PEJUANG KEADILAN ITU BERNAMA MARSINAH

RedaksiOleh Redaksi
May 1, 2025
Puisi Karya Jacob Ereste
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Mila Muzakkar

(Puisi esai ini dibuat untuk merayakan Hari Buruh, dengan mengangkat kisah Marsinah, aktivis buruh perempuan, yang ditemukan wafat dengan kondisi penuh luka di hutan Dusun Jegong, Nganjuk, Jawa Timur, 8 Mei 1993)


Sengatan matahari membakar Sidoarjo pagi itu.
Di depan pabrik yang menjanjikan hidup,
puluhan buruh perempuan berbaju hitam dan wajah letih,
menggenggam tuntutan yang tak kunjung ditanggapi.

“Berikan hak kami! Naikkan upah kami!”
suara itu menampar langit berulang-ulang,
seperti doa yang tak pernah didengar langit pabrik.
Mereka adalah buruh PT Catur Putra Surya (CPS)(¹)

Di barisan depan
seorang perempuan berdiri seperti batu karang,
rambut hitam lebat dibiarkan terurai apa adanya,
tangan kanannya terkepal ke langit.

“Kalau mereka tetap diam, kita mogok kerja!”
Ucap Marsinah lantang.

“Kau gila, ya? Bisa-bisa kita semua dipecat!” bisik temannya.

“Lebih baik dipecat daripada diinjak!” perempuan itu tegas menjawab.


Ia bukan sekadar buruh.
Ia membaca koran, menyusun logika,
berdebat dengan manajer yang sok tahu soal undang-undang.

Dialah Marsinah, buruh perempuan yang memimpin demo pagi itu.
“Tak usah kerja hari ini!”
“Tinggalkan mesin! Kita manusia, bukan robot!”

Dari dalam kawasan pabrik, seorang lelaki berkemeja putih,
manajer perusahaan, datang bersama aparat.
Wajahnya dingin. Baginya, barisan buruh ini hanya daun-daun kering yang berserakan di jalan.
“Kalian pikir bisa seenaknya?” ucapnya sinis.

📚 Artikel Terkait

Menciptakan Visual Produk Hiper-Realis dengan Prompt AI

Abu Kruengkalee; Syekhul Masyayikh Ulama Aceh Periode Awal

Puisi- Puisi Ali Hamzah

Kejar Gelar Luar Negeri: Jalan Menuju Masa Depan atau Sekadar Prestise?

Di ujung jalan, sebuah mobil hijau loreng mendekat.
Puluhan lelaki berseragam loreng, bersenjata lengkap, membawa perintah.

13 buruh perempuan ditangkap. Mereka dituduh mengadu domba demonstran.
dengan kasar mereka digiring ke Markas Kodim Sidoarjo.(²)

Marsinah meradang. Hatinya mendidih. Perempuan baja itu tak tinggal diam melihat teman-temannya diciduk seperti maling.
“Aku harus ke Kodim malam ini.” Hatinya mantap.

Malam itu, berbekal keberanian penuh, Marsinah melesat cepat ke Kodim seorang diri.

Gelap menyelimuti Porong.
Awan makin kelabu. Jalan-jalan terasa sunyi, gelap. Marsinah tenggelam dalam malam.


8 Mei 1993. Di sebuah gubuk reyot di hutan Dusun Jegong, Nganjuk,
tubuh Marsinah ditemukan kaku, lebam, sobek, berdarah.
Tubuhnya memar. Ususnya keluar.
Ada luka tembak di dekat vaginanya. (³)

Marsinah memang telah mati.
Tapi mereka lupa, Marsinah tak benar-benar mati.
kematiannya tak membungkam suaranya.
Ia berkembang-biak dalam dada jutaan perempuan.

“Kau pikir suaraku bisa dibunuh?”
tanya Marsinah dari balik batu nisan.

Marsinah masih di sini.
Di jalan-jalan setiap 1 Mei.
Ia hidup kembali di teriakan buruh, di spanduk yang sobek,
di langkah kaki yang gemetar tapi tetap melangkah.

Marsinah telah gugur.
Tapi kini,
jutaan Marsinah lainnya
lahir di lorong-lorong sempit,
di pabrik dan rumah kontrakan,
di sawah dan pelabuhan,
di desa dan kota,
meneruskan suaranya:
keadilan tak boleh lagi dipungut paksa oleh senapan.

Depok, 1 Mei 2025 (Hari Buruh)

CATATAN:

*Puisi esai ini berkolaborasi dengan AI.

  1. PT Catur Putra Surya (CPS) adalah perusahaan tempat Marsinah bekerja. Ia dan para buruh lain menuntut kenaikan upah minimum sesuai SK Gubernur Jatim No. 50/1993.
  2. 13 buruh perempuan ditahan di Markas Kodim Sidoarjo tanpa prosedur hukum yang jelas. Marsinah mendatangi Kodim untuk meminta kejelasan.
  3. Hasil otopsi menyebutkan tubuh Marsinah mengalami penyiksaan berat: memar, luka senjata tumpul, dan luka tembak di dekat alat kelamin. Diduga kuat ia disiksa oleh aparat. Hingga kini, pelaku sesungguhnya belum diadili secara transparan.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 56x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 51x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Dapat DM dari Akun Tidak Ditemukan

Dapat DM dari Akun Tidak Ditemukan

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00