• Latest
PEJUANG KEADILAN ITU BERNAMA MARSINAH - f97e2430 52a6 42e3 b004 68ae974adc07 | Mayday | Potret Online

PEJUANG KEADILAN ITU BERNAMA MARSINAH

Mei 1, 2025
9fdb3c1c-1879-4f8c-9aa8-02113678bceb

Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

April 21, 2026
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
PEJUANG KEADILAN ITU BERNAMA MARSINAH - 1001348646_11zon | Mayday | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari CĂłrdoba

April 21, 2026
PEJUANG KEADILAN ITU BERNAMA MARSINAH - 1001353319_11zon | Mayday | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
3753a9dd-0c43-46a6-9577-711a7479d4d5

Misogini Genital (Di) Kartini Digital

April 21, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
PEJUANG KEADILAN ITU BERNAMA MARSINAH - 1001361361_11zon | Mayday | Potret Online

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

April 21, 2026
d2a5b58f-c424-41eb-91dc-d0a057017eda

Menguak Kenangan Orkes Mekar Melati Manggeng dan Para Musisi Muda

April 21, 2026
Rabu, April 22, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

PEJUANG KEADILAN ITU BERNAMA MARSINAH

Redaksi by Redaksi
Mei 1, 2025
in Mayday, Puisi Essay
Reading Time: 3 mins read
0
PEJUANG KEADILAN ITU BERNAMA MARSINAH - f97e2430 52a6 42e3 b004 68ae974adc07 | Mayday | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Mila Muzakkar

(Puisi esai ini dibuat untuk merayakan Hari Buruh, dengan mengangkat kisah Marsinah, aktivis buruh perempuan, yang ditemukan wafat dengan kondisi penuh luka di hutan Dusun Jegong, Nganjuk, Jawa Timur, 8 Mei 1993)


Sengatan matahari membakar Sidoarjo pagi itu.
Di depan pabrik yang menjanjikan hidup,
puluhan buruh perempuan berbaju hitam dan wajah letih,
menggenggam tuntutan yang tak kunjung ditanggapi.

Baca Juga
  • Kau Harus Menyerah
  • Pahlawan Dalam Pena

“Berikan hak kami! Naikkan upah kami!”
suara itu menampar langit berulang-ulang,
seperti doa yang tak pernah didengar langit pabrik.
Mereka adalah buruh PT Catur Putra Surya (CPS)(Âą)

Di barisan depan
seorang perempuan berdiri seperti batu karang,
rambut hitam lebat dibiarkan terurai apa adanya,
tangan kanannya terkepal ke langit.

Baca Juga
  • Perbatasan yang Merintih
  • Sastra: Nafas Panjang Kemanusiaan

“Kalau mereka tetap diam, kita mogok kerja!”
Ucap Marsinah lantang.

“Kau gila, ya? Bisa-bisa kita semua dipecat!” bisik temannya.

Baca Juga
  • Negeriku Kaya Raya, Tapi Banyak Pencuri
  • Pengantar Buku Puisi Esai “ Karena Perempuan, Aku Di-Cancel

“Lebih baik dipecat daripada diinjak!” perempuan itu tegas menjawab.


Ia bukan sekadar buruh.
Ia membaca koran, menyusun logika,
berdebat dengan manajer yang sok tahu soal undang-undang.

Dialah Marsinah, buruh perempuan yang memimpin demo pagi itu.
“Tak usah kerja hari ini!”
“Tinggalkan mesin! Kita manusia, bukan robot!”

Dari dalam kawasan pabrik, seorang lelaki berkemeja putih,
manajer perusahaan, datang bersama aparat.
Wajahnya dingin. Baginya, barisan buruh ini hanya daun-daun kering yang berserakan di jalan.
“Kalian pikir bisa seenaknya?” ucapnya sinis.

Di ujung jalan, sebuah mobil hijau loreng mendekat.
Puluhan lelaki berseragam loreng, bersenjata lengkap, membawa perintah.

13 buruh perempuan ditangkap. Mereka dituduh mengadu domba demonstran.
dengan kasar mereka digiring ke Markas Kodim Sidoarjo.(²)

Marsinah meradang. Hatinya mendidih. Perempuan baja itu tak tinggal diam melihat teman-temannya diciduk seperti maling.
“Aku harus ke Kodim malam ini.” Hatinya mantap.

Malam itu, berbekal keberanian penuh, Marsinah melesat cepat ke Kodim seorang diri.

Gelap menyelimuti Porong.
Awan makin kelabu. Jalan-jalan terasa sunyi, gelap. Marsinah tenggelam dalam malam.


8 Mei 1993. Di sebuah gubuk reyot di hutan Dusun Jegong, Nganjuk,
tubuh Marsinah ditemukan kaku, lebam, sobek, berdarah.
Tubuhnya memar. Ususnya keluar.
Ada luka tembak di dekat vaginanya. (Âł)

Marsinah memang telah mati.
Tapi mereka lupa, Marsinah tak benar-benar mati.
kematiannya tak membungkam suaranya.
Ia berkembang-biak dalam dada jutaan perempuan.

“Kau pikir suaraku bisa dibunuh?”
tanya Marsinah dari balik batu nisan.

Marsinah masih di sini.
Di jalan-jalan setiap 1 Mei.
Ia hidup kembali di teriakan buruh, di spanduk yang sobek,
di langkah kaki yang gemetar tapi tetap melangkah.

Marsinah telah gugur.
Tapi kini,
jutaan Marsinah lainnya
lahir di lorong-lorong sempit,
di pabrik dan rumah kontrakan,
di sawah dan pelabuhan,
di desa dan kota,
meneruskan suaranya:
keadilan tak boleh lagi dipungut paksa oleh senapan.

Depok, 1 Mei 2025 (Hari Buruh)

CATATAN:

*Puisi esai ini berkolaborasi dengan AI.

  1. PT Catur Putra Surya (CPS) adalah perusahaan tempat Marsinah bekerja. Ia dan para buruh lain menuntut kenaikan upah minimum sesuai SK Gubernur Jatim No. 50/1993.
  2. 13 buruh perempuan ditahan di Markas Kodim Sidoarjo tanpa prosedur hukum yang jelas. Marsinah mendatangi Kodim untuk meminta kejelasan.
  3. Hasil otopsi menyebutkan tubuh Marsinah mengalami penyiksaan berat: memar, luka senjata tumpul, dan luka tembak di dekat alat kelamin. Diduga kuat ia disiksa oleh aparat. Hingga kini, pelaku sesungguhnya belum diadili secara transparan.
Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
PEJUANG KEADILAN ITU BERNAMA MARSINAH - 0656b9b5 ced6 43a6 9de5 6104ee9be3fe | Mayday | Potret Online

Dapat DM dari Akun Tidak Ditemukan

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com