POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Gambung, Hujan, dan Kenangan

Catatan Didin Tulus

Didin TulusOleh Didin Tulus
April 26, 2025
Tags: CatatanPerjalananJalan-jalan
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Didin Tulus

Gambung? Gasss!” Begitu kira-kira reaksi saya saat anak-anak tiba-tiba ngajakin jalan-jalan. Sudah lama banget pengen nginjakin kaki lagi di Ciwidey, menghirup udara segarnya. Apalagi Gambung, tempat yang punya kenangan tersendiri.

Pagi itu, jam setengah tujuh, Cimahi masih diselimuti gerimis. Tapi semangat kami sekeluarga udah membara. Istri naik Grab, saya bonceng anak-anak ke sekolah istri, tempat kami janjian sama keluarga teman-temannya.

Petualangan hari ini: Gambung! jam delapan pagi, mobil kami meluncur mulus di tol Baros menuju Ciwidey. Jalanan lengang, beda banget sama biasanya yang macet turis. Jam sembilan lebih, kami mampir dulu di Soreang, di rumah keluarga teman istri.

Sambil nunggu rombongan lain, kami sarapan bakso anget dan ngopi (saya sih setia sama kopi dari rumah). Rombongan kami jadi makin rame, tiga mobil!Jam 9.52, kami lanjut jalan ke Ciwidey. Nggak pake lama karena jalanan lancar. Eh, pas nyampe parkiran Perkebunan Teh Gambung, hujan deres turun.

Pas banget adzan Jumat! Saya dan rombongan bapak-bapak langsung ke masjid Gambung. Wudhu di sana jadi pengalaman tak terlupakan: airnya dinginnya kayak es!Selesai shalat Jumat, kami masuk ke area perkantoran dan pabrik teh.

📚 Artikel Terkait

Puisi Zab Bransah

Melindungi Anak Menyelamatkan Generasi

Buah dari Nyakiti Guru, H Arlan Diperiksa Kemendagri, Ditegur Gerindra

Racik Kopi Sareng, Sandiaga Uno Suguhkan Kepada Wali Kota Banda Aceh

Di sini ibu-ibu mulai pada masak-masak. Bapak-bapak sibuk nyiapin kompor dan gas. Hujan rintik-rintik bikin suasana makin asik. Kami ketawa-ketiwi sambil nyicipin mendoan, cireng, dimsum, sosis, dan macem-macem camilan. Anget deh pokoknya!Saya ngajak istri jalan-jalan bentar di sekitar kebun teh buat foto-foto.

Pengen ngulang kenangan masa lalu, waktu pertama kali ke Gambung bareng temen-temen literasi, nyusurin kisah pendiri Gambung di novel Hella S. Haasse. Dulu nggak sempet foto, sekarang mah wajib!Perkebunan Teh Gambung emang punya daya tarik sendiri.

Selain pemandangan hijaunya yang bikin adem, udaranya juga seger banget. Tempat ini, yang ada di kaki Gunung Tilu, bukan cuma tempat produksi teh, tapi juga destinasi wisata yang menarik, apalagi buat keluarga dan anak-anak yang pengen belajar tentang teh.Perkebunan ini udah ada sejak zaman Belanda dan jadi salah satu pusat penelitian teh terbesar di Asia Tenggara.

Selain pemandangan alam yang indah, pengunjung juga bisa ikut kegiatan edukasi, liat langsung cara nanam, ngerawat, dan ngolah teh. Fasilitasnya lengkap, ada laboratorium, perpustakaan, dan banyak spot foto yang instagramable.Ngebayangin jalan di antara barisan tanaman teh yang rapi, metik daun teh seger, dan nikmatin pemandangan gunung yang menawan, pasti jadi pengalaman yang nggak terlupakan.

Apalagi katanya tempat ini punya nilai sejarah yang tinggi.Setelah puas jalan-jalan dan foto-foto, kami balik lagi ke rombongan. Makan siang dengan menu khas Bandung di tengah kebun teh yang sejuk rasanya nikmat banget.

Walaupun hujan masih belum berhenti total, kehangatan kebersamaan dan indahnya alam Gambung bikin dinginnya nggak kerasa.Jam 18.28, kami udah di tol, siap pulang. Puas banget rasanya! Jam 19.50, kami udah nyampe lagi di Cimahi. Perjalanan ke Gambung kali ini, walaupun diawali dengan hujan, bener-bener seru dan penuh kenangan. Gambung emang selalu punya cerita buat dikenang.*

Penulis tinggal di Kota Cimahi.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 84x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Tags: CatatanPerjalananJalan-jalan
Didin Tulus

Didin Tulus

Penulis adalah warga Indonesia tinggal di kota Cimahi. Penggiat literasi. Editor penerbit Tulus Pustaka

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Kuliah Tanpa Beban: Kritik Terhadap Klaim Kuliah yang Terlalu Mudah

Agama di Tengah Arus Disrupsi: Menimbang Peran Spiritualitas dalam Menjawab Krisis Moral dan Ekonomi

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00