POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home #Perempuan Hebat

Ketika Perempuan Aceh Berdaya, Menembus Sekat Patriarki

Redaksi by Redaksi
April 25, 2025
in #Perempuan Hebat, Flower Aceh, Gender, Perempuan Aceh
0

BANDA ACEH – Perempuan Aceh mulai mengambil peran strategis di ruang-ruang publik. Namun, dominasi budaya patriarki masih menjadi tantangan besar.

Selama 34 tahun terakhir, Flower Aceh hadir untuk memperluas ruang gerak perempuan, membangun kesadaran kritis, dan menciptakan ekosistem yang lebih setara.

Baca Juga
Adat
Apa Alasan Perempuan Suka Bergunjing?
20 Feb 2017

Didirikan pada 23 September 1989, Flower Aceh merupakan organisasi perempuan pertama di Aceh yang muncul saat konflik masih berlangsung. Pendekatan awal mereka mencakup isu lingkungan, kesehatan, dan ekonomi.

Seiring waktu, jangkauan dan isu yang diangkat pun berkembang, termasuk pendampingan korban kekerasan, kampanye kesehatan reproduksi, dan pelatihan kepemimpinan perempuan.

Ketika Perempuan Aceh Berdaya, Menembus Sekat Patriarki - ec09d77c 5b89 4e2c b4f8 382ce6064ffa | #Perempuan Hebat | Potret Online
Baca Juga
#Cerpen
Ketika Ibu Turun ke Jalan
04 Mar 2026

“Dulu perempuan tidak terlibat dalam rapat gampong. Sekarang, mereka mulai hadir, bahkan ikut menentukan arah kebijakan desa,” kata Elvida, Ketua Pengurus Flower Aceh.

Ia menyebut perubahan ini tak lepas dari proses panjang pendidikan dan pendampingan di komunitas.

d3468d72-e059-49eb-aefe-2ca7f03c3796
Baca Juga
Artikel
Antara Panggung dan Substansi: Menguji Kualitas Figur Publik di Era Instan
05 Apr 2026

Flower Aceh saat ini mendampingi 175 perempuan akar rumput di tujuh kabupaten/kota. Mereka berperan sebagai tuha peut, kader kesehatan, kepala urusan desa, penggerak PKK, hingga tokoh adat dan agama.

Menurut Direktur Eksekutif Flower Aceh, Riswati, pendekatan yang digunakan bersifat komprehensif, membangun kapasitas, memperkuat kesehatan, dan memperluas dukungan sosial.

“Ketika perempuan sehat, sadar, dan didukung, mereka mampu menjadi agen perubahan yang kuat,” jelasnya.

Kesadaran kritis tidak lahir dalam satu dua kali pertemuan. Perlu proses panjang melalui pengorganisasian, edukasi, dan kolaborasi lintas pihak.

Tantangan budaya yang masih kuat membuat keterlibatan laki-laki menjadi bagian penting dari strategi Flower Aceh.

Dalam konteks Aceh yang kental dengan nilai keislaman, Flower Aceh juga terus berdialog agar narasi keagamaan tidak menjadi penghalang, tetapi jembatan bagi keterlibatan perempuan dalam pembangunan.

“Nilai kepemimpinan sejati adalah tentang semangat membawa perubahan dan keadilan,” tambahnya

“Kehadiran perempuan bukan ancaman, tapi kekuatan untuk pembangunan yang lebih adil dan inklusif,” kata Riswati.

Koordinator Divisi KPP Flower Aceh, Hendra Lesmana, menegaskan bahwa kesetaraan bukan semata isu perempuan, melainkan persoalan keadilan sosial yang menyentuh semua lapisan masyarakat.

“Keterlibatan laki-laki sangat penting untuk menghapus bias dan stereotip. Tanpa dukungan semua pihak, perjuangan kesetaraan tidak akan berjalan efektif,” ujar Hendra.

Di momen Hari Kartini, Hendra mengajak para laki-laki di Aceh untuk turut menciptakan ruang yang setara dan saling menghargai.

“Perjuangan untuk kesetaraan bukan hanya tugas perempuan. Ini tugas kita bersama. Kesetaraan gender bukan berarti perempuan mengambil alih peran laki-laki, tapi berjalan bersama, saling mendukung, dan bertumbuh bersama,” ucapnya.

Perempuan Aceh terus bergerak menembus sekat-sekat budaya patriarki yang telah lama membatasi ruang partisipasi mereka. Hari Kartini menjadi momentum bagi perempuan Aceh untuk menunjukkan kontribusinya dalam berbagai bidang. Baik itu di tingkat gampong, komunitas, atau organisasi, perempuan kini lebih berani dan mampu mengambil peran strategis (*)

(*)

Ikuti Kami
Channel WhatsApp Potret Online
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp kamu
Ikuti Sekarang
Next Post
Ketika Perempuan Aceh Berdaya, Menembus Sekat Patriarki - bk | #Perempuan Hebat | Potret Online

HABA Si PATok

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah