• Latest
Menyelami Pesan Buya Syafii Maarif (1) - IMG 20250424 WA0009 | #Kontemplasi | Potret Online

Menyelami Pesan Buya Syafii Maarif (1)

April 24, 2025
file_00000000e608720b92fed92bd3c55b54

Bahaya Rekayasa Narasi Sesat yang Menimbulkan Permusuhan

April 19, 2026
file_000000007ff0720bbf683bd905ac60ed

Surat Untuk Anak Muda (2)

April 19, 2026
54306927-8436-4237-801f-5fda46d9c8c8

Dari Aceh ke Panggung Dunia: Muslim Amin, Ilmuwan Global Alumni USK

April 19, 2026
3a73ee9a-87d0-4bf2-aa52-0c77db8a9144

Pengaruh Self-Efficacy Terhadap Prestasi Akademik: Tinjauan Psikologi dan Bukti Empiris

April 19, 2026
IMG_0839

Demokrasi Di Ujung Tanduk?

April 19, 2026
d6285489-5291-4630-bb73-f4e571585b61

‎Ghost in the Cell: Bukan Sekadar Horor Fiksi, Melainkan Realitas Pahit Ketidakadilan Sistem

April 19, 2026
fd4ef5b5-307b-48e6-adff-f924e420a87b

Mengkritik Dan Mengajak Merenung Melalui Puisi Esai

April 19, 2026
ad86b955-a8e6-412e-b371-a15c846736db

Sedih Sekali, Ibu Guru Diacungi Jari Tengah oleh Siswanya Sendiri

April 19, 2026
Minggu, April 19, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Menyelami Pesan Buya Syafii Maarif (1)

Gunawan Trihantoro by Gunawan Trihantoro
April 24, 2025
in #Kontemplasi, Sosok, Tokoh, Tokoh Islam
Reading Time: 3 mins read
0
Menyelami Pesan Buya Syafii Maarif (1) - IMG 20250424 WA0009 | #Kontemplasi | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Menjaga Marwah Hukum dalam Negara Demokrasi

Oleh Gunawan Trihantoro
Sekretaris Kreator Era AI Jawa Tengah

“Kalau ada sengketa selesaikan melalui jalur hukum, jangan di luar hukum,” demikian petuah Buya Syafii Maarif, sosok yang dikenal luas sebagai guru bangsa.

Kata-kata ini bukan sekadar nasihat, melainkan cermin dari konsistensinya menjaga martabat konstitusi dalam kehidupan berbangsa.

Buya mengingatkan bahwa dalam negara hukum, penyelesaian masalah harus melalui mekanisme yang sah dan diakui, bukan melalui jalan kekerasan atau tekanan massa.

Ia menyebut Mahkamah Konstitusi dan aparat hukum sebagai institusi yang harus dihormati, bukan dilecehkan apalagi dilewati.

Di tengah gelombang populisme dan derasnya arus emosi publik, Buya tetap teguh berdiri di atas prinsip-prinsip konstitusionalisme.

Ia tahu, tanpa kepercayaan pada institusi hukum, bangsa ini akan mudah tergelincir ke dalam kekacauan dan konflik sosial.

Pernyataan “tidak boleh main hakim sendiri” adalah tamparan bagi mereka yang gemar memainkan emosi publik untuk kepentingan sesaat.

Dalam negara demokrasi, perbedaan pendapat dan konflik kepentingan adalah hal wajar, namun penyelesaiannya harus berada dalam kerangka hukum.

Aparat penegak hukum bukan sekadar simbol kekuasaan, tetapi fondasi keadilan yang harus diperkuat, bukan dipertentangkan.

Buya memahami betul risiko dari “mengadu domba,” karena sejarah telah mengajarkan bahwa perpecahan bangsa sering bermula dari fitnah dan provokasi.

Ketika masyarakat kehilangan orientasi hukum, maka yang lahir bukan keadilan, tapi ketakutan dan dendam berkepanjangan.

Buya menyerukan agar hukum dijadikan panglima, bukan alat kekuasaan, apalagi balas dendam politik.

Kita bisa belajar dari keteladanan Buya yang dalam kritiknya tetap santun, dalam nasihatnya tetap tajam, dan dalam ilmunya tetap rendah hati.

Ia bukan sekadar cendekiawan, tetapi pelita dalam kegelapan ketika bangsa kehilangan arah di tengah krisis kepercayaan.

Dalam konteks ini, kata-kata Buya harus dibaca sebagai ajakan moral untuk menata kembali relasi antara rakyat, kekuasaan, dan hukum.

Bukan hanya pejabat, masyarakat sipil pun dituntut untuk melek hukum, agar tak mudah terprovokasi dan terjebak dalam arus disinformasi.

Hukum bukan milik elit, tapi milik seluruh rakyat yang percaya bahwa keadilan bisa ditegakkan melalui proses yang benar.

Buya Syafii Maarif ingin kita membangun bangsa ini bukan dengan kemarahan, tetapi dengan kesadaran akan pentingnya kepastian hukum.

Ia tahu, di negara-negara maju, hukum menjadi jangkar dalam mengarungi dinamika politik dan ekonomi.

Negara hukum adalah benteng terakhir dari kehancuran moral jika jalan-jalan dialog dan musyawarah tidak lagi dihargai.

Di sinilah pentingnya menjaga independensi lembaga hukum dari intervensi kekuasaan dan kepentingan partisan.

Pesan Buya ini menjadi relevan ketika sengketa politik, sosial, atau bahkan agama sering kali ditarik ke jalan-jalan publik yang memanaskan emosi massa.

Buya tidak membenci demonstrasi, tapi ia menolak cara-cara yang menjauhkan bangsa dari semangat dialog dan penyelesaian konstitusional.

Ia mengajak kita untuk percaya pada proses, bukan pada desakan-desakan jalan pintas yang justru merusak tatanan hukum itu sendiri.

Di tengah semarak dunia maya dan opini-opini liar, suara Buya adalah penyejuk yang mengingatkan pentingnya kesabaran dalam proses hukum.

Kata-kata beliau adalah jembatan antara kebijaksanaan masa lalu dan kebutuhan masa kini untuk tetap waras di tengah perbedaan.

Maka tugas kita bukan hanya mengagumi, tetapi mengamalkan: menjaga hukum, memuliakan konstitusi, dan menolak segala bentuk kekacauan sosial.

Buya Syafii Maarif telah menanamkan nilai yang kokoh: bahwa negara hukum adalah rumah bersama yang harus dirawat dengan akal sehat dan hati yang teduh.


Rumah Kayu Cepu, 24 April 2025

Share234SendTweet146Share
Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro adalah seorang penulis kelahiran Purwodadi tahun 1974. Ia merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang mulai aktif menulis sejak masa kuliahnya. Karya-karyanya telah terbit di berbagai media cetak dan online. Gunawan aktif dalam berbagai komunitas kepenulisan, termasuk Satupena, Kreator Era AI, dan Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah. Selain itu, ia juga berkontribusi sebagai penulis buku-buku naskah umum keagamaan dan moderasi beragama di Kementerian Agama RI selama periode 2022–2024. Hingga kini, Gunawan telah menghasilkan puluhan buku, baik sebagai penulis tunggal maupun penulis bersama, yang memperkuat reputasinya sebagai salah satu penulis produktif di bidangnya.

Next Post
Menyelami Pesan Buya Syafii Maarif (1) - 32cdaeb6 2463 4fb1 a2f7 50ef572f54c3 | #Kontemplasi | Potret Online

Menyelamatkan Ingatan di Tengah Reruntuhan

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com