• Latest
Mengenal Tiga Perusahaan Sawit Raksasa Penyuap Hakim 60 M

Mengenal Tiga Perusahaan Sawit Raksasa Penyuap Hakim 60 M

April 13, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Mengenal Tiga Perusahaan Sawit Raksasa Penyuap Hakim 60 M

Rosadi Jamaniby Rosadi Jamani
April 14, 2025
Reading Time: 3 mins read
Mengenal Tiga Perusahaan Sawit Raksasa Penyuap Hakim 60 M
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rosadi Jamani

Sebelumnya saya sudah tampilkan sosok Muhammad Arif Nuryanta. Ia disuap dengan uang segunung Rp60 miliar. Tak adil dong kalau pria kelahiran Kulonprogo itu saja diubek-ubek. Siapa yang tukang suap? Sambil serupun kopi liberika, yok kita kupas para penyuap wakil tuhan di bumi.

Uang 60 miliar diduga berasal dari tiga naga besar industri kelapa sawit: Permata Hijau Group, Wilmar Group, dan Musim Mas Group. Tiga nama ini bukan nama sembarangan. Mereka adalah raksasa yang bisa membuat sawit meneteskan emas, membuat biodiesel mengalir seperti arus sungai kemakmuran, selama tidak dibelokkan ke arah rakyat kecil.

Kasus bermula saat ketiga perusahaan ini didakwa terlibat dalam manipulasi ekspor minyak kelapa sawit mentah (CPO) pada periode Januari 2021 hingga Maret 2022. Ya, saat rakyat sibuk antre minyak goreng dan emak-emak hampir tawuran di supermarket demi satu liter kemasan. Mereka sedang menyusun skema licin agar bisa ekspor seenaknya. Jaksa Penuntut Umum kemudian datang seperti pahlawan kesiangan dan menuntut denda serta uang pengganti dengan angka fantastis, lebih dari Rp17 triliun. Wilmar dituntut bayar Rp11,8 triliun, Permata Hijau sekitar Rp937 miliar, dan Musim Mas sebesar Rp4,8 triliun. Angka yang kalau dibayarkan, mungkin bisa membangun 500 puskesmas, 2000 sekolah, dan satu jalur MRT sampai ke Mars.

Namun pada 19 Maret 2025, mahkamah di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat membuat sejarah baru dalam dunia teater hukum. Ketiga perusahaan ini dinyatakan terbukti bersalah, tapi tidak bersalah. Lebih tepatnya, perbuatannya terbukti, tapi bukan tindak pidana. Ini seperti mengatakan seseorang mencuri, tapi bukan pencuri, karena mencurinya dengan gaya elegan dan dasi bermerek. Maka jatuhlah vonis “lepas” alias ontslag. Bukan bebas murni, bukan bersalah, tapi dilepas seperti balon di hari ulang tahun, melayang indah, entah ke mana, sambil membawa sisa keadilan yang tercecer di lantai ruang sidang.

Baca Juga

b25b943e-f0d2-47df-bd75-ad0c643a8322

Gara-gara Tahanan Rumah Gus Yaqut, Akhirnya KPK Minta Maaf

Maret 27, 2026
Cerita di Balik OTT: Mengapa Korupsi Kepala Daerah Terus Terjadi?

Cerita di Balik OTT: Mengapa Korupsi Kepala Daerah Terus Terjadi?

Maret 20, 2026
Cara Licik Fadia Arafiq Korupsi, ART Dijadikan Direktur Perusahaannya

Cara Licik Fadia Arafiq Korupsi, ART Dijadikan Direktur Perusahaannya

Maret 10, 2026

Di balik opera absurdis ini, terciumlah aroma uang. Diduga, Rp60 miliar mengalir lembut ke kantong Muhammad Arif Nuryanta. Tak langsung, tentu. Uang tak sopan kalau datang langsung. Maka ia diantar melalui jalur estafet, panitera muda dan dua pengacara perusahaan yang konon sedang mengasah jurus “sulap dokumen dan pelintir hukum.” Uang itu disebut-sebut sebagai persembahan agar majelis hakim tergerak hati untuk menekan tombol “tidak pidana.”

Seperti biasa, pertanyaan sakral pun muncul, siapa yang menyuap? Apakah direktur utama? CEO? Pemilik perusahaan yang hartanya bisa beli pulau? Tentu tidak, kata para peramal netizen. Paling-paling yang jadi tersangka nanti, staf kebersihan, sopir kantor, atau mungkin satpam yang kebetulan absen waktu diperiksa. Karena di negeri ini, keadilan bukan soal siapa bersalah, tapi siapa yang cukup miskin untuk ditangkap.

Permata Hijau Group, sang eksportir biodiesel. Wilmar Group, si raksasa global dari Singapura yang menjual sawit seperti menjual permen. Musim Mas Group, juara keberlanjutan versi diri sendiri. Ketiganya berdiri di atas panggung industri sawit Indonesia, sambil membawa piagam “pelestari alam” dan dompet berlapis emas. Mereka aktif dalam program CSR, tanam pohon, kampanye hijau, tapi jangan tanya soal etika ekspor, nanti mereka pura-pura lupa.

Kini publik hanya bisa menatap layar, menghela napas, lalu ketawa getir. Drama hukum ini begitu megah, detail, dan hiperrealistik hingga terasa seperti nonton pertunjukan sirkus, dengan hakim sebagai badut agung dan perusahaan sebagai pemain akrobat yang bisa jungkir balikkan UU dengan satu kedipan.

Rakyat? Ah, kita cuma penonton. Dilarang naik panggung. Dilarang protes terlalu keras. Cukup tepuk tangan, meskipun tangan kita sudah kapalan karena sejak lama hanya bisa menggenggam kecewa.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Nias 2005: Mengukir Sejarah, Menyelamatkan Arsip

Indonesia dan Warisan Dunia: Peluang, Tantangan, dan Tanggung Jawab Menjaga 16 Memory of the World

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com