POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home # Koruptor

Mengenal Tiga Perusahaan Sawit Raksasa Penyuap Hakim 60 M

Rosadi Jamani by Rosadi Jamani
April 14, 2025
in # Koruptor, #Suap
0
Mengenal Tiga Perusahaan Sawit Raksasa Penyuap Hakim 60 M - 4ef33ab6 f7f9 40b4 9c66 0ba7e83aa003 | # Koruptor | Potret Online

Oleh Rosadi Jamani

Sebelumnya saya sudah tampilkan sosok Muhammad Arif Nuryanta. Ia disuap dengan uang segunung Rp60 miliar. Tak adil dong kalau pria kelahiran Kulonprogo itu saja diubek-ubek. Siapa yang tukang suap? Sambil serupun kopi liberika, yok kita kupas para penyuap wakil tuhan di bumi.

Uang 60 miliar diduga berasal dari tiga naga besar industri kelapa sawit: Permata Hijau Group, Wilmar Group, dan Musim Mas Group. Tiga nama ini bukan nama sembarangan. Mereka adalah raksasa yang bisa membuat sawit meneteskan emas, membuat biodiesel mengalir seperti arus sungai kemakmuran, selama tidak dibelokkan ke arah rakyat kecil.

Baca Juga
  • Mengenal Tiga Perusahaan Sawit Raksasa Penyuap Hakim 60 M - 2025 05 25 06 53 07 | # Koruptor | Potret Online
    # Koruptor
    Singapura Tanpa Korupsi, Indonesia Tertidur Dalam Kompromi
    25 Mei 2025
  • Mengenal Tiga Perusahaan Sawit Raksasa Penyuap Hakim 60 M - 8f756d96 fe26 4731 9d0e a691c4c15a6f | # Koruptor | Potret Online
    # Ironi
    Mengenal Ariyanto Bakri, Dewa Hukum Terperosok di Sel Tikus
    22 Apr 2025

Kasus bermula saat ketiga perusahaan ini didakwa terlibat dalam manipulasi ekspor minyak kelapa sawit mentah (CPO) pada periode Januari 2021 hingga Maret 2022. Ya, saat rakyat sibuk antre minyak goreng dan emak-emak hampir tawuran di supermarket demi satu liter kemasan. Mereka sedang menyusun skema licin agar bisa ekspor seenaknya. Jaksa Penuntut Umum kemudian datang seperti pahlawan kesiangan dan menuntut denda serta uang pengganti dengan angka fantastis, lebih dari Rp17 triliun. Wilmar dituntut bayar Rp11,8 triliun, Permata Hijau sekitar Rp937 miliar, dan Musim Mas sebesar Rp4,8 triliun. Angka yang kalau dibayarkan, mungkin bisa membangun 500 puskesmas, 2000 sekolah, dan satu jalur MRT sampai ke Mars.

Namun pada 19 Maret 2025, mahkamah di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat membuat sejarah baru dalam dunia teater hukum. Ketiga perusahaan ini dinyatakan terbukti bersalah, tapi tidak bersalah. Lebih tepatnya, perbuatannya terbukti, tapi bukan tindak pidana. Ini seperti mengatakan seseorang mencuri, tapi bukan pencuri, karena mencurinya dengan gaya elegan dan dasi bermerek. Maka jatuhlah vonis “lepas” alias ontslag. Bukan bebas murni, bukan bersalah, tapi dilepas seperti balon di hari ulang tahun, melayang indah, entah ke mana, sambil membawa sisa keadilan yang tercecer di lantai ruang sidang.

Baca Juga
  • Mengenal Tiga Perusahaan Sawit Raksasa Penyuap Hakim 60 M - 2025 06 16 07 20 21 | # Koruptor | Potret Online
    Aceh
    Rakyat Siap Mendukung Penuh Sikap dan Tindakan Presiden Prabowo Subianto Menindak dan Membersihkan Kabinet Merah Putih Yang Membuat Gaduh
    16 Jun 2025
  • Mengenal Tiga Perusahaan Sawit Raksasa Penyuap Hakim 60 M - 4e97609a 592b 4d55 8694 826e1832a4a5 | # Koruptor | Potret Online
    # Koruptor
    Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?
    07 Mar 2025

Di balik opera absurdis ini, terciumlah aroma uang. Diduga, Rp60 miliar mengalir lembut ke kantong Muhammad Arif Nuryanta. Tak langsung, tentu. Uang tak sopan kalau datang langsung. Maka ia diantar melalui jalur estafet, panitera muda dan dua pengacara perusahaan yang konon sedang mengasah jurus “sulap dokumen dan pelintir hukum.” Uang itu disebut-sebut sebagai persembahan agar majelis hakim tergerak hati untuk menekan tombol “tidak pidana.”

Seperti biasa, pertanyaan sakral pun muncul, siapa yang menyuap? Apakah direktur utama? CEO? Pemilik perusahaan yang hartanya bisa beli pulau? Tentu tidak, kata para peramal netizen. Paling-paling yang jadi tersangka nanti, staf kebersihan, sopir kantor, atau mungkin satpam yang kebetulan absen waktu diperiksa. Karena di negeri ini, keadilan bukan soal siapa bersalah, tapi siapa yang cukup miskin untuk ditangkap.

Baca Juga
  • 01
    # Ironi
    🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH
    09 Agu 2025
  • 02
    # Ironi
    🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH
    14 Jul 2025

Permata Hijau Group, sang eksportir biodiesel. Wilmar Group, si raksasa global dari Singapura yang menjual sawit seperti menjual permen. Musim Mas Group, juara keberlanjutan versi diri sendiri. Ketiganya berdiri di atas panggung industri sawit Indonesia, sambil membawa piagam “pelestari alam” dan dompet berlapis emas. Mereka aktif dalam program CSR, tanam pohon, kampanye hijau, tapi jangan tanya soal etika ekspor, nanti mereka pura-pura lupa.

Kini publik hanya bisa menatap layar, menghela napas, lalu ketawa getir. Drama hukum ini begitu megah, detail, dan hiperrealistik hingga terasa seperti nonton pertunjukan sirkus, dengan hakim sebagai badut agung dan perusahaan sebagai pemain akrobat yang bisa jungkir balikkan UU dengan satu kedipan.

Rakyat? Ah, kita cuma penonton. Dilarang naik panggung. Dilarang protes terlalu keras. Cukup tepuk tangan, meskipun tangan kita sudah kapalan karena sejak lama hanya bisa menggenggam kecewa.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Previous Post

Ijazah Palsu dan Konsekuensi Hukum Pidananya 6 Tahun serta Denda Rp 500 juta

Next Post

Indonesia dan Warisan Dunia: Peluang, Tantangan, dan Tanggung Jawab Menjaga 16 Memory of the World

Next Post
Mengenal Tiga Perusahaan Sawit Raksasa Penyuap Hakim 60 M - ca7c39f0 08e0 40fa 86ce cbce73f8f0e6 | # Koruptor | Potret Online

Indonesia dan Warisan Dunia: Peluang, Tantangan, dan Tanggung Jawab Menjaga 16 Memory of the World

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah