• Latest
Realitas Utang - 1000482252_11zon | Beban Utang | Potret Online

Realitas Utang

April 7, 2025
file_00000000e608720b92fed92bd3c55b54

Bahaya Rekayasa Narasi Sesat yang Menimbulkan Permusuhan

April 19, 2026
file_000000007ff0720bbf683bd905ac60ed

Surat Untuk Anak Muda (2)

April 19, 2026
54306927-8436-4237-801f-5fda46d9c8c8

Dari Aceh ke Panggung Dunia: Muslim Amin, Ilmuwan Global Alumni USK

April 19, 2026
3a73ee9a-87d0-4bf2-aa52-0c77db8a9144

Pengaruh Self-Efficacy Terhadap Prestasi Akademik: Tinjauan Psikologi dan Bukti Empiris

April 19, 2026
IMG_0839

Demokrasi Di Ujung Tanduk?

April 19, 2026
d6285489-5291-4630-bb73-f4e571585b61

‎Ghost in the Cell: Bukan Sekadar Horor Fiksi, Melainkan Realitas Pahit Ketidakadilan Sistem

April 19, 2026
fd4ef5b5-307b-48e6-adff-f924e420a87b

Mengkritik Dan Mengajak Merenung Melalui Puisi Esai

April 19, 2026
ad86b955-a8e6-412e-b371-a15c846736db

Sedih Sekali, Ibu Guru Diacungi Jari Tengah oleh Siswanya Sendiri

April 19, 2026
Minggu, April 19, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Realitas Utang

Dahlan Iskan by Dahlan Iskan
April 7, 2025
in Beban Utang, utang, Utang Indonesia
Reading Time: 3 mins read
0
Realitas Utang - 1000482252_11zon | Beban Utang | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS


Oleh: Dahlan Iskan

Senin 07-04-2025

—

WAINI ada pertanyaan penting: benarkah punya utang besar itu tidak masalah.

Alasan yang sering dipakai oleh para pembela utang, Anda sudah tahu: asal dipakai untuk belanja proyek produktif dan masih dalam rasio aman terhadap GDP –30 persen.

Kemarin-kemarin pertanyaan itu memang tidak penting. Yang mempertanyakan besarnya utang dinilai kalah rasional. Penakut. Nyinyir. Kalau mau maju harus berani berutang.

Kini mempersoalkan besarnya utang itu menjadi penting. Tiba-tiba saja penting. Dalam keadaan normal punya utang besar memang tidak bahaya. Tapi dalam keadaan tidak normal seperti sekarang?

Dulunya keadaan ”tidak normal” itu dianggap tidak akan pernah datang. Segala perhitungan disesuaikan dengan proyeksi keadaan normal. Seperti orang muda yang sehat. Tidak pernah membayangkan tiba-tiba kena kanker.

Dan keadaan ”tidak normal” itu kini tiba-tiba datang. “Dunia sudah tidak akan sama lagi”. Begitu ujar banyak pemimpin negara di luar Amerika Serikat. Pun ujar pimpinan negara yang paling kecil dikenai tarif impor oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump: Singapura.

Anda sudah tahu: Trump hanya mengenakan bea masuk barang dari Singapura 10 persen. Padahal negara-negara ASEAN lain dikenakan antara 32-46 persen.

Vietnam yang mencoba berdiri di tengah antara Amerika dan Tiongkok, di luar dugaan, dikenakan tarif paling tinggi di ASEAN: 46 persen. Jauh melebihi untuk Indonesia yang 32 persen. Padahal Indonesia dikenal sangat mesra dengan Tiongkok.

Mengapa Singapura juga mengeluhkan sikap Trump?

Jawabnya Anda sudah tahu: Singapura hidup dari perdagangan. Negara yang penduduknya sama dengan satu kota Surabaya itu tidak punya sumber daya alam. Singapura merasa hidupnya lebih baik dalam sistem perdagangan bebas.

Singapura akan susah kalau semua negara melakukan tit for tat terhadap Amerika. Semua negara menjadi hanya memikirkan diri masing-masing. Proteksionis menjadi normal baru. Akibatnya, lembaga-lembaga internasional menjadi kian kurang berfungsi.

Singapura, kata perdana menterinya, Lawrence Wong kemarin: juga menginginkan reformasi di lembaga-lembaga internasional. Termasuk di lembaga perdagangan internasional, WTO. “Yang dilakukan Trump sekarang ini bukan reformasi, tapi meninggalkannya,” ujar Wong.

NATO hampir lumpuh. WHO bisa lumpuh. WTO pasti lumpuh. Mungkin juga PBB. Dunia sudah tidak akan sama lagi. Pertumbuhan ekonomi global akan menurun.

Padahal diakui dunia bahwa jasa terbesar dari perdagangan bebas adalah: berkurangnya kemiskinan besar-besaran di dunia. Telah terjadi pemerataan kemakmuran.

Semua itu kini berakhir. Dunia harus menghadapi kenyataan baru.

Di masa lalu proteksionisme seperti itu diikuti dengan gerakan masing-masing negara mempersenjatai diri. Lalu meletuslah perang dunia kedua.

Indonesia tentu akan ikut terkena imbasnya. Saya sendiri mulai menyiapkan mental untuk keadaan lebih sulit. Saya juga mulai menata pikiran: jangan marah kalau pertumbuhan ekonomi tidak bisa mencapai 8 persen.

Tanpa ”normal baru” pun saya sudah siap bila negara tidak bisa tumbuh 8 persen. Apalagi kini dunia menghadapi ”normal baru”.

“Keadaan yang diakibatkan oleh kebijakan Donald Trump itu sangat kejam. Tapi itu sebuah realitas baru,” ujar PM Canada Mark Carney.

Kita tidak menyangka bahwa Singapura ternyata juga sedih. Padahal negara itu kaya raya. Cadangan devisanya lima kali lipat lebih besar dari kita: USD 520 miliar. Cadangan devisa itu tidak pernah dipakai. Terus bertambah. Padahal Singapura tidak punya utang. Kalau dibandingkan dengan jumlah penduduk, cadangan devisa Singapura itu bernilai lebih 1.000 kali Indonesia.

Sedang kita, cadangan devisa bisa turun naik. Utang kita Anda sudah ikut hafal jumlahnya.

Utang kita yang besar itu otomatis membesar sendiri akibat perubahan kurs. Di saat tidak normal seperti sekarang, utang itu menjadi beban sangat berat.

Dalam keadaan sulit seperti sekarang mestinya para pembela utang ”mati angin”. Tapi yang berutang tidak perlu sedih. Bukan Anda yang harus membayar.(Dahlan Iskan)

Share234SendTweet146Share
Dahlan Iskan

Dahlan Iskan

Next Post

HABA Si PATok

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com