POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Catatan Perjalanan Jalan-jalan

Puisi-Puisi Safri Naldi

Safri Naldi by Safri Naldi
April 1, 2025
in Jalan-jalan
0
Puisi-Puisi Safri Naldi - db329312 7f0e 47ab 837f 4d437233f495 | Jalan-jalan | Potret Online

BALON HIJAU


Oleh: Safri Naldi

Anak-anak asik menyanyikan lagu riang gembira
‘Balonku Ada Lima’
Hijau semua warnanya
Melambung ke angkasa
Meledak di dapur warga

Puisi-Puisi Safri Naldi - cc8c6539 f5a9 4429 aff4 4eede4ff287d | Jalan-jalan | Potret Online
Baca Juga
Jalan-jalan
Menyinggahi  Kaki Gunung Raung di Kabupaten Banyuwangi di Hari Nan Fitri
01 Apr 2025

Di SPBU dan pangkalan tertera harga
HET tulisannya
Rp. 16.600,- (saja)
Harga seperti itu, bisa dibeli di mana?
Kami bingung mencarinya

Balon hijau melambung kian tinggi ke angkasa
Warnanya sampai tak terlihat mata
Dicari sampai ke mana-mana
Kami resah … kompor tak mau menyala
Balon hijau susah ditangkapnya

Baca Juga
Jalan-jalan
Raker MAS Darul’Ulum : Guru Dituntut Lahirkan Program Unggul
15 Jul 2022

Pemerintahku luar biasa
Mengatasi masalah tanpa masalah (katanya)
Eh, itu motto Pegadaian, ya
Maaf saya terlupa
Balon hijau tak jua saya jumpa

Balon hijau balon langka
Melambung ke angkasa
Meledak di dapur warga
Anak-anak tak lagi nyanyikan ‘Balonku Ada Lima’
Warna hijau sudah tidak ada

Puisi-Puisi Safri Naldi - BDC4BCE6 9DAB 4468 AF81 374184DF0CF7 | Jalan-jalan | Potret Online
Baca Juga
Jalan-jalan
Dandim Galus Hadiri Penyaluran Bantuan Ketahanan Pangan di Ulun Tanoh
13 Des 2022

Ciwidey, 22-10-16

GURU-GURUAN DAN SEKOLAH-SEKOLAHAN


Oleh : Safri Naldi

Di sini—kami belajar menimba ilmu. Di sekolah-sekolahan. Tanpa dinding utuh, atap hampir rubuh. Genteng berderak-derak mau jatuh.

Di sini—kami mengajar memberi ilmu. Di sekolah-sekolahan. Dengan semilir angin, terkadang berbasah-basah ketika hujan. Kami tetap bertahan di atas nama pendidikan.

Di sini—kami terdidik menjadi anak bangsa. Di sekolah-sekolahan. Bertahan di keprihatinan, pada ucap – ‘kasihan’ dari Tuan dan Puan.

Di sini—kami mendidik anak bangsa, menjadi generasi muda. Di sekolah-sekolahan. Tanpa tunjangan dan tanpa status jabatan—hanya pengabdian.

Di sini—kami berjuang mengejar masa depan. Di sekolah-sekolahan. Pendidikan tanpa perhatian dari pusat pemerintahan. Tanpa kecukupan peralatan dalam memberikan pelajaran, tapi kami tetap bertahan di atas nama kemanusiaan.

Di sini—kami memperjuangkan masa depan. Di sekolah-sekolahan. Dipaksa untuk bertahan, agar tak melihat Indonesia menangis karena belum mapan.

Di sini—aku kehabisan kata. Di sekolahan mewah ibu kota.

Bandung. Juni 2016

Tags: #Puisi
Next Post
Puisi-Puisi Safri Naldi - 4f627a03 a45d 4a59 ba06 6f915580a763 | Jalan-jalan | Potret Online

Puisi – Puisi Muslimin Lamongan

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah